Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
56. Obrolan pagi


__ADS_3

Rosa berdiri hendak meletakkan membawa mangkok dan gelas kotor ke dapur. Dengan cepat tangan Ricky meraih jemari Rosa dan menahannya.


"Jangan pergi.....tetaplah disini" ucap Ricky dengan mata terpejam. Genggaman tangan nya sangat kuat, hingga Rosa tak kuasa untuk melepasnya.


Rosa membatalkan niatannya untuk beranjak dari tempat duduknya. Hingga ia terlelap dan meletakkan kepalanya di samping Ricky yg nyenyak tertidur.


*****


1 Minggu berlalu, keadaan Ricky berangsur semakin membaik. Namun jarak diantara mereka masih terlihat sangat jelas.


Menjauh ataupun dijauhi selalu melekat diantara mereka. Tidak ada pembicaraan yg akrab seperti dulu. Canda tawa yg selalu melekat diantara mereka dulu pun sekarang memudar.


"Bunga-bunga yg kamu tanam sangat kangen dengan mu nak Rosa".


"Benarkah pak??".


"Lihatlah.....mereka kemarin layu tidak ada semangat menyambut pagi. Namun sejak kamu datang, mereka terlihat merekah indah".


"Pak Harun bisa aja"


Pagi hari yg cerah, Rosa sangat merindukan situasi seperti hari ini. Menyiram semua tanaman yg dia tanam sewaktu tinggal dirumah ini. Menyambut udara pagi yg sejuk ditengah-tengah bunga yg saling bermekaran sangat indah.


Semua pembicaraan mereka telah di saksikan oleh sepasang sorot mata yg terbesit sebuah kerinduan ingin ikut menikmati suasana yg ceria ditaman nya.


Tidak ada pilihan baginya selain ikut duduk disekitar mereka dan berpura-pura melihat sekitaran halaman nya. Berjalan bolak balik kekanan ke kiri dan duduk kembali ke kursinya.


Hingga yg dinantinya datang juga. Rosa ikut duduk di lantai dekat tempat duduk Ricky berada. Dengan pandangan mata tak terlepas dari bunga-bunga yg barusan ia siram.


"Bagaimana keadaanmu Ric??".


"Sudah lebih baik seperti yg kamu lihat".


"Alhamdulillah.....semoga kamu selalu menjaga kesehatan mu Ric. Jangan minum alkohol lagi"


"Nenek ku aja ga pernah melarang"


"ooohh...iya sih....maaf kalo aku terlalu ikut campur kehidupan mu" ucap Rosa sambil menundukkan kepalanya, menyadari kebodohannya barusan.


Sesaat mereka sama-sama terdiam.


Ricky menyadari kesalahan yg barusan ia perbuat. Harusnya dia tidak berkata seperti itu. Tapi itu lebih baik, dia tidak mau isi hatinya di ketahui Rosa. Secara sampai saat ini Ricky masih belum tau bahwa Rosa hanya berpura-pura menjadi kekasih Samuel.


Samuel pun tidak pernah mengatakan pada Ricky. Selain dia sudah berjanji pada Rosa, dia juga masih berharap Rosa mempertimbangkan rasa cintanya kembali walaupun hanya sedikit.

__ADS_1


"Sampai kapan kamu tinggal disini??" tanya Ricky yg mengulangi kebodohannya kembali.


Kenapa rasa gengsinya selalu mengalahkan rasa keinginannya untuk menahan Rosa berada disisinya.


"Sekiranya kamu sudah merasa sehat dan sudah tidak membutuhkan ku lagi disini".


"Aku rasa aku sudah sehat".


Sebenarnya Rosa ingin sekali mengatakan bahwa dia ingin selalu bisa disini. Menikmati hari bersamanya dan mengusir kesepian yg selalu membayanginya.


Namun bibirnya terlalu takut untuk mengatakan itu semua.


"Baiklah....kalo kamu merasa terganggu dengan adanya aku disini....besok aku akan pergi. Aku akan kembali ke cafe".


"Mungkin sebaiknya seperti itu. Agar tidak ada salah paham antara aku dan Samuel".


"Iya....benar apa yg kamu katakan".


"Bagaimana hubungan mu dengan Samuel?? Tidak ada masalah kan??".


"Tidak ada....kita baik-baik saja".


"Apakah kamu bahagia bersama Samuel??"


"Jelas kamu bahagia dengan Samuel. Dia laki-laki yg baik. Kamu pasti bahagia dengannya daripada denganku" kata Ricky lirih sekali hingga Rosa tak mendengarnya.


"Apa....? Apa katamu??".


"Yang mana??"


" Yang barusan .... kamu bilang apa??"


"Aku ga bilang apa-apa"


"Tadi kamu bilang".


"Telingamu itu yang error".


"Aku jelas mendengar kamu berkata sesuatu".


"Setan kali yg ngomong.....mungkin dia ada disebelah mu".


"Kamu itu yg setan"

__ADS_1


"Whaaaattt.......apa yg kamu bilang??"


"Susah ngomong sama kamu".


"Hey......tadi kamu bilang aku setan".


"Telingamu error mungkin....atau setannya pindah ke sebelah mu".


"Kurang ajar banget nih anak" gerutu Ricky.


Rosa beranjak dari duduknya, berniat pergi dari hadapan Ricky.


"Kamu mau kemana??"


"Kenapa??"


"Aku belum selesai bicara".


"Mau bicara apalagi.....aku mau ke dapur bantu bik Mina".


"Ya udah....pergi sana. Ga ada untungnya juga aku ngobrol Ama kamu disini".


Rosa berlalu dari hadapan Ricky dengan bibir manyun 5 cm kedepan kyak mulut bebek.


"Huuuhhh.....dasar laki-laki sombong, egois, Seenak nya sendiri aja. Dia pikir dia siapa. Tau gitu aku ga belain kesini buat merawat dia" gerutu Rosa sambil melangkah masuk menuju bik Mina yg sibuk mengaduk sayur.


"Ada apa nak Rosa??"


"Ga ada apa-apa bik. Jengkel aja Ama ricky".


"Jangan dimasukin dalam hati, Nak Ricky memang suka godain nak Rosa"


.


.


.


.


.


Happy reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2