Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
55. Menolak tapi berharap


__ADS_3

"Kurasa kamu sudah tidak ada kepentingan lagi disini....pergilah" ucap Ricky.


"Wajahmu pucat Ric...kenapa kamu masih memaksakan diri bahwa kamu baik-baik saja" gumam Rosa dalam hati.


Kamar itu masih tercium bau alkohol yg sangat kentara. Wadah minuman itu pun masih tegak berdiri diatas meja kayu yg berada disamping ranjangnya.


Rosa tidak bergeming hingga Ricky berjalan menuju pintu dan menginsyaratkan Rosa untuk keluar dari kamarnya.


Namun tiba-tiba


Bruuukkk.....


Tubuh Ricky ambruk disamping pintu yg tadi dibukanya.


Tanpa komando Rosa meloncat dari tempat duduknya, meraih tubuh Ricky dan berteriak


"Pak haruuuuunnnn....toloooooongggg......siapapun tooolloooonggg" suara Rosa sangat memekik kan telinga.


"Ric.... Ricky.....bangunlah Ric.....aku mohon buka matamu.......Ric" kata Rosa dengan berderai air mata.


Terdengar suara langkah orang berlari menuju kamar Ricky. Pak Harun dan Bik Mina. Memang hanya 2 orang saja yg bekerja di rumah Ricky.


"Kenapa nak Ricky ??"


"Tiba-tiba saja dia ambruk pak ..... tolong pak"


" Ayo kita angkat ke ranjang.....buk telpon dokter Andra sekarang".


"Iya pak".


****


Dokter selesai memeriksa kondisi Ricky


Rosa masih terdiam dengan kecemasan yg sangat kentara.


"Jangan cemas, tuan muda hanya kelelahan. Usahakan dia istirahat di tempat tidur. Jangan biarkan dia melakukan aktivitas apapun. Jangan lupa obatnya diminumkan, agar kondisinya cepat pulih"


"Baik dok" ucap pak Harun sambil menundukkan kepalanya.


Dokter Andra memicingkan matanya menatap Rosa dengan tatapan selidik. Kemudian dokter Andra melangkah mendekati Rosa yg duduk di sofa sambil meremas tangannya sendiri dengan tatapan yg tidak lepas dari Ricky.


"Apakah kamu Rosa" tanya dokter Andra

__ADS_1


"Eeeh....iya dok".


"Kemarin lusa saat aku memeriksa tua muda, dalam keadaan tak sadar dia selalu memanggil namamu. Aku rasa kamu sangat berarti baginya. Tolong rawat dia dengan baik. Dia pasti ingin kamu selalu ada disampingnya".


"Iii...iiiyaaa dok" kata Rosa dengan perasaan yg tidak karuan sehingga dia masih belum sadar dengan maksud ucapan dokter Andra.


"Baiklah....saya pergi dulu. Ingat....jangan lupa obatnya diminumkan ya" kata dokter Andra sebelum meninggalkan kamar itu.


Pak Harun menemani donter Andra menuju mobilnya yg terparkir di depan teras.


Rosa mengganti baju atasan yg dikenakan Ricky, membasuh badan Ricky yg basah oleh keringat.


Mengompres dengan handuk kecil di kepalanya, memijit tangan dan kaki Ricky dengan telaten.


*****


Senja datang membawa awan kelabu untuk mengusir awan biru diangkasa. Rosa menyaksikan perubahan waktu dengan berdiri tepat dimana biasanya Ricky menghabiskan waktu kesendiriannya selama ini.


Rosa meresapi kembali tiap kata yg diucapkan dokter Andra tadi, hingga dia tidak menyadari ada sepasang sorot mata yg memandangnya dengan rasa yg sulit diartikan.


Tatapan Ricky berkelana menyusuri seluruh kamarnya. Botol minumannya telah lenyap dari tempatnya. Bersih tak tersisa.


"Kenapa kamu masih disini??" ucap Ricky dengan tajam sehingga mampu membangun kan Rosa dari lamunan panjangnya.


"Heyy....Apa kamu sudah benar-benar tuli haahh".


"Sudah jangan banyak bicara....mau ataupun tidak mau, aku akan tetap disini......merawatmu hingga sembuh".


"Aku tidak mau".


"Terserah.....tapi aku akan tetap disini walaupun kamu mengusirku". ucap Rosa sambil kembali duduk dikursi yg ada disebelah ranjang Ricky.


"Aku sudah membuatkan mu bubur, ayo makan.... aku suapin ya". ucap Rosa sekali lagi.


Sebelum itu, Rosa menata bantal untuk membantu Ricky dengan posisi duduk yg nyaman sambil bersandar pada tumpukan bantal yg ditata oleh Rosa.


Harum wangi tubuh Rosa tercium oleh alat penciuman Ricky. Wangi yg mampu membius Ricky hingga menuruti semua yg diperintahkan Rosa kepadanya.


Menyuapi Ricky, membantunya minum obat, semua sudah selesai dengan mudah. Tanpa ada penolakan dari Ricky sedikitpun.


"Istirahat lah.....aku akan tetap disini menunggumu hingga bangun kembali" ucap Rosa sambil meraih selimut yg berada di ujung kaki Ricky.


"Kenapa kamu mau merawatku".

__ADS_1


"Karna aku tidak ingin melihatmu dengan keadaan seperti ini. Jika kamu sakit, aku ga bisa bertengkar dengan mu".


"Seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini".


"Apakah aku harus diam dan menunggu kabar duka atas kepergian mu??"


"Mungkin lebih baik seperti itu"


"Kenapa kamu menjadi manusia yg bodoh seperti ini. Kamu sendiri bodoh masih mengatakan aku yg bodoh".


"Heeeyyy....."


"Jangan mengajak bertengkar, badanmu masih lemah. Jelas aku yg akan menang nanti"


"Kamu bilang tidak perduli dengan ku, tp kenapa kamu mau melakukan semua ini".


"Entahlah......mungkin benar katamu. Aku gadis bodoh"


Entah kenapa, Ricky tersenyum saat mendengar Rosa mengolok dirinya sendiri dengan kata bodoh.


"Jika aku tidur, apakah kamu akan pergi dari sini".


"Sudah aku katakan, aku tidak akan pergi dari sini walaupun kamu mengusirku".


"Baiklah.....aku pegang kata-kata mu".


"Jangan banyak bicara .....lekas tidurlah"


Ricky menuruti apa yg dikatakan Rosa. Perlahan dia mulai memejamkan matanya.


Rosa berdiri hendak meletakkan membawa mangkok dan gelas kotor ke dapur. Dengan cepat tangan Ricky meraih jemari Rosa dan menahannya.


"Jangan pergi.....tetaplah disini" ucap Ricky dengan mata terpejam. Genggaman tangan nya sangat kuat, hingga Rosa tak kuasa untuk melepasnya.


.


.


.


.


Happy reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2