Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
53. Persimpangan hati-1


__ADS_3

Deal


Setelah perdebatan lama antara hati dan pikiran, Rosa memutuskan untuk mengikuti saran dari Fatma. Walaupun sebenarnya belum genap 100% sih kepercayaan dirinya untuk tiba-tiba datang ke rumah Ricky.


Kenyataan sekarang


Dia sudah berdiri di gerbang rumah Ricky yg menjulang tinggi.


Setelah memutuskan, kmren Rosa meminta ijin ke Samuel untuk datang menjenguk Ricky.


"Sam".


"Ya".


"Aku ....aku besok minta ijin". kata Rosa ragu-ragu


"Untuk??"


"Aku besok berniat untuk kerumah Ricky".


Samuel masih terdiam sambil menamati wajah Rosa dengan teliti.


"Aku hanya menjenguknya sebentar".


"Sebentar??" tanya Samuel mencoba memancing rosa.


"Lihat keadaan Ricky dulu sih.....buat memastikan apakah benar yg kamu bilang kemarin".


"Kamu pikir aku berbohong??"


"Bukan itu maksudku.....eemmmm aku lihat dulu bagaimana keadaan dia. Jika memang aku harus disana, maka aku akan merawatnya sementara waktu".


Ricky sangat paham maksud dan niat Rosa. Karena dia juga sebenarnya tau tentang perasaan mereka berdua.


Dan Samuel sangat menginginkan dirinya ditempat Ricky. Dicintai dan mendapatkan perhatian dari Rosa.


"Kamu tidak perlu menjelaskan padaku ca....aku mengerti maksudmu. Pergilah.....rawatlah Ricky. Dia membutuhkan mu disampingnya".


Seperti itulah percakapan Rosa dan Samuel kemarin.


Saat ini


Dipandanginya sekian lama tombol yg tersedia diujung pintu pagar. Masih tersirat ragu didalam hatinya untuk segera menekan tombol itu.


Pak Harun sudah berjaga di layar monitor yg ada di dalam rumah itu. Setelah tadi menamati dibalik layar kamera cctv yg tersebar di halaman rumah Ricky.


Tring.......tring....tring.....


(Anggap saja itu suara bel)

__ADS_1


"Yaaa....siapa disana??"


"Saya Rosa pak. Saya ingin bertemu dengan Ricky. Bolehkah saya masuk".


Pintu gerbang itu terbuka dengan gagahnya. Rosa segera memasuki halaman rumah itu.


"Saya ingin bertemu dengan Ricky pak Harun" kata Rosa setelah berada di teras rumah Ricky dan pak Harun sudah siap menyambutnya.


"Nak Ricky sangat susah ditemui nak. Dia mengurung diri dikamarnya".


"Apakah benar Ricky sakit pak?? Samuel telah menceritakan semua padaku".


"Iya nak Rosa. Untung kemarin tuan Samuel datang. Hanya tuan Samuel yg berani menerobos kamar nak Ricky".


"Bagaimana keadaannya sekarang pak".


"Sebenarnya kemarin tuan Samuel sudah membawa dokter untuk memeriksa nak Ricky. Tapi setelah dokter itu pulang, nak Ricky mengunci diri di kamar. Saya tidak tau obatnya diminum atau tidak".


"Kenapa pak Harun tidak memaksa masuk".


"Saya tidak berani nak Rosa".


"Apakah neneknya mengetahui kalo Ricky sakit??"


"Tidak.....nak Ricky mewanti semuanya untuk tidak memberitahu nyonya besar"


pak Harun terdiam sesaat.


"Apa mungkin bisa pak. Saya kok ikut takut hehehe..." kata Rosa sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


"Tolong nak Rosa.....tolong bantu nak Ricky. Saya yakin nak Ricky mau melakukan kata nak Rosa".


"Insya Allah ya pak".


"Masuk lah nak Rosa. Kamar nak Ricky masih tetap di lantai 2".


"iya pak".


Huuuffttt.....Rosa sudah berdiri didepan kamar Ricky.


Terlihat sebuah loyang yg penuh makanan dan segelas susu berada di meja sebelah pintu Ricky.


Masih belum terjamah sedikit pun.


Rosa mengumpulkan semua kekuatan yg ada dirinya untuk menguatkan mental jika saja nanti Ricky marah atau bahkan mengusirnya dari rumahnya.


Masih untung dia tidak menyiapkan anjing pembunuh di depan kamarnya.


Tok...tok...tok

__ADS_1


tidak ada sahutan.


Tok...tok...tok


diketuknya lagi pintu yg berdiri didepannya.


masih sama tidak ada sahutan


Tok ...tok ..tok


"Ric.....apakah kamu tidur?? Bolehkah aku masuk??"


Tetap tidak ada sahutan sama sekali.


"Ric.... Ricky....tolong....bukalah pintunya. Aku ingin melihatmu sebentar saja".


Terdengar ada suara langkah yg terdengar lemah menuju pintu.


Ceklek.....


Ricky membuka pintunya.....sedikit....sangat sedikit


bahkan aku hanya bisa melihat separuh wajahnya.


Ya Tuhan.....wajahnya terlihat lemah dan pucat.


Bagaimana bisa dia menjadi seperti itu.


Kelopak mata Rosa mendung seakan susah siap untuk meluncurkan air ke pipinya.


"Kamu mau apa?? Siapa yg menyuruh mu kesini??" Tanya Ricky dengan nada bicara yg sangat ketus seperti awal dulu mereka bertemu.


"Aku.....aku" Rosa masih terkejut melihat pemandangan yg ada dihadapannya sehingga dia lupa untuk mengatakan maksudnya.


"Pergilah....aku tidak butuh belas kasihanmu" ucap Ricky dengan bersiap menutup pintu kamarnya kembali.


Dengan sigap Rosa menahan pintu itu dengan kakinya, agar tidak tertutup.


Ricky menunjukkan wajah marah melihat apa yg dilakukan Rosa.


"Kamu mau apa?? Apakah kamu tuli, kamu tidak dengar kata-kata ku. Pergi!!.....Aku bilang pergi dari rumahku!!'


Aku merindukannya....wajah itu hadir didepan mataku. Tolong jangan pergi dari sini. Berusahalah untuk bertahan disini. Jangan tinggalkan aku.......gumam ricky dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ❤️


__ADS_2