Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
26. Yakinkah kamu??


__ADS_3

Tidak ada yang salah saat cinta hadir


dia datang dengan sendirinya


tanpa bisa kamu menolaknya


hanya hati yang mampu bicara


yakinkah kamu dengan hadirnya??


******


Pagi sudah datang, membawa mentari yang bersinar sangat terang.


Hembusan angin pagi yang membuat manusia malas untuk membangunkan tubuhnya.


Seperti halnya dengan Ricky


entah pukul berapa semalam dia tertidur


sibuk menata pikiran yang terus berkelana.


Kenapa pagi ini sangat panas


apakah aku kesiangan??


*g*umam ricky


Kenapa aku harus ribut, toh aku tidak ada tujuan kemana pun hari ini


Perlahan dia menutup matanya kembali


menarik selimut yang tadi ditendangnya


Diraihnya guling yang selalu setia menemani nya.


Drttttt......drtttt......


terdengar getaran ponsel diatas meja.


namun dihiraukan oleh Ricky


tetap pada posisinya memeluk guling


Drtttt.....Drttttt.......


ponsel kembali bergetar


Dengan malas Ricky meraba-raba meja yang ada disebelah ranjangnya berniat meraih ponselnya.


" Heemmm....." sahut Ricky malas.


" Kamu belum bangun Ric??" ucap laki-laki di seberang telepon.


" Jangan ganggu tidurku".


" Hey .... kamu mau tidur sampai jam berapa?? ini sudah siang Ric".


" Masalah buat mu?? Udah deh ...aku tutup!"

__ADS_1


" Bentar Ric.".


" Apalagi??"


" Kamu kemaren ke kantor?? Ada apa?"


"Ga penting lagi!"


"Sorry Ric. Apa kamu mau ke kantor sekarang?? mumpung aku senggang".


"Malasss".


"Memangnya kamu kemaren kemana?? "Tumben udah siang belum datang ke kantor??"


"Ooohh.....kemaren pagi aku ditelpon pegawai ku. Rosa ditemukan pingsan didepan pintu dapur"


"Aaaapaaaaaa".


"Jadi aku cepat-cepat kesana. Dan aku sudah memanggil dokter kemarin untuk memeriksa Rosa" Samuel mencoba menjelaskan.


" Ric.....Ricky......" panggil Samuel.


Sedetik tadi setelah mendengar dari Samuel bahwa Rosa sakit, dengan secepat kilat ricky melemparkan ponselnya itu ke ranjang dan bergegas lari kekamar mandi.


Entah lah, yang ada dipikirannya dia harus cepat-cepat menemui Rosa.


Tak peduli suara Samuel yang terus memanggil nya. Setelah selesai dari kamar mandi, tanpa basa basi langsung meraih ponselnya kembali lalu mematikan sambungan teleponnya.


Bergegas meninggalkan kamarnya dengan setengah berlari.


Dadanya seperti bergemuruh tidak karuan setelah mendengar kabar kalau gadis itu sakit.


Sedikit demi sedikit hati yang membeku itu mulai mencair dengan sendirinya.


Naluri kasih sayangnya telah mulai muncul ke permukaan.


Mobilnya sudah siap terparkir di depan terasnya. Langsung dibawanya meluncur meninggalkan halaman rumahnya.


*****


Suasana cafe tetap ramai seperti biasanya.


seharusnya Rosa diharuskan beristirahat, namun dia tak enak hati melihat teman kerjanya merasa kesusahan.


Sehingga dia memaksa untuk membantu, walaupun hanya berjaga di meja kasir.


Tak lupa mereka mewanti-wanti Rosa agar tidak ikut mengerjakan lainnya kecuali pekerjaan di meja kasir.


Wajah Rosa tidak bisa berbohong jika dia masih sakit. kulitnya masih pucat, dan matanya semakin sendu.


"Kak.....waktunya makan". Fatma mencoba mengingatkan Rosa.


"Iya" balas Rosa.


" Cepat makan sana, habis itu minum obat kak"


"iya cantik".


" Dan jangan lupa. setelah minum obat istirahat dikamar lagi. Sudah cukup kakak membantu kita hari ini" Mereka berempat ikut menyetujui perkataan Fatma yang ditujukan kepada Rosa.

__ADS_1


" Iya ... iya.....cerewet banget kayak nenek-nenek. Beraninya kalian keroyokan aja" kata Rosa dengan tersenyum.


Terima kasih ya Allah....Engkau memberikan ku orang-orang yang baik di sekitar ku. Doa Rosa didalam hati.


Kemudian Rosa menuju dapur untuk mengambil makanan.


Tentu saja Rosa tidak akan melalaikan pesan dokter kemarin.


Kalau dia sakit terus gimana dengan kerjanya.


Dia tidak mau hanya berpangku tangan dan memanfaatkan orang lain dengan alasan sakitnya.


Setelah sampai di dapur, tidak lupa Rosa mencuci tangannya dulu di wastafel.


Sesaat akan beranjak pergi. Dia telah dikagetkan dengan kehadiran laki-laki sombong yang tegak berdiri di hadapannya.


"Kenapa kamu masih kerja?"


"Hah??"


"Kamu sakit kan? apa kata dokter kemarin?"


Rosa tidak menjawab pertanyaaan Ricky. Malah bergegas ingin pergi dari hadapan Ricky.


"Hey.....aku ngomong sama kamu".


Rosa masih terdiam. Apalagi pintu sudah tertutup oleh Ricky tanpa celah untuk dia pergi.


"Sejak kapan kamu tuli. aku tanya sama kamu, apa kata dokter kemarin??"


"kalau kamu diam saja, akan aku bawa kamu ke Rumah sakit!" Ancam Ricky.


"Memangnya untuk apa kamu tanya itu semua ke aku?" balas Rosa dengan sinis.


"Maksudmu??"


"Ga ada untungnya kamu ngomong sama orang yang gak penting kyak aku kan!"


"Hey......"


"Jangan buang-buang waktumu untuk memperdulikan aku"


"Hey......".


Rosa berusaha untuk pergi dari situ.


Tapi percuma, usahanya sia-sia.


Dengan cepat tangan Ricky mencekeram lengan Rosa dengan kuat. Mencegah Rosa untuk pergi dari hadapannya.


.


.


.


.


Happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2