
"Aku tunggu dicafe......lebih baik kamu jangan sampai telat!" Ancam Ricky di dalam sambungan telepon.
"15 menit. okay".bujuk tom mencoba menawar kesepakatan.
"Apa peduliku....walaupun kamu ga datang juga ga masalah. Lebih baik aku ga melihat tampangmu lagi. Bukan kah ke benua Afrika lebih cocok untukmu hidup". ancam Ricky dengan setengah tersenyum.
"Heyyyy.......jangan begitu bro.....apa kamu ga kangen sama aku nantinya?". Tomi mencoba merayu.
"Kamu sudah terlalu banyak omong Tom. Waktumu tinggal 10 menit!" ucap Ricky kembali.
"Seeeettt......kamu yang ngajak ngobrol aku, kok sudah dihitung" protes nya.
" Waktu terus berjalan bro.... pergunakan waktumu dengan baik. kecuali memang kamu ingin sekali pindah ke afrika". ancam Ricky kembali sembari menutup sambungan teleponnya.
Tomi menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tersenyum.
'Lagi kerasukan apa setan itu, tumben banget ngajak ngobrol. Biasanya irit banget klo ngomong.' batin Tomi.
Padahal saat itu Tomi sebenarnya sudah siap didepan meja makan. Tinggal meluncur aja ketempat tujuan.
Sedangkan Ricky sudah berada ditempat duduk kesukaannya sambil menyeruput kopi yang barusan diantar oleh Fatma.
"Dimana gadis itu? kok kamu yang ngantar??" tanya Ricky
Mendengar suara Ricky seperti itu saja, Fatma merasakan ada badai tornado yang menghempas hatinya. Takut, bingung, grogi bercampur jadi satu.
" Kak Rosa masih belanja tu..tu..tuan" jawab Fatma agak gagap.
" Kamu gagap??" tanya Ricky kembali
"Tidak tu..tuu...tuan". jawab Fatma kembali.
"Lalu....kenapa kamu bicara seperti itu?"
" Bicara apa tu...tuan?"
'Aduuuhhh....please jangan tanya lagi dong. Bisa mati jantungan akunya.' Gimana kak Rosa bisa berani berhadapan dengan tuan muda terus-terusan' .suara hati Fatma.
"Kembali nya masih lama??"
"Mungkin sebentar lagi tuan." jawab Fatma.
ya sudah......mungkin itu yang dimaksud Ricky. karena dia tanpa bicara hanya mengibaskan tangannya.
__ADS_1
'percuma aku tanya dia......' batin ricky.
Sudah 15 menit berlalu, Rosa juga belum menampakkan wajahnya. padahal, Ricky hadir lebih pagi ingin bicara sedikit pada Rosa sebelum Samuel dan Tomi datang.
Kenyataannya gadis yang dia tunggu tidak hadir juga, malahan dua berandal itu yang sudah datang. Berjalan layaknya acara fashion show sambil senyum tanpa dosa.
"Hay bro...." sapa Tomi.
"Hay ....." sapa Samuel.
Ricky hanya menatap dua temannya itu. Teman yang selalu ada di setiap hari-hari nya. Karena hanya mereka saja teman yang ada di hidupnya.
"Gimana pekerjaanmu Sam? apakah kamu butuh liburan?" tanya Ricky setelah memastikan mereka berdua duduk ditempatnya.
Samuel agak bingung dengan pertanyaan Ricky
'sejak kapan dia berubah seperti itu?' batin Samuel.
Tidak salah jika mereka berpikir seperti itu. Jangankan tanya perusahaan, tanya kabar pun tidak pernah.
"Baik dan lancar Ric. Kenapa kamu tiba-tiba tanya liburan??" jawab Samuel.
"Apa aku salah jika bicara baik padamu?? Atau kamu memang tidak butuh liburan??" tanya Ricky kembali.
"Tidak Ric...tidak ada yang salah. Aku hanya heran saja kamu bertanya seperti itu". jawab Samuel.
"Kamu beneran mau aku kirim ke Afrika Tom. Lumayan nanti kamu bisa menikah dan menetap disana". kata Ricky kembali.
"Heeeyy....kamu sungguh kejam kepadaku Ric" sahut Tomi sambil mencibirkan bibirnya.
Mereka bertiga melanjutkan obrolannya sambil menikmati secangkir kopi dan makanan yang sudah disajikan oleh Fatma.
Rosa yang barusan datang dengan nafas yang tersengal segera memberikan belanjaannya pada Fatma.
"Mereka sudah datang dari tadi fat?" tanya Rosa sambil melihat ketiga laki-laki itu di balik kaca dapur.
" iya kak. malahan tuan muda Ricky sudah datang sejak kakak berangkat tadi". jawab Fatma.
"Benarkah??" tanya Rosa lagi setengah tidak percaya.
" iya.....sebaiknya kakak segera kesana. Daripada tuan muda marah" usul Fatma.
" iya fat ....tadi jalanan macet. Ada kecelakaan, makanya aku telat sampai sini". jawab Rosa.
__ADS_1
" Cepat kak....dari tadi tuan muda tanya kakak terus soalnya" . kata Fatma sambil menata bahan belanjaan yang dibawa Rosa tadi.
Segera dengan setengah berlari Rosa berjalan mendekati meja mereka.
"Hayyy ......" sapa Rosa.
Ketiga laki-laki itu segera mengarahkan pandangannya ke arah Rosa berdiri.
" Hay ca....barusan datang?" tanya Samuel.
"iya.....jalanan menuju pasar tadi macet, jadi aku telat sampai sini". jawab Rosa.
Padahal tadi di tengah perjalanan, Rosa memutuskan untuk turun dari angkot dan memilih untuk berjalan. Karena jalanan macet sehingga angkot yang di naikinya tidak bisa melanjutkan perjalanannya lagi. Akibatnya Rosa kelelahan sampai di cafe. Berhubung sekilas tadi dia melihat sosok Ricky yang sudah lama tidak dia lihat, akhirnya rasa lelah itu menguap di udara berganti rasa cemas karena Ricky datang saat dia tidak ada.
Hanya Ricky yang tidak membalas sapa rosa. Seperti biasanya dia mengarahkan pandangannya ke jalan raya, seperti ogah untuk melihat Rosa yang berdiri disana.
"Ada yang mau dipesan lagi?" tanya Rosa.
"Tidak ada ca, ini masih banyak makanan disini" ucap Tomi sambil menunjukkan makanan yang ada diatas meja.
"Pooh....iya" jawab Rosa sekenanya.
"Ada perlu lain ca?" tanya Samuel saat melihat Rosa masih berdiri ditempatnya.
Rosa semakin gelagapan mendengar pertanyaan Samuel barusan. Rosa bingung harus melakukan apa. Apakah dia harus duduk bertiga dengan mereka, karena biasanya Ricky meminta dia datang jika laki-laki itu datang ke cafe. Ataukah dia harus pergi??.....
"Eeee.......tidak ada. Apakah aku harus pergi??" tanya Rosa bermaksud Ricky menjawab kebingungan dia. Kenyataannya Ricky tidak bergeming, angkuh seperti dulu.
"Ya ca.....kurasa pekerjaanmu masih banyak kan??" kata Samuel.
"iii...iya. Baiklah aku tinggal dulu ya...." sahut Rosa memutuskan untuk pergi dari sana.
"Ca.....aku mau tanya sesuatu?" kata Tomi tiba-tiba, sesaat sebelum Rosa mulai melangkahkan kakinya meninggalkan mereka.
" yaa...." jawab Rosa.
" Apakah Ricky sering datang kesini??" tanya Tomi.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤️