
Dengan pemikiran yang sangat rumit, akhirnya Ricky memutuskan untuk terbang ke Australia. Nenek sangat membutuhkannya, disini Rosa banyak yang merawat.
"Pak.....aku akan berangkat". kata Ricky sedikit mengambang. Seperti ada rasa yang mengganjal di hatinya.
" Iya nak.... hati-hati dijalan. Semoga nyonya cepet sembuh".
"Aamiin".
Ricky keluar dari rumahnya, saat hendak memasuki mobilnya.
"Pak.....aku titip Rosa. Jaga dia baik-baik. Jika nenek sudah sehat, aku akan secepatnya kembali".
"Iya nak Ricky".
Ricky memang tidak berniat pamit ke Rosa secara langsung. Padahal Rosa juga ingin menyampaikan sesuatu pada Ricky.
Semalam, ibunya menelpon untuk menyuruhnya pulang ke Surabaya. Bapaknya kondisi nya ngedrop, akhirnya dirawat kembali ke Rumah Sakit.
Mau tidak mau, Rosa harus cepat berangkat ke Surabaya. Malam itu juga Rosa memesan tiket Kereta api ekspress untuk pemberangkatan jam 10.
Saat melihat Ricky memasuki mobil, Rosa merasa inilah saat perpisahan mereka. Tidak ada kata yang terucap. Tidak ada perpisahan yang hangat. Semuanya telah terjadi dengan sendirinya.
Rosa sudah membersihkan barang-barangnya yg ada di kamar. Hanya kurang 2 hari masanya tinggal dirumah Ricky berakhir. Tidak mungkin juga Rosa harus menunggu hingga Ricky kembali dari Australia.
Sebentar kemudian, Rosa meraih sebuah kertas dan bolpoint untuk menuliskan kata pamitnya. Seharusnya dia bisa menggunakan ponselnya. Tapi Rosa tidak mau.
Ponsel pemberian Ricky sudah menempati kerdus nya kembali, sama seperti saat pertama kali Ricky memberikannya. Rosa merasa sudah tidak berhak untuk memakainya.
__ADS_1
Ditaruhnya ponsel itu beserta kartu ATM yg berisi uang bantuan dari Ricky dulu ke sebuah tas jinjing kecil. Uang itu masih utuh tanpa berkurang satu sen pun.
Diraihnya tas ransel kesayanganny ke pundak. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, Rosa keluar dari kamar. Lalu menguncinya.
"pak Harun. ...bik Mina".
"Looh....kamu mau kemana nak" ucap bik Mina pada Rosa
"Aku mau pulang ke Surabaya. Bapakku masuk RS lagi".
"Ya Allah....." kata bik Mina
"Sudah kah nak Rosa pamit ke nak Ricky ?" tanya pak Harun.
"Dia takkan perduli pak. Lagian kemarin malam ibuku menelpon memberi tahu, jadi aku tidak bisa pamit ke Ricky".
Mereka semua terdiam sesaat.
" Tapi nak Rosa....."
" Bapak tidak usah kuatir. Aku bekerja disini selama 1 bln menurut perjanjian ku dengan Ricky. Mungkin saat kembali nanti, hari perjanjian itu sudah usai. Aku sudah mengemasi barangku. Mungkin saat nanti aku kembali ke Jakarta, aku tidak kesini lagi bik pak. Aku akan tinggal kembali di cafe". Rosa terdiam sejenak.
"Saya juga minta maaf ke pak Harun dan Bik Mina, jika selama aku tinggal disini banyak melakukan kesalahan. Tolong maafkan semua kesalahan saya".
Pak Harun sudah tidak bisa berkata apa -apa lagi. Pak Harun hanya bisa menundukkan kepalanya. Ada rasa yang hilang sejak kepergian Rosa dari rumah itu. Mereka sudah sangat sayang kepada Rosa seperti anak mereka sendiri.
Jika memang semua harus seperti ini, maka biarlah. Dimana ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Seperti sekarang, mungkin seperti inilah akhir dari kisah ku.
__ADS_1
Aku harus menghapus rasa yang pernah ada untukmu.
Aku harus bisa melupakan semua yang pernah aku lewati bersama mu.
Berteman....aku akan mencoba menjadi teman mu walaupun bukan teman yang baik untukmu. Karna aku sendiri tidak yakin, apakah aku bisa menahan rasaku jika nanti aku bertemu lagi dengan mu.
Selamat tinggal kisah ku.....selamat tinggal Ric....aku telah memutuskan semuanya.
Aku akan berhenti terbang menggapai rasamu.
Aku akan berjalan dengan semestinya, berjalan sesuai dengan kenyataan ku.
Kamu terlalu sulit untuk ku gapai.
Saat aku kembali lagi nanti, semoga semua dapat berjalan seperti yang aku harapkan.
Rosa berbicara dengan hatinya sendiri. Menatap keluar jendela dengan perasaan yang bercampur aduk. Lamunannya terbang bersama laju kereta api yang mulai bergerak meninggalkan kota yang banyak menyimpan segala kisahnya. Kisah yang harus berakhir.
Di negara Australia, Ricky berusaha menghubungi Rosa. Mencoba berkali-kali namun hasilnya tetap nihil. Sebenarnya Ricky ingin menjelaskan kepergiannya yang secara mendadak. Berharap sedikit agar Rosa dapat mengerti. Tetapi Ricky melupakan tentang perjanjian kerja 1 bulan Rosa.
Dengan rasa cemas, Ricky berusaha menghubungi nomer telepon rumahnya. Berharap pak Harun dapat memberitahu keadaan disana.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading ❤️