Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
39. Maafkan aku -2


__ADS_3

"Besok aku ijin untuk keluar. Aku ada janji dengan Samuel. Mungkin aku agak malam pulangnya".


"Pergilah.....kamu tidak perlu minta ijin ke aku"


Ricky membatalkan makannya. Tiba-tiba rasa lapar itu hilang berganti dengan sayatan yg sangat menyakitkan. Luka yg ada dihatinya terasa sangat dalam, seperti halnya Rosa.


mereka sama-sama tersakiti dalam diam.


Ricky segera beranjak dari tempat duduknya. Berdiri membelakangi Rosa yang masih duduk ditempatnya.


"Aku makan nanti saja. Besok aku juga ada acara dengan temanku. Selamat bersenang-senang" ucap Ricky dan segera melangkahkan kakinya meninggalkan Rosa yang masih terdiam.


****


Rosa


Rosa memasuki kamarnya. Duduk terdiam


Apa yang kamu harapkan Rosa. Kenapa kamu selalu berharap dan terus berharap.


Kamu tau bahwa semua itu tidak mungkin terjadi.


Sadarlah kamu itu siapa. Kamu hanya gadis miskin dari kampung.


Kamu bisa menikmati semua ini karena keberuntungan.


Keberuntungan ataukah karena kasihan??


Semua itu sama saja bagiku, tidak ada bedanya.


Jika kamu sadar dengan semuanya, kenapa kamu masih merasa sakit hati dengan kenyataan yang sebenarnya.


Kamu berharap ada cinta yang tumbuh dihati Ricky untukmu??


Kamu bermimpi Rosa.


Bangunlah.....bangunlah dari mimpimu yang sia-sia.


Kamu tidak cantik


Kamu tidak seksi


Kamu tidak berpendidikan tinggi


Apa yang kamu punya???


Apa yang kamu suguhkan??


Hingga kamu berharap seorang laki-laki yang sangat jauh berbeda darimu

__ADS_1


Cinta


Apakah cintamu sungguh berati baginya??


Apakah cintamu bisa membuat jaminan bahwa dia akan bahagia dengan mu??


Apakah kamu yakin dia takkan menderita hidup dengan mu yang serba kekurangan??


Berhentilah Rosa.....berhentilah


Kamu tidak pantas untuknya


Kamu tidak pantas untuk sakit hati


Kamu tidak pantas marah dengan keadaan


Memang itulah dirimu.


Tanpa terasa air mata telah menetes di sudut matanya.


Perlahan-lahan air mata itu keluar semakin deras.


Kenyataan hidup memang sangat sulit untuk diterima. Begitu pula dengan Rosa.


Kurang 1 minggu lagi Rosa tinggal di rumah itu. Sesuai perjanjian yang telah dia sepakati dengan Ricky.


Direbahkan lah tubuhnya diatas ranjang. Disekanya air mata yang membasahi pipinya dengan lengan bajunya.


Rasa lelah telah menggelayuti hatinya. Besok dia harus pergi dengan Samuel sesuai janjinya tadi. Rosa juga harus menyiapkan kata dan hatinya untuk berjaga-jaga jika Samuel menyatakan perasaannya.


Kenapa harus Samuel yang jatuh cinta kepadanya, kenapa tidak Ricky. Laki-laki sombong yang dulu sangat di bencinya. Laki-laki yang dulu sering menghinanya.


*Apakah aku terlalu kejam jika menolak perasaan Samuel??


Dia laki-laki yang baik....sangat baik.


Seandainya cinta itu muncul karenanya, mungkin aku tidak akan sesakit ini.


Dulu aku memang sangat tertarik dengannya.


Tapi aku pun menyadari bahwa perasaan itu hanya rasa kagum bukan cinta.


Walaupun dicintai oleh Samuel adalah berkah bagi orang lain. Tapi bagiku tidak...


Aku tidak ingin menyakitinya dengan pura-pura mencintainya.


Jika nanti aku menyakitinya, aku pun akan kehilangan orang yang sangat baik bagiku.


Biarlah semua berjalan seperti adanya.

__ADS_1


Aku ingin tidur....aku ingin istirahat.


Besok biarlah besok....aku tidak ingin memikirkannya malam ini*.


Diambilnya ponsel yang ada diatas meja. Mencoba mencari aplikasi music yang ada di ponselnya. Setelah mencari-cari lagu yang dicarinya, akhirnya ketemu juga.


Sayup-sayup terdengar lantunan lagu yang tidak asing baginya. Rosa selalu melantunkan lagu itu, dan sekarang dia telah merasakan kisah yang ada di lagu tersebut.


Lebih baik diam


dan menghapus dendam


Tak lagi bicara


Agar tak makin terluka


Cinta punya batas


Tidak harus saling keras


Tidak bisa dipaksa


S'gala yang kau ucap bohong


kau lakukan omong kosong


Tak perlu lagi percaya


kau hanya pura-pura


Kita diujung perpisahan


Namun selalu kurindukan


Kau luka yang kurindu


Luka yang kurindu


by Mahen


.


.


.


.


. Happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2