
Sudah 2 jam yang lalu Samuel berkutat dengan berkas-berkas di kantornya. Padahal dia sudah mengerjakan banyak berkas tapi seakan-akan berkas itu tidak ada habisnya.
Drrtttttt.....drttttttt
Terpampang nama Si idiot di layar hp Samuel
"Ya Tom.....ada kabar apa??" kata Samuel
" Ricky sudar sadar broo .....cepat kesini.
"Whaattt.....serius???" jelas Samuel
"Iiiyaaa.....cepetan?" kata Tomi
Tanpa menunggu lama, Samuel segera bergegas keluar dari kantornya.
"Mil.....aku ke Rumah Sakit......batalkan semua rapat dan jadwal ku hari ini dan besok".
" Baik pak".
Dengan setengah berlari samuel menuju lift. Diambilnya ponsel yang ada disaku celananya.
"Tom.....kamu dimana??"
"Aku meluncur ke Rumah sakit".
"Okey....kita bertemu disana".
Tanpa menunggu lama Samuel mengendarai mobilnya menuju Rumah sakit dimana Ricky dirawat.
****
"hai Ric....selamat datang di dunia lagi". ucap Tomi.
Ricky hanya diam saja, tapi matanya menyorot tajam ke arah Tomi. Wajahnya masih pucat, selang infus masih menancap di tangannya.
"Dia hanya bercanda Ric, jangan kamu ambil hati. kita sangat senang kamu sudah sadar Ric...". ucap Samuel.
Seperti biasa, Ricky hanya diam dengan bibir yang mengerucut. Entah apa yang ada dipikirannya.
" Kapan aku pulang??". Tiba-tiba Ricky mengeluarkan suara.
" Kamu masih barusan sadar setelah kecelakaan Ric. Kamu masih harus dirawat disini". ucap Tomi.
__ADS_1
"Benar apa yang dikatakan Tomi, kamu masih harus istirahat disini. jika kamu pulang siapa yang akan merawatmu". jelas Samuel.
"Aku tidak suka ada disini. ngapain juga aku dibawa ditempat ini !'.
"Hey Ric...kamu terluka parah. Kalau tidak dibawa ke Rumah sakit memangnya mau dibawa kemana lagi?" ucap Tomi
" Memangnya kamu sudah lupa apa yang aku sukai dan yang tidak aku sukai. Apa aku harus menjelaskan lagi..." kata Ricky setengah berteriak
Dalam keadaan seperti ini dia masih keras kepala sekali. Memangnya dia itu Superman apa. Kalo tidak ke rumah sakit memangnya dia bisa mengobati dirinya sendiri.....batin Tomi.
"Kita tahu Ric....tapi keadaan mu sangat parah setelah kecelakaan itu. jika kamu tidak cepat ditangani kamu bisa meninggal dunia." ucap Samuel
" Kalo mati kan tinggal dikubur....ngapain susah-susah".
" Kamu jangan berkata seperti itu Ric.....kamu tidak memikirkan nenek. Apa kamu ga ingin berkumpul lagi dengan kita??'. ucap Samuel
"Semua orang juga bakalan mati. Sekarang atau nanti pasti mati juga kan...".
"Kenapa kamu keras kepala sekali sih Ric....Tuhan masih sayang dengan nyawamu. kita juga sayang sama kamu. Tidak bisakah kamu memikirkan kita juga. Jika saja gadis itu tidak cepat menolongku dan membawa mu kesini, bagaimana nasibmu".
"Jika gadis itu tidak cepat-cepat memberikan bantuan dengan darahnya, kamu juga bakalan end" .
Astaga......kamu melakukan kesalahan Tomi. batin Samuel
Tomi segera menyadari kesalahannya, dengan cepat dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Tanpa berkata-kata lagi, Tomi segera pergi dari ruangan Ricky dirawat.
"Apa maksudnya??' tanya Ricky.
Percuma ditutupi nanti juga Ricky pasti tahu kebenarannya. Mungkin tidak ada jalan lain bagi Samuel untuk mencari alasan lagi. Akhirnya Samuel menceritakan semuanya. Mulai dari dia kecelakaan. Gadis yang membawanya ke rumah sakit hingga bantuan darah yang diberikan oleh gadis itu.
Ricky mendengarkan semua cerita Samuel dengan seksama. Walaupun semakin lama nampak kekesalan dan amarah di wajah Ricky. Toh semua sudah terjadi, terpenting saat ini Ricky sudah selamat dan sadar kembali.
Samuel menceritakan semua tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Bahkan Samuel juga memberitahu kalau gadis itu diterima kerja di cafenya. Semakin membelalak mata Ricky mendengarnya.
"Apa kamu sudah gila Sam??"ucap Ricky
"Tidak ada jalan lain Ric. Dia sudah berjasa menolong nyawamu". jelas Samuel membela Rosa.
"Kamu tidak mengenal gadis itu Sam. Kamu jangan sampai diperdaya dengan wajah polos gadis itu. Kamu tidak ada seluk beluk dan apa yang direncanakan oleh gadis itu".
"Gadis itu baik Ric.....aku tidak akan salah menilainya".
"Jangan sok baik. Kamu akan merasakan akibatnya karena sifat baikmu itu".
__ADS_1
"Kita berhutang banyak dengan dia Ric, jangan lupa itu".
"Cciiihhhh......" sahut Ricky yang kelihatan semakin emosi.
"Dia sudah banyak menolong mu Ric, hargai dia. Apa yang dilakukannya tidak bisa diganti dengan apapun. Nenek pasti setuju dengan kata-kata ku".
"Berapa uang yang dia minta?"
"Dia tidak mau, Aku sudah menawarkannya".
"Licik sekali dia. Apa yang dia rencanakan". tuding Ricky.
"Ric, hentikan kata-katamu. Dia gadis baik Ric. Namany Rosa. panggil dia Oca". jelas Samuel.
"Aku tidak butuh mengenalnya. Kamu tau Sam, hati-hati dengan orang yang baru kamu kenal dan juga semua orang yang ada disekitarmu. Bisa saja mereka hanya pura-pura baik Sam, jangan tertipu dengan akal bulus mereka".
"Aku paham Ric, Aku akan waspada".
Percuma juga aku debat dengan dia. Nanti juga tetap aku disalahkan. Tidak akan ada yang dibenar dimatamu. batin samuel
"Apakah kamu ingin bertemu dengan dia Ric??
" Tidak perlu......mending aku tidur saja"ucap Ricky
" Beristirahatlah Ric.......cepat sehat kembali".
",Heemmmm......"balas Ricky
Saat aku akan membuka pintu, akhirnya aku ingat sesuatu.
"Sepertinya kamu tidak bisa menghindar untuk tidak bertemu dengan Oca, Ric...".
Ricky tidak membalas, hanya saja dengan cepat Ricky menoleh dimana aku masih berdiri didepan pintu sambil bersiap-siap keluar melewati pintu itu.
"Besok nenek datang, dan ingin bertemu dengan gadis itu".
"Whaaaaaattttttt............".Teriak Ricky
Samuel segera memegang handle pintu itu. Tanpa kata-kata lagi Samuel keluar melewati pintu itu dengan senyum di bibirnya.
lihat besok Ric.....batin Samuel
.
__ADS_1
.
.