Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
5. Jika kamu berusaha pasti ada jalan 2


__ADS_3

Samuel


Entah aku sendiri bingung dengan diriku sendiri. kenapa aku dengan mudahnya menolong gadis itu. Tidak salah jika Tomi mengatakan aku gila, setelah aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan membawa gadis itu kerumah sesaat tadi.



Tomi menelponku setengah jam tadi setelah sesaat aku selesai keluar dari kamar mandi. Aku mendengar dering telpon ku berkali-kali. Terpampang tulisan Si idiot dilayar smartphone ku. Memang aku memberi nama Si idiot di kontak ku untuk Tomi, karena dia paling suka mengatai orang dengan kata idiot. Entah lah....



Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku. Sesaat tadi di Rumah sakit, aku tidak melepas pandanganku kewajah gadis itu. Seharusnya tidak ada yang spesial dengan wajahnya. kulitnya sawo matang jauh dari kata putih mungkin dia terbiasa kerja keras di tempat tinggalnya. Hidungnya juga tidak mancung tapi sangat menggemaskan rasanya ingin mencubitnya.



Mata....ya mata gadis itu sendu dan sangat indah. Rasanya aku merasa damai walau hanya menatap matanya. Entahlah....saat dia berbicara dan meminta bantuan kepadaku, aku merasa tidak bisa untuk menolaknya. Aku sangat ingin memeluknya, ingin mengatakan bahwa kamu bisa mengandalkan aku. kenapa??? aku sendiri juga tidak tahu.



Rasa ingin melindunginya terlalu besar, padahal sekali pun aku tidak pernah bertemu dengan dia. Rosa......apa yang kamu lakukan kepadaku hingga seperti ini. wajahmu terasa membekas di pikiran ku.

__ADS_1



Jika Tomi atau Ricky mengetahui perasaan ku, mungkin mereka akan mencaci dan mengolok ku hingga seperti kertas yang di remas-remas. Apalagi Ricky, aku tidak yakin apa yang akan terjadi jika gadis itu hadir didepannya terlebih lagi jika dia tau kalo ditubuhnya telah mengalir darah gadis itu.



Setidaknya hanya itu jalan keluar yang diberikan dokter Andre untuk menyelamatkan hidupnya. Keberuntungan masih berpihak pada Ricky, saat dia membutuhkan darah dimasa kritisnya. Rumah sakit tidak perlu susah-susah untuk mencari darah yang dibutuhkan untuk menyelamatkan dia.



Entah apa yang mendorong gadis itu untuk secepat itu menawarkan darahnya, padahal dia terlihat kusut dan lesuh untuk bertahan berdiri menompang tubuhnya. Dokter Andre segera memanggil perawatnya untuk mengecek darah Rosa memastikan cocok atau tidak dengan darah yang dibutuhkan saat itu. Akhirnya perawat itu secepatnya mengambil darah gadis itu untuk diberikan kepada Ricky yang terlihat tidak sadarkan diri dengan luka-luka di tubuhnya.




Besok aku akan membawamu ke cafeku dan mengerjakan dia disana. Semoga dia betah bekerja disana. Setidaknya dengan dia kerja dan tinggal disana, aku merasa lega bahwa dia aman disana, dan aku masih bisa memandangnya walaupun hanya sekejap.


__ADS_1


Aku tidak tahu perasaan apakah ini. apakah aku jatuh cinta?? tidak mungkin. Mana mungkin baru 2 jam tadi aku bertemu dengan dia lalu secepat itu aku jatuh cinta. Disekitar ku banyak wanita yang lebih cantik dan indah dipandang daripada dia. Ataukah rasa iba??? mungkin juga.



Pikiran ku sudah lelah hari ini. Setelah tadi siang sudah banyak pekerjaan yang aku kerjakan. Saat aku akan menemui Vanya, aku mendapat kabar dari sekretaris ku bahwa Ricky kecelakaan. Secepatnya aku menuju Rumah sakit setelah aku mengabari Tomi tentang kecelakaan itu. Tidak lupa juga aku membatalkan acara makan malam ku dengan Vanya. Walau Vanya menolak aku tetap membatalkannya, karena bagiku Ricky lebih penting daripada dia. Berbagai kata ancaman dan cacian yang diucapkan Vanya terhadapku, karena dia tidak terima acaranya aku batalkan.



Vanya.......aku tidak pernah menjanjikan apapun kepadamu. Bahkan aku tidak pernah mengatakan kalo aku mencintaimu. kamu tetap aku anggap sebagai teman masa keciku. kamu sudah seperti adikku walaupun aku tau kalau kamu sangat mencintaiku. Maafkan aku Vanya, entah sampai kapan aku bisa membalas perasaan mu terhadapku.



Lebih baik aku istirahat. Besok masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. besok aku juga akan mampir ke Rumah sakit, semoga Ricky sadar secepatnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2