Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
30. Maaf


__ADS_3

"Kamu tidak salah. Kamu boleh tanya apapun" balas Ricky sambil menatap kedepan.


"Kamu sendirian disini??"


"Tidak....disini ada pak Harun dan Bik Mina. mereka suami istri".


"Pak Harun??"


"yaa.....nama yang aku pinjam untuk memesan makanan".


"Jadi yang memesan makanan itu kamu??"


"Iya".


"Ooh...jadi kamu juga yang telah mempermainkan aku".


"Tidak......kamu yakin mau mengantarkan kesini jika aku jujur bahwa akulah yg memesan??" tanya Ricky sambil menatap Rosa.


Rosa terdiam. Ditatapnya mata itu dengan teliti.


Ada gurat kesedihan dan kesepian yang terpancar.


"Kita tidak bertemu beberapa hari ini" ucap Ricky kembali.


"Heeemmmm"


"Kita juga tidak bicara beberapa hari".


"Heeeemmm"


"Kamu tidak kangen aku??" tanya Ricky yang spontan membuat Rosa gelagapan.


Rosa bingung harus menjawab apa. Rosa hanya bisa menunduk.


"Mungkin kamu tidak pernah memikirkan aku atau kangen dengan aku."


"Tapi aku jujur merindukan kamu. rindu saat kita bisa saling bicara. Baru sekarang aku merasakan arti kesepian...."


Rosa semakin terdiam. Dia merasakan debaran yang sangat kencang didadanya.


"Rosa.......maafkan aku." ucap Ricky dengan tatapan yang sangat sedih.


ingin rasanya Rosa memeluknya. ingin memegang tangannya untuk menguatkan.


"Maaf....jika kata-kata ku kemarin menyakitimu".


Ricky terdiam sesaat


"Aku tidak sadar dengan ucapanku. aku tidak tahu kalo itu sangat menyakitimu. sungguh....aku tidak berniat seperti itu"


"Memang awalnya aku merasa malu untuk mengakui didepan Tomi dan Sam. Aku tidak ingin mereka berpikir yang aneh-aneh terhadapmu".


Rosa hanya diam dan mendengar semua yang dikatakan Ricky.


"Aku terbiasa sendiri. aku terbiasa melakukan semua yang aku inginkan. Tidak ada yang melarang ku, tidak ada yang mengatakan kepadaku bahwa yang aku lakukan salah. Semuanya terjadi sebelum kamu hadir".

__ADS_1


"Kenapa aku??"


"Hanya kamu yang berani menentang keinginanku, hanya kamu yang berani mengatakan kepadaku bahwa aku salah".


Mereka berdua sama-sama terdiam, sibuk dengan pikiran mereka sendiri-sendiri.


" Kenapa kamu tidak ikut nenek. Biar kamu tidak sendiri disini"


"Aku tidak ingin terus menerus merepotkan beliau"


"Nenek sangat sayang ke kamu"


" Tidak diragukan. Walaupun nenek tidak pernah mengatakan, tapi aku tau kalo nenek sebenarnya juga terluka saat papa meninggal"


" Papa adalah anak kesayangan satu-satunya. seperti halnya aku adalah cucu kesayangan satu-satunya yang dimilikinya".


" Sampai kapan kamu akan seperti ini Ric?"


" Entahlah....." kata Ricky dengan mengambang.


"Seharusnya kamu tidak terus larut dengan kesedihanmu Ric. Seperti yang dulu pernah aku katakan kepadamu".


"Yaaa....yang kamu katakan benar. Tapi aku tidak tau, aku harus memulai dari mana".


"kamu punya Tomi dan Samuel. Kamu bisa mulai dari mereka"


" Aku merasa aneh"


"Kamu memang aneh" kata Rosa tiba-tiba


Ricky langsung menoleh kearah Rosa.


"Aku hanya bercanda....jangan marah ya" kata Rosa.


" Apa kamu sungguh berpikir aku orang yang aneh??"


" Hey.....aku sudah bilang kalo bercanda" balas Rosa sambil menggelitik pinggang Ricky.


"Kamu sudah memaafkan aku?"


" Sebenarnya kamu tidak perlu minta maaf. Aku yang salah. kamu tidak pernah bilang kalo aku adalah temanmu, aku yang salah telah menganggap kamu sudah dekat dengan ku. Sehingga aku merasa sakit hati saat kamu mengatakan aku tidak penting bagimu".


"Apa kamu mau menjadi sahabatku??"


" Hemmmmm......kalo kamu mau aku juga mau" ucap Rosa.


" Sungguh"


Rosa mengangkat jari kelingkingnya, mengharap Ricky membalas untuk mengaitkan jari kelingking nya juga.


"Apa dengan begini kita sudah menjadi sahabat?"


"ya....tentu"


"Aku sungguh mau menjadi sahabatku. Mendengarkan ku jika aku ingin bicara"

__ADS_1


"Tergantung"


" Maksudnya??"


" Tergantung kalo kamu sungguh percaya dengan ku"


"Aku percaya dengan mu"


"Jika Tomi dan Samuel bertanya??"


"Aku harap ini diantara kita saja. Aku sendiri yang akan mengatakan pada mereka suatu saat nanti"


"Terserah kamu saja....yang penting kamu senang"


Sedikit ada perasaan lega dihati Ricky. melihat Rosa kembali baik dengannya, itu sudah membuatnya bahagia.


" Kamu belum makan kan....ayo temani aku makan"


"Aku ????"


" iya....aku sengaja pesan 2, karna aku ingin makan sama kamu"


" Hemmm.....berarti kamu sudah merencanakannya juga ya...."


" Maaf......" ucap Ricky sambil tersenyum.


"Baru sadar ..... berarti ini maksudnya kamu tanya apa yg aku sukai??"


Ricky tersenyum sambil membuka kotak pesanannya.


"Ayo ..... cepatlah makan. Aku sudah lapar"


"Iya...iya Tuan muda Ricky"


" Hey.....kenapa kamu panggil seperti itu"


" ha..ha....ha..ha...kan itu panggilan mu".


" Barusan tadi aku melarang pak Harun n bik Mina memanggilku seperti itu. Jangan sampai aku mendengarnya dari mu....." kata Ricky sambil menggelitik pinggang rosa


" Maaf boossss....aku kan bercanda".


" bosss......kamu bikin masalah dengan ku"


"Iya...iya maaf.....aku kan hanya bercanda"


Mereka berdua sangat bahagia. Dengan ditemani angin malam mereka menghabiskan makanannya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤️


__ADS_2