Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
18. Gengsi


__ADS_3

.


"Gak seperti itu Ric"


"Bukannya kamu yang ingin kesini, pingin makan. Sekarang udah nyampek sini kamu ga mau makan.....trus gimana ini" jelas Samuel.


"Apa mungkin kamu punya tujuan lain dengan mengajak kita kesini??" selidik Samuel.


"Eemmmm....betul juga kata Samuel" selidik Tomi.


"Memangnya aku punya tujuan apa maksud kalian. Gara-gara ketemu pelayan kyak dia, bikin ***** makan ku hilang" kata Ricky dengan sinis.


"Sebenarnya hari ini aku juga lagi bahagia tau....berhubung kedatangan orang kyak kamu bikin hari bahagia ku sirna" balas Rosa ga mau kalah.


"Ooooooo.....begitu ya" cetus Ricky dengan tatapan yang semakin tajam ke arah Rosa.


"Memangnya kamu pikir aku seneng gitu liat kamu datang".


"Mending aku melayani 100 pelanggan lain daripada harus melayani 1 orang model kyak kamu" kata Rosa semakin bikin suasana semakin panas.


"Aku pegang kata-kata mu cewek kampungan. Mulai hari ini, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia, aku sendiri yang akan merusak hari-hari bahagiamu," ancam Ricky dengan senyuman sinis.


Permainan apa lagi yang akan kamu lakukan Ricky, kenapa rasa gengsi mu terlalu tinggi, hingga menutup kebaikan yang kamu sembunyikan. Dan kamu Rosa, kenapa kamu harus meladeni Ricky. Padahal aku yakin, jika Ricky serius dengan perkataannya, aku tidak yakin apakah aku bisa melindungimu dari Ricky.....'batin Samuel.


"Ayo kita pergi dari sini" kata Ricky sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Tapi kita belum makan Ric" protes Tomi.


"Apakah kamu ingin makan sebelum aku mencabut nyawamu Tom??" ancam Ricky

__ADS_1


Tomi langsung membelalakan matanya.


'Maaf ca, aku tidak bisa membantumu. Setidaknya nyawaku tidak melayang saat ini. Aku tidak mau jadi mayat yang kesepian karena belum membuktikan ke para gadis kalo aku ini laki-laki jantan' ....pikir Tomi.


Akhirnya mereka bertiga bangkit dari tempat duduknya. Tanpa basa-basi Ricky bergegas meninggalkan cafe dengan hati dongkol.


Terpaksa Samuel dan Tomi menuruti perkataan Ricky untuk segera pergi dari sana. Dengan membiarkan Rosa masih tertegun berdiri seperti terakhir mereka beradu.


*****


"Wwaaaaahhhh......ternyata kakak berani juga ma Tuan muda Ricky" sanjung Fatma.


Memang diantara mereka bertiga, hanya Fatma lah yang lebih dekat dengan Rosa. Sering mengajak Fatma berputar-putar kota Jakarta dengan menaiki sepeda motornya. Karena memang hanya itu yang ada. Kadang mengajak Rosa makan dipinggir jalan yang harganya terjangkau dengan kantong mereka.


"Aku heran, kenapa ada laki-laki sesombong dia. Sukanya merendahkan orang lain" kata Rosa.


Memang saat kejadian itu berlangsung hanya mereka berdua yang ada didepan. Yang lainnya masih sibuk didapur menyiapkan bahan-bahan.


"Ngomong-ngomong....kenapa dari tadi kamu menyebut orang sombong itu dengan sebutan Tuan muda??" tanya Rosa heran.


"Kakak bener tidak tahu??" Fatma balik tanya ke Rosa.


"Seriusss......aku ga tahu. Yang aku tau mereka bertiga masih bersaudara kan. Dan Tomi adalah adik kandung Samuel" jelas Rosa.


"Sini aku kasih tahu kak. Tapi jangan bilang kalau aku yang kasih tau ya...." pesan Fatma sambil menarik tangan Rosa menuju ke meja kasir.


"Begini kak........" kata-kata Fatma masih menggantung dengan lagak sedikit berpikir.


Tumben sih anak ini mau cerita aja pake berpikir, biasa nya juga dia malas memakai otaknya untuk masalah-masalah sepeleh......ribet amat' pikir Fatma.

__ADS_1


"Kakak Samuel dan Tomi itu anak dari tangan kanan papanya Tuan muda Ricky. Papanya Ricky adalah orang kaya yang memiliki semua aset perusahaan yang dikelola kak Samuel. Setelah papanya meninggal, semua hartanya ditinggal untuk Tuan muda Ricky. Kebayang gak sih seberapa kayanya Tuan muda Ricky. Dia juga mampu melakukan apapun yang dia mau" cerita Fatma dengan sedikit berbisik.


"Kamu sedang bercanda kan Fatma. kamu jangan nakut-nakuti aku deh" kata Rosa ga percaya dengan cerita Fatma.


Setahu Rosa, Samuel dan Tomi adalah saudara sepupu dengan si sombong itu. Sebagai saudara tentu saja Samuel dengan tangan terbuka menyayangi dan membantu Ricky sebagai saudaranya. Dan ternyata kenyataannya, Samuel dan Tomi lah yang menebeng pada si sombong itu.


"Aku ga bercanda kak, semua itu memang kenyataannya" jelas Fatma lebih menyakinkan Rosa lagi.


"Dan cafe ini, memang kak Samuel yang mendirikan. Tapi semua itu karena permintaan tuan muda Ricky dulu sewaktu papanya masih ada. Mereka sering nokrong di cafe ini sembari mengerjakan tugas-tugas sekolahnya"


"Hingga kak Samuel membeli cafe ini, dengan tujuan agar kenangan mereka tidak akan terlupakan" jelas Fatma panjang kali lebar.


Ya Tuhan......apakah aku melakukan kesalahan besar. Bagaimana jika si sombong itu bersungguh-sungguh dengan ancamannya tadi....bagaimana aku bisa lari dari laki-laki itu. Bodohnya kamu Rosa....' maki Rosa dalam hati meruntuki kebodohannya sendiri.


"Semoga Tuan muda Ricky tidak sungguh-sungguh dengan ancamannya tadi ya kak. Aku hanya bisa membantu dengan doa kak" ucap Fatma dengan membelai telapak tangan Rosa yang sudah basah oleh keringat dingin.


"Aamiin" kata Rosa singkat.


Setelah itu Rosa tidak mampu lagi berpikir apa yang akan terjadi dengan nasibnya dihari-hari selanjutnya.


.


.


.


.


Happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2