Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
54. Persimpangan hati -2


__ADS_3

Aku merindukannya....wajah itu hadir didepan mataku. Tolong jangan pergi dari sini. Berusahalah untuk bertahan disini. Jangan tinggalkan aku.......gumam ricky dalam hati


"Aku ingin melihatmu".


"Kamu sudah melihatku"


"Tolong ijinkan aku masuk".


"Kamu mau apa??"


"Aku ingin merawatmu"


"Pergilah.....Aku tidak butuh".


Ricky bersiap menutup kembali pintu itu lagi.


Rosa pun tidak mau kalah, dihalangi lagi pintu itu agar tidak tertutup.


"Aku bilang pergi....aku tidak perlu rasa ibamu".


"Ricky.....Tolong. Setelah kamu sembuh, kamu boleh menghinaku atau memukulku semau mu. Tapi sekarang ijinkan aku merawatmu'.


'Kenapa?? Kenapa kamu ingin merawatmu??"


Katakan kalo kamu mencintaiku .....harap Ricky dalam hati.


"Haruskah ada alasannya??".


"Kita tidak ada hubungan sama sekali. Kamu tidak perlu melakukan itu".


"Aku perduli dengan mu....aku mengkhawatirkan kamu".


"Perduli?? Bukankah kamu bilang tidak pernah perduli dengan ku".


Jleeebbbb


Kata-kata Ricky langsung menusuk kedalam relung hati Rosa.


Semua itu mengingatkan kembali kata yg pernah dia ucapkan.


"Iya....Aku pernah berkata seperti itu. Maafkan aku......" Rosa telah kehilangan separuh kekuatannya hanya gara-gara kata yg diucapkan Ricky barusan.


Ditariknya kaki yg menghalangi pintu itu dengan perlahan.


Ricky pun sebenarnya tidak berharap kali Rosa akan menyerah dengan begitu saja.

__ADS_1


Ricky ingin menarik kata-katanya kembali. Tapi gengsinya masih terlalu besar untuk mengakui dengan lantang kalau dia membutuhkan gadis itu di sampingnya.


"Pergilah....kamu tidak perlu susah payah untuk melakukan itu semua. Aku akan mengurus diriku sendiri".


Ricky pun kehilangan harapan dengan melihat Rosa yg tertunduk lesu.


Hampir saja pintu itu tertutup, kekuatan Rosa kembali lagi. Mengingat apa yg diucapkan Fatma kemarin malam.


Apa yg diucapkan belum tentu sama dengan yg diinginkannya. Mulut bisa berbohong tapi hati tidak akan bisa berbohong.


Kata-kata itu terngiang kembali di kepalanya.


Dengan cepat Rosa mengulurkan tangannya untuk menahan pintu itu.


Alhasil......tangannya terjepit oleh pintu yg akan ditutup oleh Ricky.


"Aaauuuwww......" pekik Rosa pura-pura.


Sebenarnya tangannya tidak seberapa sakit. Tapi Rosa mencoba berdrama sedikit untuk melihat reaksi Ricky.


Ricky terkejut dengan reflek membuka pintunya dengan lebar-lebar.


Meraih tangan Rosa yg terjepit tadi, seakan akan sudah tidak merasakan sakit ditubuhnya sendiri.


Rosa pun demikian, dia tidak pernah mengira melihat reaksi Ricky yg seperti itu.


"Sakit??" tanya Ricky sambil meniup niup tangan Rosa.


Rosa menjawabnya dengan gelengan kepalanya. Kelopak matanya terasa panas. Lelah menahan bendungan air mata yg berdesakan ingin keluar dari matanya.


Apakah benar apa yg dikatakan Fatma, bahwa dia juga memiliki perasaan kepadaku?? kalo tidak bagaimana dia bisa ketakutan seperti itu hanya dengan melihat tanganku sakit....gumam Rosa di dalam hatinya.


"Kenapa kamu sangat bodoh. Menahan pintu dengan tangan mu...Sudah tau pintu itu akan aku tutup kan".


"Aaku....aku...hanya.....".


"Bagaimana kalo tangan mu patah. Apa kamu ingin uji kekuatan".


"Aku....aku hanya..."


"Aku ...aku....aku kenapa hah !! masih mau melawan. masih tidak mau mengakui kebodohanmu hah!!" Ricky terus meluapkan emosinya kepada Rosa.


Sebenarnya bukan emosi sih, hanya saja Ricky mencoba menutupi kegengsiannya yg terlalu ketakutan melihat tangan Rosa yg memerah.


Huuuuaaaahhhhhh

__ADS_1


Rosa sudah tidak bisa menahan tangisannya lagi. Akhirnya meledak juga tangisannya di depan Ricky.


Sudah tau gimana reaksi Ricky??


Ricky malah terkejut bingung harus melakukan apa.


Dia hanya bisa tertegun berdiri sambil menatap Rosa yg menangis tanpa berbuat apa-apa.


Setelah Rosa meluapkan segala sesak didadanya. Akhirnya tangisannya terhenti.


Dia menangis bukan karena kesakitan


Bukan karena dimarahi dan di olok Ricky


Tetapi


Dia menangis karena melihat reaksi Ricky yg dianggapnya terlalu manis buatnya.


Sepertinya Rosa harus mengakui sedikit kebenaran kata Fatma.


"Kenapa diam??"


Rosa tidak menjawab pertanyaan Ricky.


Bingung harus menjawab apa.


"Hei.....kenapa kamu diam. Kamu tidak bisu kan??"


"Kenapa kamu selalu menghinaku hah....kenapa kamu selalu jahat sama aku??"


"Jahat .....hey....siapa yg jahat sama kamu?" tanya Ricky agak bingung.


" Kamu menjepit tangan ku, bukannya minta maaf malah mengatai aku bodoh, bisu".


"Hey....itu salah kamu sendiri. Ngapain kamu menaruh tangan mu dipintu".


"Bagaimana keadaanmu?? kamu sakit apa??" tanya Rosa dengan sedikit terisak karena tangisannya tadi.


Ricky akhirnya menyadari keadaannya sendiri. Seakan ada kekuatan yg membuat dia merasa kuat kembali.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ❤️


__ADS_2