Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
31. Hari yang indah


__ADS_3

"Aku antar kamu pulang"


"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri".


"Ini sudah malam. Besok pagi motormu aku antar ke cafe".


"Kamu gak papa?"


"Emangnya aku kenapa??"


"Daripada aku kepikiran kamu pulang sendiri. Lagian kamu pasti belum hapal jalan kan?"


"Iya sih" kata Rosa sambil garuk kepalanya yang ga gatal.


"Trus ini lebihan uangmu??"


"Ambil aja. Buat kamu...."


"Ini banyak banget Ric"


"Sekalian buat traktir teman-teman mu besok pagi".


" Beneran nih?"


"Iya....bawel banget".


" Makasih ya....."


" Aku yang makasih. Kamu akhirnya mau nganter pesananku dan memaafkan aku".


"Hey....itu juga dengan cara bohongi aku".


"Ha...ha....ha....harusnya kamu bersyukur sudah aku ijinkan masuk kerumah ku".


"Hemmmm....Berarti ga sembarangan orang dong"


"ya....ayo masuk"


Rosa akhirnya ikut masuk ke mobil Ricky yang sudah stand by di depan teras rumahnya. Tanpa menunggu lama mereka segera meluncur meninggal kan rumah.


Pak Harun dan Bik Mina menatap mereka berdua dibelakang pintu. Mereka juga ikut bahagia melihat perubahan Ricky.


"Akhirnya tuan muda bisa tersenyum kembali buk".


"Iya pak. Aku ikut senang melihatnya".


"Iya buk.....semoga Tuan muda bahagia terus seperti itu".


"Apa karena anak gadis itu ya pak"


"Sepertinya iya....sebelumnya tidak pernah ada 1 gadis pun yang datang kesini selain gadis itu buk"


"Jangan kan gadis pak, Nak Samuel ataupun nak Tomi kalo kesini susah banget diboleh in ma Tuan muda".


"Iya buk".

__ADS_1


"Jika nyonya tau.....pasti sangat senang pak".


"Tentunya buk.....smoga kebahagian ini bisa terus berlanjut ya buk".


"Aamiin ya Robbal Allamin ....smoga saja pak"


Setelah mobil itu menghilang dari pintu pagar, pak Harun segera menutup tombol otomatis untuk menutup pintu pagar itu.


Kemudian mereka segera berlalu dan masuk kekamar mereka.


*****


Semenjak itu, Rosa sering datang kerumah Ricky dengan membawa makanan yang di pesan Ricky.


Mereka selalu makan bersama sambil ngobrol dan cerita. Ricky sangat nyaman dengan hadirnya Rosa kerumahnya.


Tentunya semua itu diketahui oleh teman kerja Rosa.


"Rosa ....."


"Hemmmm"


"Sampai saat ini, aku belum kamu kasih nomer telpon mu".


Mereka berdua berbaring di kursi ayun seperti biasanya. Sambil menikmati semilir angin yang berhembus sangat syahdu.


"Memangnya nomer siapa yang mau aku kasihkan ke kamu".


"Ya nomer mu lah.....masak nomer orang lain".


"Aku aja ga punya ponsel....gimana mau kasih nomer ponselku" jawab Rosa dengan enteng.


"Ngapain aku bohong. Uang gajiku aku kirim ke orang tuaku tiap bulan".


"Semua??"


"Aku hanya menyisihkan sedikit untuk keperluan ku disini".


"Seharusnya kamu beli yang murah aja dulu"


"Aku merasa itu tidak terlalu penting bagiku".


"Kalo keluargamu ingin ngobrol sama kamu gimana??".


"Aku kasih nomer ponselnya Fatma. Jadi mereka bisa menelponku kalo kangen atau ngasih tau apapun"


Ricky terdiam mendengarkan cerita Rosa.


"Mereka lebih membutuhkan daripada aku buat beli ponsel. Pengobatan bapakku masih berlanjut dan adikku masih sekolah. Semenjak bapakku sakit, tidak ada keuangan yang masuk. Memang aku dulu bekerja ditoko, tapi gajinya hanya cukup untuk makan kami sekeluarga. Untuk biaya obat dan Rumah Sakit terpaksa berhutang. Karena itu, aku nekat berangkat kesini untuk mencari pendapatan yang lebih baik"


"Karena itu aku pernah bilang ke kamu. Setiap orang mempunyai masalah hidup sendiri-sendiri. Tuhan sudah mengatur semua ciptaannya".


Ricky tetap terdiam mendengar semua penjelasan Rosa. Hatinya merasa lega dan tenang walaupun hanya berbincang dengan Rosa.


Sudah tidak ada Ricky yang dulu.

__ADS_1


kesendirian itu perlahan-lahan mulai sirna.


Dengan berjalannya waktu, semua kesepian itu menemukan titik terang kebahagiaan.


walaupun Ricky hanya menyadari dalam hatinya bahwa dia sangat menyayangi Rosa.


Dia menemukan kedamaian dalam diri Rosa.


"Ric....."


"Hemmmm...."


Ricky masih menutup matanya sambil menikmati suasana yang damai.


"Kenapa aku terus yang selalu kesini. Gantian dong...".


"Kenapa?? bukannya enak disini. kita bisa lebih santai. Kamu juga bisa istirahat sejenak".


"Tapi perjalanan kesini kan juga capek Ric. Belum lagi kalo macet".


"Jangan banyak mengeluh".


"Bukan mengeluh sih.....kalau musim kemarau sih ga masalah buatku walaupun panas. yang jadi masalah kalo musim hujan".


"Kenapa kalo musim hujan??".


"Aku ga kuat dingin Ric. Kalo aku kena hujan langsung kaku tubuhku n demam. Jangan kan kena hujan, kalau kedinginan aku langsung demam walaupun di dalam ruangan".


"Kok bisa?? Untung kamu ga tinggal di negara yang ada musim dinginnya".


"Iya.... bisa-bisa aku mati kedinginan".


"ha....ha...ha....jangan bicara ngawur".


"Kenyataannya memang seperti itu".


Mereka akhirnya tertawa bersama


Semua terus berlanjut seperti itu.


walaupun Rosa tidak setiap hari kesana. Karna Ricky sekarang mulai sering kekantor membantu Samuel.


Setidaknya Ricky sudah mulai berubah. Balok es itu sudah mencair.


Memang sampai saat ini hanya Rosa yang menyimpan perasaannya. karena dia tidak mau berharap berlebihan atas semuanya.


Ricky...entahlah. Sebenarnya dia menyadari atau tidak tentang rasa cinta yang tumbuh. Sampai saat ini hanya Ricky yang tahu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤️


__ADS_2