
Pukul 12 malam Ricky terbangun. Kepalanya terasa pusing.
Dikerjap-kerjap kelopak matanya mengamati keadaan sekitar. Dia agak setengah lupa kalau dia tertidur di apartemennya.
Diraihnya ponsel yang tergelak di sebelah bantalnya.
Banyak panggilan yang tak terjawab dari Samuel dan tentunya dari Rosa.
Rosa
nama itu kembali terngiang didalam pikirannya.
Menghindar bukanlah solusi dari permasalahannya.
Setelah dirasa kesadarannya kembali. Ricky meraih kunci mobil yang tergelak di atas meja.
Diraihnya ganggang pintu dan segera keluar dari kamar apartemennya.
Setelah setengah jam menyusuri jalan, akhirnya Ricky sampai di halaman rumahnya.
Ricky memasuki rumahnya dengan perlahan hingga nyaris tanpa mengeluarkan suara.
'mungkin pak Harun dan Rosa sudah tidur'...
batin ricky.
Ricky tidak langsung menuju kamarnya, melainkan melangkah kan kakinya menuju dapur.
Perutnya terasa lapar karena mulai siang tadi belum makan sampai tertidur tadi di apartemennya.
Klik
terdengar bunyi saklar lampu dihidupkan.
"Darimana saja kamu Ric??" Tanya Rosa.
Ricky kaget tiba-tiba rosa sudah berdiri didekatnya.
"Habis nonton"
"Nonton??" tanya Rosa tak percaya.
"Haruskah aku menjawabnya??"
"Kalo kamu tidak keberatan menjawabnya".
"Kenapa juga aku harus menjawabnya". jawab Ricky asal-asal an.
__ADS_1
"Baiklah....aku tidak memaksa". rosa sudah bersiap untuk pergi dari situ dengan perasaan kecewa.
Ricky dengan cepat meraih pergelangan tangan Rosa untuk mencegahnya pergi.
"Jangan pergi"
"Kenapa?!"
" perutku lapar. Buatkan aku makan"
jawab Ricky dengan tampang memelas.
'Hanya ada mie instan. Kamu mau???"
" Mau....daripada aku kelaparan"
Rosa segera memasak
10 menit kemudian mie instan sudah tersedia di atas meja.
"Duduklah disini.....temani aku makan"
Sergah Ricky saat melihat Rosa akan beranjak dari situ.
Rosa pun menuruti keinginan Ricky.
'Ada apa dengan mu Ric?' tanya Rosa didalam hati.
"Sudah".
"Tadi aku berkali-kali menelponku".
"Benarkah?? Maaf tadi aku sibuk dengan temanku jadi aku tidak melihatnya" jawab Ricky sambil memakan mie nya.
"Ooooohhhh"
"Rosa...."
"Heemmmm"
Diraihnya jemari Rosa yang berada di atas meja.
"Jika aku mengatakan aku mencintaimu..... apakah kamu percaya??".
"Aaaa...aappp...apaaa maksudmu;"
Rosa tiba-tiba tergagap kehilangan suaranya. Semua ini terlalu tiba-tiba.
__ADS_1
"Aku mencintaimu ..." ucap Ricky seraya menatap Rosa dengan tajam.
Rosa hanya bisa terdiam. Menatap kedalam kelopak mata Ricky untuk mencari kebohongan dari mata itu.
"Aku tidak tau apakah saat seperti ini akan terulang lagi nanti. Apapun yang terjadi bahagialah Rosa......dengan melihatmu bahagia akupun ikut merasakan kebahagiaan itu".
Dibelainya rambut yang ada dipuncak kepala Rosa dengan lembut.
"Aku ingin mencabut kata-kata ku yang kemarin aku ucapkan ke kamu ca....Jangan terus ada disampingku jika kamu terluka. Kamu bebas pergi jika memang kamu ingin pergi dariku. Kamu gadis yang baik ca, kamu pantas untuk bahagia"
Ricky sudah tidak sanggup berkata apapun lagi.
Tanpa menunggu jawaban ataupun kata dari Rosa, Ricky pergi meninggalkan Rosa yang masih terduduk bingung mencermati kata demi kata yang diucapkan oleh Ricky barusan tadi.
****
Hari ini hari libur....Ricky menghabiskan waktunya tidur dikamarnya. Hari ini Ricky juga melewatkan sarapan bersama Rosa.
Dibukanya kembali jendela besar itu untuk menikmati pemandangan yang sudah lama tidak ia nikmati.
*Sepertinya aku telah melupakan suasana ini. Angin yang berhembus....
Sepi yang syahdu....
Maafkan aku ca......
Drtttt.....drrrrtttttt*......
terdengar deritan meja karena getaran dari ponsel Ricky yang tergelak di atas meja.
"Hey.....sampai kapan kamu tertidur babi?" ucap Tomi.
"Turunlah Ric.....aku dan Tomi ada dibawah sekarang. cepat turunlah".
"Ngapain kalian kesini??
"Aku sudah menelepon mu berkali-kali dari kemarin!".
"Ooohhhh......"
"Tunggu sebentar....aku akan mandi"
Setelah mandi Ricky segera menemui Samuel dan Tomi di lantai bawah.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤️