
Entah lah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Rosa sudah kembali di kamarnya. Di sampingnya sudah ada empat orang rekan kerjanya sekaligus satu orang berpakaian putih, dan satunya adalah Samuel.
Rosa tidak ingat apa yang terjadi. Saat Rosa tersadar sudah berada kembali dikamarnya.
"Kamu sudah sadar ca??" tanya Samuel cemas
"Dimana yang sakit?? ngomong saja".
"Kamu pingsan. Fatma tadi yang menemukanmu tergeletak di depan pintu dapur".
Rosa masih merasakan sakit dikepalanya. mungkin akibat jatuh semalam.
" Aku bilang kan kakak istirahat aja, kemarin aku ajak ke dokter ga mau" celoteh Fatma.
"Aku ga papa kan....." sahut Rosa.
" Tekanan darahku rendah karena kecapekan, jaga pola makan anda. Saya beri obat dan vitamin. diminum tiga kali sehari sampai habis. Untuk 3 hari ini anda sebaiknya istirahat dulu". ucap dokter itu menjelaskan.
" Tapi aku sudah sehat kok dok.....aku bisa kerja kok Sam..." tekad Rosa sambil berusaha bangun dari rebahannya.
" Tidak ..... kamu harus istirahat. Apa kamu ga dengar apa kata dokter??" tegas Samuel.
Rosa hanya bisa diam tidak berani membantah Samuel.
Sejenak kemudian Samuel meninggalkan kamar Rosa untuk mengantar dokter itu keluar. Setelah mengobrol sebentar dokter itu akhirnya pergi meninggalkan cafe.
Samuel kembali ke kamar Rosa sambil membawa sebuah mangkok berisi bubur ayam.
" Kamu makan dulu ca, setelah itu baru minum obatnya". ucap Samuel.
" Aku bisa makan sendiri.....terima kasih". ucap Rosa dengan menundukkan kepalanya. Maksud hati Rosa ingin mengambil mangkok itu dari tangan Samuel, tapi di tepis oleh Samuel.
" Aku suapin saja, kamu kan masih lemas" perintahnya.
" Ja....jangan.....ga usah. A...aku bisa sendiri, aku kuat kok ". ucap Rosa mencoba meraih mangkok itu kembali.
" Tidak.....aku yang akan menyuapi mu. Jangan membantah...!" Samuel tetap pada pendiriannya.
Mau tidak mau akhirnya Rosa mengalah, dan mulai membuka mulutnya saat Samuel menyodorkan sendok yang berisi bubur ayam.
" Pintar ". ucap Samuel sambil mengelus rambut Rosa.
Samuel terus menyuapi Rosa dengan telaten.
*****
__ADS_1
DI KANTOR
Sudah 3 jam Ricky menunggu Samuel dikantornya. Sampai detik ini pun belum nampak juga batang hidungnya.
Ricky sudah mulai tidak sabar menunggu lagi. Padahal tadi Ricky sudah mencoba menghibur diri dengan nonton TV, baca koran, main game, rebahan......
Sebenarnya hari ini Ricky ingin pergi ke cafe untuk bertemu dengan Rosa. Karena gengsi, akhirnya dia memutuskan untuk datang ke kantor.
Dan ternyata Samuel tidak datang juga.
Akhirnya Ricky memutuskan untuk kembali pulang kerumah.
Dengan sedikit dongkol, Ricky keluar dari kantor menuju lift.
3 jam saja Ricky dikantor, suasana para karyawannya seakan mencekam seperti telah kehadiran malaikat maut.
Melihat Ricky meninggalkan kantor, semua baru bisa bernafas lega.
****
Setengah jam kemudian, Samuel tiba di depan pintu kantornya. Sebelum masuk, ia dicegat oleh sekretarisnya untuk menyampaikan sesuatu.
"Siang pak" sapa sekretaris itu sambil agak menundukkan kepalanya.
"Siang...." Jawab Samuel singkat.
" Tadi tuan Ricky kesini pak. menunggu lama, namun bapak tidak datang- datang. Akhirnya tuan muda pulang tanpa berpesan apa-apa." ucap sekretaris itu.
"Ricky??????"
" Dia kesini??"
"Memangnya ada apa??" gumam Samuel dengan dirinya sendiri
"Maaf pak...saya tidak tahu. " balasnya
"Ya sudah .... lanjutkan pekerjaanmu". ucap Samuel sambil membuka pintu kantornya.
"Baik pak" sahut sekretaris itu kemudian berlalu.
Ricky kekantor?? mau apa dia??
Aaahhh.....mungkin saja dia hanya ingin main saja disini. nanti saja aku meneleponnya. batin Samuel
Tanpa harus memikirkan tujuan Ricky, Samuel langsung melanjutkan pekerjaannya yang banyak.
__ADS_1
***
Sore menjelang, matahari mulai tenggelam.
Ricky masih setia sendiri di depan jendela seperti apa yang biasa ia lakukan.
' Bagaimana kabar gadis itu ya....Rosa....ya Rosa. Kenapa aku ingin sekali bertemu dengan dia.... pikir Ricky.
Tanpa menunggu lama, disambarnya kunci mobil yang tergeletak di meja sebelahnya. Dengan bergegas menuruni anak tangga menuju mobil yang dia parkir di garasi rumahnya.
Distarter.....
Akhirnya meluncur mobil itu menuju pintu keluar rumahnya.
3 Rosa setelah kejadian dicafe itu.
Selain gengsi
tidak mungkin juga Ricky tiba-tiba datang lalu meminta maaf atas kata-katanya yang kemarin.
imposible......
Sampai didepan cafe
Ricky tidak masuk ke halaman parkir. Dia hanya menatap isi dalam cafe di balik kaca mobilnya.
Setelah lama mencari...
tidak juga ia dapati wajah yang ingin sekali ditemuinya.
Ricky tetap pada gengsinya.
Segera ia menstater mobilnya dan segera meninggalkan cafe
.
.
.
Tetap dukung novel perdanaku ini ya
jangan lupa tekan like n favorit agar semakin
semangat akunya.
__ADS_1
Happy reading, ❤️