Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
12. Kesabaran


__ADS_3

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua akan kembali kepadaNya, begitu juga harta dan nyawa. Jika Tuhan berkehendak, tidak ada yang bisa menghentikannya apalagi manusia sekecil kita. Dilihat dari langit aja kita sebesar kutu apalagi dihadapanNya. Benar kan.....lalu apa yang akan kita sombongkan dengan apa yang kita miliki saat ini


Mungkin itu yang ada di pikiran Rosa saat ini. Dengan setengah berlari Rosa menyusuri lorong demi lorong Rumah sakit. Memang semua tak bisa dipungkiri, betapa sakitnya hati dan perasaan Rosa saat ini. Tiada angin tiada hujan tiba-tiba dia mendapat hinaan seperti itu.


(angin tetap berhembus lah, kalo musim kemarau mana ada hujan.....benar gak sih....hehehe)


Panas sekali wajah Rosa menahan emosi. Tanpa sengaja butiran air mata telah menetes di pipinya. Dengan cepat Rosa menghapus air matanya.


"Ca....tunggu.....ca.......tolong dengarkan aku" teriak Samuel.


"Ca.......tolong jangan cepat-cepat larinya. Kita kan ga lomba lari maraton". kata Tomi.


"Jangan bercanda Idiot" kata Samuel.


Mereka mempercepat langkahnya. Setelah semakin dekat jarak dengan Rosa, Samuel langsung menarik pergelangan tangan Rosa. Direngkuhnya gadis itu dalam pelukan Samuel


Tomi .......jelas saja Tomi melongo tanpa bisa berkata apa-apa saat memandang kejadian itu.


please.......apa yang kamu perbuat Sam. Jangan katakan kalo kamu menyukai gadis itu. Bukan...bukan.....atau bahkan kamu sedang jatuh cinta dengan gadis itu??


Kira-kira itu lah kata yang ingin diucapkan Tomi kepada Samuel dengan bahasa isyarat matanya.


Cetakkk........Tiba-tiba Samuel mendaratkan pukulan jari di kepala Tomi.


Jangan asal bicara kamu idiot......perbaiki otakmu sebelum bicara yang tidak tidak.....balas Samuel dengan bahasa matanya


(Mereka ini ahli juga ya dalam berkata hati. Hanya dengan saling bertatap mata, mereka paham dengan maksud hati masing-masing)


"Dengarkan penjelasan kita dulu ca.....semua itu bisa kita terangkan" kata Samuel


"Ya ca.....Dengarkan penjelasan kita dulu.....walaupun aku ga tau sih harus gimana cara menjelaskannya. Karena memang Ricky itu seperti itu.....kejam seperti pembunuh berdarah dingin" kata Tomi seperti biasa berkata tanpa berpikir.


Cetak......sekali lagi Tomi mendapat pukulan di kepalanya.


"Kita cari tempat duduk dulu ya......kita akan menjelaskannya. Jangan nangis ya....." rayu Samuel.


Tanpa melepaskan tangan Rosa, Samuel menuntun Rosa mendekati kursi yang ada di taman Rumah sakit itu.


Tomi bingung harus berkata apa. Bingung melihat kedekatan kakaknya dengan gadis itu.

__ADS_1


Ada apa sih ini sebenarnya?????? pikir Tomi


Kemudian mereka duduk bertiga. Diam tanpa ada kata-kata yang terucap.


"Ca.......Maafkan Ricky ya...."


Aku mewakili Ricky untuk minta maaf ke kamu". ucap Samuel lagi.


"Iya ca......tapi klo aku jadi kamu, mending tadi Ricky kamu lempar sandal. Biar kapok sekalian" ucap Tomi dengan gamblang.


Bocah edan.....Samuel


"Ca ..... Ricky itu sebenarnya anak baik. Keadaan lah yang membuat dia berubah seperti itu". ucap Samuel lagi


Akhirnya Samuel menceritakan semua permasalahan kenapa Ricky berubah menjadi seorang yang keras kepala, jahat dan tak berperikemanusiaan. (Jangan ditambahi yang adil dan beradab ya...hehehe).


Dengan perlahan Samuel menjelaskan semua. Seharusnya Samuel tidak segamblang itu membuka semua rahasia dalam keluarga Ricky. Tapi apa boleh buat, Samuel sangat percaya dengan Rosa. Samuel sangat yakin bahwa Rosa mungkin bisa menyadarkan Ricky kembali .


Entah apa yang membuat Samuel berharap demikian. Apakah setelah melihat perlawanan Rosa tadi terhadap Ricky?? Ataukah karena Samuel bangga dengan Rosa yang mampu melindungi dirinya dan membalas perkataan Ricky??? Entahlah......


Sedikit demi sedikit tangis Rosa telah reda. Rosa tetap mendengarkan semua kata Samuel.


"Sebaiknya aku pulang ke cafe saja sam" ucap Rosa


"Kamu belum makan ca" kata Samuel.


"Tidak usah".


"Aku sudah mendapatkan sarapan ku" ucap Rosa.


"Kapan kamu sarapan ca?? kenapa kamu ga ajak aku??"


Mereka sama-sama menatap Tomi.


"Hei......jangan katakan kalian tadi sudah sarapan bersama ya. Kenapa kalian tidak mengajak aku??? sumpah....kalian kok tega sih. Makan ga ajak aku" kata Tomi sambil merajuk.


Cetakkk......sekali lagi Tomi mendapatkan pukulan dari Samuel.


Rosa tertawa melihat kelakuan kakak beradik didepannya.

__ADS_1


"Sampai kapan otakmu dibiarkan nganggur ha! Otak itu dipake buat berpikir, jangan mulut mu aja yang dipake mikir" tegas Samuel.


"Kenapa sih kamu kejam sama aku. Jangan lupa aku ini adikmu kak.....aku ini bukan musuhmu. Berapa kali kamu memukul kepalaku, klo kepalaku kamu pukul terus kapan aku bisa berpikir" protes Tomi.


"Ya ampuunnn......kenapa Engkau memberikan aku adik yang idiot seperti ini Tuhan" kata Samuel sambil memukul jidatnya dengan telapak tangannya.


"Sudahlah jangan bertengkar" ucap Rosa sambil tidak berhenti tertawa.


" Ayolah kita cari makan, nanti setelah itu aku antar kamu pulang ca" kata Samuel


"Baiklah" kata Rosa


"Aku ga diajak??" protes Tomi


"Ayo cepatlah.....jangan banyak bicara" ucap Samuel.


Kemudian mereka bertiga bergegas menuju mobil yang diparkir tadi.


Dengan tanpa sepengatahuan Tomi, Samuel tiba-tiba meraih tangan Rosa sambil berkata pelan


"Ca .....maafkan aku yang tadi tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah ini aku akan belajar melindungimu" ucap Samuel lirih dan tak tertinggal senyum yang indah.


Dihadapkan seperti itu, Rosa hanya bisa terdiam membiarkan Samuel menggandeng tangannya.


Setelah sampai mereka segera masuk kedalam mobil. Tomi duduk disamping Samuel yang berada di kursi kemudi. Rosa duduk sendiri dibelakang.


Rosa tahu walaupun Samuel menyetir, sesekali melihat Samuel memandang nya lewat kaca kecil yang ada di bagian depan.


Mobil terus melaju kejalan raya.


.


.


.


.


Happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2