
" Apakah Ricky sering datang kesini??" tanya Tomi.
Duuuaarrr......
Rosa bingung harus menjawab apa. Karena dia tidak pernah diwanti-wanti oleh Ricky.
"Memangnya ngapain aku sering datang kesini? Ga ada yang membuat ku tertarik datang kesini. Dan ga ada yang penting" ucap Ricky dengan tegas. Sepertinya menjawab pertanyaan Tomi barusan.
Rosa termangu ditempatnya berdiri. Entahlah, rasanya ada perih yang dirasakan didadanya karena perkataan Ricky barusan.
Sebenarnya tidak ada yang salah jika Ricky menjawab seperti itu. Karena kenyataannya memang tidak ada.
'Ya Tuhan ...kenapa hatiku terasa sakit. Kenapa aku seakan-akan merasa kecewa mendengar perkataannya' batin Rosa.
Akhirnya Rosa beranjak pergi dari tempatnya menuju dapur. Mengerjakan kembali rutinitas yang dilakukannya setiap hari.
*Ga ada yang penting
Ga ada yang penting
Ga ada yang penting*
Kata-kata Ricky barusan selalu terngiang dalam pikiran Rosa.
Memang Ricky tidak pernah menawarkan persahabatan dengannya. Jika Ricky menyuruhnya untuk duduk menemani selama ini, karena memang dia pelayan di cafe ini.
Toh kenyataannya Rosa tidak ada apa-apa nya bagi Ricky. Itulah kenyataan yang harus diterima oleh Rosa.
Apa yang kamu harapkan Rosa
__ADS_1
Kamu harus sadar siapa dirimu
Sadarlah dimana tempat mu harus berada
Kamu bukan apa-apa, bukan siapa-siapa
Kenapa kamu harus sakit hati
Sebagai teman saja tidak pantas apalagi mengharap lebih.....Jangan mimpi Rosa
Itulah suara yang ditekankan dalam hati Rosa. Tanpa terasa telah menetes butiran bening di sudut matanya. Rosa menangis.....menangis setelah menyadari kenyataan yang sedikit ia lupakan.
***
Rosa
Sekitar 2 jam lalu mereka bertiga sudah meninggalkan cafe. Hanya Samuel yang datang menghampiri ku di dapur untuk berpamitan.
waktu terus berjalan, tak terasa waktu untuk menutup cafe. Rasanya ingin sekali aku segera mengistirahat kan tubuhkan diatas pembaringan. Tubuhku hari ini rasanya sangat lelah. Semakin malam aku merasakan panas di sekujur tubuhku.Mungkin aku demam.....
Rosa mencoba bertahan untuk terus membantu teman-teman nya membersihkan cafe.
"Kakak sakit??" tanya Fatma saat diluar cafe bersiap untuk pulang.
"Tidak apa-apa" jawab Rosa.
"Tapi wajah kakak pucat" kata Fatma kembali.
"Aku hanya capek. kamu ga usah kuatir. Setelah ini aku tidur, besok pasti sudah sehat kembali". ucap Rosa menyakinkan Fatma.
__ADS_1
"Beneran kak?? Ataukah aku antar ke dokter dulu ka??" tanya Fatma lagi, terlihat pada mimik wajahnya ada rasa kuatir yang menyergapnya.
"Sumpah....aku baik-baik saja. Kamu cepat pulang, istirahat. kamu juga capek kan??" jawab Rosa.
"Baiklah kak. semoga besok kakak sembuh ya....met istirahat kak" kata Fatma sambil melambaikan tangannya.
Seketika suasana halaman parkir sepi tidak ada penghuni. Rosa segera menutup pintu dan memastikan semua sudah tertutup dengan aman. Segera Rosa menuju kekamarnya.
Pukul 3 malam, Rosa merasakan badannya menggigil kedinginan. Bingung apa yang harus dia lakukan. Padahal tadi dia sudah meminum obat yang tersedia dikotak p3k. Tapi bukan sembuh melainkan keadaanya semakin parah.
Dia bingung meminta bantuan pada siapa. Selain saat ini sudah tengah malam, dan lagi dia tidak punya saudara untuk dihubungi.
Hanya ada telepon cafe yang berada dimeja kasir. Lupakan untuk menelepon Fatma, nomernya saja Rosa tidak menyimpannya. P
Ponsel?? jelas saja Rosa tidak memilikinya. Jangan kan untuk membeli ponsel, setiap gajian Rosa langsung mengirim uangnya untuk keluarganya di Surabaya.
Aku harus bertahan.....aku pasti bisa' ... Rosa mencoba bertahan dengan sekuat tenaga.
Rosa berdiri hendak berjalan mendekati kotak obat untuk mengambil obat yang seperti tadi siang dia minum.
Belum sampai ditempat yang ia tuju. Rosa merasakan pandangan matanya gelap. Dia sudah tidak mampu untuk menahan beban tubuhnya lagi. Sehingga dia jatuh pingsan di depan pintu dapur.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤️