Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
38. Maafkan aku -1


__ADS_3

"Ca....bisa bicara sebentar" kata Samuel ke Rosa.


" Ya...".


" Ikutlah dengan ku. Sebentar saja". kata Samuel lagi.


Samuel beranjak dari tempat duduknya. Rosa mengikuti langkah Samuel menuju taman belakang.


Ricky menatap kepergian Rosa dengan rasa yang tidak menentu. Hanya saja, Ricky mencoba bersikap tidak perduli. Apalagi ada Tomi dihadapannya.


"Menurutmu.....apakah Samuel akan diterima oleh Rosa??" kata Tomi memecahkan kebisuan mereka.


"Semoga saja" kata Ricky singkat sambil memasukkan minuman itu ke mulutnya.


"Asal kamu tau Ric....Samuel sangat mencintai Rosa. Dan aku melihatnya sejak mereka pertama kali bertemu".


" Benarkah?" ucap Ricky dengan acuh.


Apakah kamu juga tau seberapa dalam rasa sakit ku saat menerima kebenaran itu semua Tom....batin ricky.


"Semoga perasaanya terbalaskan oleh Rosa".


"Heeeemmmmm..."


Hanya itu yang mampu diucapkan oleh Ricky.


"Besok kamu ada acara ca??" ucap Samuel setelah sampai di taman belakang.


"Besok??"


"Iya".


" Sepertinya tidak ada".


"Baguslah".


"Maksudnya?"


"Besok aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Apakah kamu mau??".


"Kemana??" tanya Rosa dengan pura-pura.


Padahal Rosa sangat tau apa yang akan dilakukan Samuel saat nanti mereka pergi.


"Ketempat yang pastinya kamu suka".


"Baiklah"


" Besok aku menjemputmu pukul 7 malam"

__ADS_1


"Okay".


Setelah itu Samuel kembali pada tempatnya. Sedangkan Rosa kembali ke ruang belakang untuk melanjutkan pekerjaannya.


****


Kira-kira pukul 5 tadi Samuel dan Tomi meninggalkan rumah Ricky. Rosa tidak menampak kan diri saat mereka akan pergi.


Ricky kembali ke kamarnya dengan langkah gontai. Direbahkan tubuhnya diatas ranjang sambil memandang matahari yang mulai tenggelam di telan awan hitam melalui jendela kamarnya.


Maafkan aku .... aku tidak akan bisa membuat mu bahagia. Biarlah semua terjadi seperti ini. Asal kamu tau....saat kamu terluka akupun merasa terluka sangat dalam.


Aku akan belajar menjauh darimu agar semua akan menjadi lebih mudah.


Sesaat kemudian Ricky beranjak dari rebahannya kemudian masuk ke kamar mandi. Mungkin setelah mandi pikirannya akan jernih kembali.


Pukul 7 Ricky melangkah menuruni anak tangga menuju meja makan. Disana sudah tersaji aneka makanan kesukaan Ricky. Pastinya semua ini dimasak oleh Rosa.


Ricky celingukan mencari sosok Rosa. Setelah tadi Rosa berbincang dengan Samuel, Ricky tidak menemukan sosok Rosa. Biasanya Rosa akan memanggilnya saat waktunya makan malam dan ikut makan satu meja dengan Ricky.


Tapi hari ini suasana nampak sepi tanpa kehadiran Rosa.


Ricky beranjak dari tempat duduknya. Membatalkan acara makan malamnya. Dia menuju ruang belakang saat melihat pak Harun duduk santai sambil membaca koran.


"Malam pak".


"Malam nak Ricky". jawab pak Harun terkejut dan segera berdiri dari tempat duduknya.


"Oh....nak Rosa ada dikamarnya. Katanya capek dan ingin tidur".


"Tidur?? Sejak kapan dia tidur sore?"


Pak Harun hanya diam sambil menyaksikan Ricky berjalan menuju kamar Rosa.


Tok...tok...tok


Tidak ada jawaban


Tok...tok....tok.....


Ricky mengetuk kembali pintu kamar Rosa.


Tetap sunyi tidak ada jawaban sama sekali.


"Rosa....apakah kamu sudah tidur??"


Hening


"Aku tidak akan makan jika kamu tidak keluar"

__ADS_1


Tetap hening tidak ada jawaban.


"Aku tunggu kamu di ruangan depan. Aku tidak akan makan sampai kamu keluar....kamu dengar kan".


Percuma saja....keadaanya masih tetap sama


Tidak ada cara lagi.


Ricky segera berbalik badan berniat beranjak dari kamar Rosa.


Namun sedetik kemudian pintu itu terbuka, Rosa keluar dari kamarnya dan berlalu melewati Ricky yang masih berdiri di depan kamarnya seakan tidak perduli kalo ada Ricky di situ.


Rosa melangkah menuju ruang makan. Segera menuju rak untuk mengambil sebuah piring dan gelas.


Ricky diam menyaksikan tingkah Rosa yang diam seribu bahasa. Ricky hanya duduk diam ditempatnya seperti anak kecil yang dihukum setelah melakukan kesalahan.


Rosa meletakkan piring tepat diatas meja didepan tempat Ricky duduk. Kemudian mengisi gelas dengan air putih dan meletakkannya disamping piring tadi.


"Cepat makan". kata Rosa singkat.


Ricky masih diam tak berkutik. Ditatapnya Rosa yang diam duduk manis disebelahnya tanpa melihat Ricky sedikit pun.


"Baiklah...kalo kamu tidak makan. Aku mau tidur". ucap Rosa segera berdiri dari tempat duduknya.


"Kenapa piringnya cuma satu? kamu tidak makan??" kata Ricky.


"Aku sudah makan mie tadi. Sekarang aku ngantuk, mau tidur".


"Kamu sudah makan? kenapa tidak mengajak aku?".


"Apakah aku harus melakukan semuanya dengan mu??"


"Biasanya kamu selalu mengajakku".


"Belajarlah melakukan semua sendiri seperti waktu kamu belum mengenalku. Toh tidak selamanya aku ada disini".


Ricky terdiam


"ya...kamu benar. Selama ini aku bisa melakukannya sendiri. Kenapa aku bisa lupa".


Kini ganti Rosa yang terdiam.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤️


__ADS_2