Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
47. Kecemasan ricky


__ADS_3

Dengan rasa cemas, Ricky berusaha menghubungi nomer telepon rumahnya. Berharap pak Harun dapat memberitahu keadaan disana.


"Hallo ... pak"


"iya nak Ricky" jawab pak Harun dengan rasa kuatir, bagaimana nanti tuan mudanya marah saat diberitahu Rosa telah pergi dari rumah.


"Bagaimana keadaan disana pak?'


Pak Harun bingung harus menjawab apa. Jika berkata jujur pasti tuan mudanya marah dan juga pak Harun tidak tega melihat kesedihan tuannya.


Ingin menutupi tetapi nantinya juga pasti akan diketahui oleh Ricky. Semua nya membuat pak Harun bingung.


"Pak....pak Harun....semua baik-baik saja kan??" tanya Ricky sedikit cemas.


"Tidak nak....semua tidak baik. Maafkan saya".


"Maksudnya gimana pak? tolong jelaskan pada saya".


"Begini nak Ricky...." pak Harun menggantung kalimatnya.


"Katakan pak....ada apa? jangan membuatku penasaran".


"Nak Rosa.....nak Rosa...."


"Rosa kenapa pak? tolong cepat katakan pak, ada apa dengan Rosa". kata Ricky dengan sedikit teriak.


Kata-kata pak Harun membuat hati Ricky berantakan. Perasaan Ricky tidak tenang saat pak Harun menyebut Rosa.


"Nak Rosa .... pergi dari rumah".


"APAAA.....".


"Iya nak Ricky".


"Pergi bagaimana maksud bapak? Aku baru saja pergi, aku sudah menitip kan Rosa pada bapak".


"Begini nak..."

__ADS_1


"Kenapa Rosa pergi pak? siapa yang menyuruhnya pergi? cari dia pak.....bawa dia kembali ke rumah".


"Nak Ricky....saat nak Ricky berangkat ke Australi, nak Rosa mendapat telpon dari ibunya diSurabaya. Bapaknya masuk RS, jadi nak Rosa disuruh untuk pulang ke Surabaya".


"Kenapa Rosa tidak mengabari saya pak? ponselnya tidak bisa dihubungi".


Kenapa kamu marah saat nak Rosa tidak mengabari mu le....sedangkan kamu saja pergi tidak berpamitan ... gumam pak Harun dalam hati


"Sebelum pergi nak Rosa meninggalkan ponsel serta sebuah kertas lembaran di atas meja kamarnya nak Ricky, pak Harun hanya dipesan untuk memberitahu nak ricky jika sudah kembali ke sini".


"Kenapa ponselnya tidak dia bawa pak?"


"Saya tidak tau nak, katanya itu milik nak Ricky jadi dia meninggalkannya".


"Tapi pak...."


Ricky terhenti batal untuk melanjutkan kalimatnya. Seharusnya dia tidak memaksa pak Harun menjelaskannya. semua akan sia-sia jika menanyakan semua kepada pak Harun. Toh pak Harun tidak mengetahui masalah diantara mereka.


"Huuuffttt.....Baiklah pak, terima kasih. Jika nenek sudah sehat, aku akan secepatnya kembali ke Indonesia. Masalah ini biar saya yang urus".


"Iya nak".


"Iya nak Ricky...titip salam untuk Nyonya".


"Iya pak".


Tut....Tut...Tut


Sambungan telpon sudah tertutup.


Walaupun begitu, Ricky tetap tidak bisa memikirkan Rosa. Memikirkan apa yang ada dipikiran Rosa saat meninggalkan rumahnya.


Apakah dia marah padaku??...*Apakah dia akan kembali lagi?? Kenapa dia meninggalkan ponselnya?? Apa dia membenciku??


Seandainya aku bisa menjelaskan semuanya pada Rosa, mungkin keadaannya tidak akan menjadi seperti ini. Jika saja Samuel tidak mencintai Rosa, mungkin saat ini aku bisa menyatakan perasaanku padanya.


Tapi semua tidak mungkin lagi. Samuel lebih berharga bagiku walaupun Rosa juga berarti bagiku.....jika nanti aku harus sendiri dalam hidupku, itu sudah pilihanku. Aku tidak yakin apakah aku bisa memberikan hatiku kepada wanita lain.

__ADS_1


Semoga kamu dan Samuel bahagia. Aku akan menerima semuanya asalkan aku dapat melihat kalian bahagia*.


Ricky hanya bisa menghembuskan nafas dalam-dalam. Memandang awan yang semakin gelap, senja yang pelan-pelan datang menenggelamkan mentari.


Dipandangnya wajah neneknya yang tertidur dengan tenang diranjangnya.


Mungkin......


ingin bertemu masih ada


ingin memeluk masih ada


sayang kini tak bisa


kini kau telah memilihnya


mungkin


saat hatiku masih sayang


salah ku memutus cinta


dan kini ku menyesal


rindu hanya didalam hati


........


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ❤️


__ADS_2