
"Sam.....". Nenek memelukku.
"Selamat datang nek..... akhirnya mendarat juga dengan selamat di Indonesia". kata Sam dengan tersenyum.
Nenek sangat sayang dengan kita bertiga. Ricky, Tomi, dan Samuel. walaupun Samuel dan Tomi bukan cucu asli dari darah dagingnya, namun nenek sama sekali tak pernah membedakan perlakuan dari kita bertiga. Memang dari kita bertiga hanya Ricky yang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi untuk dapat memakluminya.
"Tomi dimana Sam?" tanya nenek
"Dirumah sakit nek, menemani Ricky biar ga kesepian". jelas Samuel
"Yakin Ricky tidak keberatan?" balas nenek lagi.
"Entahlah.....". kata Sam ssmbil nengangkat kedua pundaknya
Akhirnya mereka sama-sama tersenyum. Memang wajar nenek melontarkan pertanyaan seperti itu, karena memang sifat Tomi bertolak belakang dengan Ricky.
pasti mereka akan baik-baik saja kan...batin Sam
Dengan sayangnya Samuel menggandeng lengan nenek disampingnya, dan tangan satunya dia gunakan untuk menarik koper nenek.
"Terima kasih ya Sam, kamu telah sabar menjaga dan menemani Ricky". ucap nenek setelah mereka sama-sama duduk didalam mobil.
"Kenapa nenek berkata seperti itu....tidak seharusnya nenek berterima kasih ke aku. A ku juga cucu nenek kan". ucap Samuel dengan tersenyum
Nenek tersenyum mendengar ucapan Samuel, dipeluknya lagi tubuh Samuel dengan hangat.
"Entah sampai kapan Ricky bisa berubah Sam, nenek kangen dengan senyumnya yang dulu. senyum bahagia yang membuat nenek bahagia walaupun hanya melihatnya". ucap nenek.
Terlihat butiran air yang menetes di pipi nya sudah berkerut.
"Serahkan padaNya nek. Kita selalu mendoakan Ricky nek, smoga Ricky segera menemukan kebahagiaannya".
"Aamiin.....". ucap nenek
"Bagaimana dengan gadis itu Sam" tanya nenek
Akhirnya nenek mengingat juga dengan hadirnya gadis itu.
"Baik nek....namanya Rosa.....biasa dipanggil Oca".
"Untuk saat ini dia bekerja di cafe ku nek. Dan dia tinggal disana". jelas Samuel.
Wajah nenek masih bingung dengan yang Samuel katakan.
"Dia bukan orang sini nek. Dia tidak ada tempat tinggal disini. Dia merantau disini untuk mencari pekerjaan".
__ADS_1
"Baiknya hatimu Sam...nenek bangga mempunyai cucu seperti kalian". ucap nenek kemudian.
Sudah kurang lebih 1 jam perjalanan dari Bandara menuju Rumah sakit, dimans Ricky dirawat.
Mungkin nenek sangat kuatir dengan keadaan cucu laki satu-satunya. Memang nenek sangat menyayangi Ricky. Maka dari itu nenek menolak usulan ku tadi untuk istirahat dulu dirumah.
Dibukanya pintu kamar VVIP dimana Ricky dirawat.
"Hallo kesayangan nenek". ucap nenek sambil merentangkan kedua tangan nya setelah melihat Ricky yang duduk sambil bermain game diponselnya.
Ricky tidak berkata apapun, hanya membalas pelukan nenek.
nenek kelihatan ingin mencium cucunya.
"Sudah lah nek.....aku sudah besar. Jangan menganggap ku seperti anak kecil" protes Ricky
"Nenek kangen dan kuatir dengan keadaanmu Ric..."ucap Samuel dengan sedikit tergelak melihat tingkat Ricky yang memang seperti anak kecil merajuk.
"Memang dia ga pernah kangen dengan nenek Sam, lihat saja tingkahnya" ucap nenek.
"Neeekkkk......please. Jangan lebay Napa sih" ucap Ricky.
" Kok lebay...,?" ucap nenek.
"Bagaimana keadaanmu sayang. Apakah masih sakit??" kata nenek.
"Sudah ga sakit nek. kapan aku pulang. aku bosan disini. dan ini....kapan ini dilepas dari tanganku". gerutu Ricky sambil menunjuk selang infus yang memegang masih terpasang ditangannya.
"Dokter kan lebih tahu Ric....mungkin memang belum saatnya infus itu dilepas dari tangan mu" ucap Samuel
Memang sungguh keajaiban menyertai Ricky. Dalam kecelakaan separah itu, Ricky tidak mengalami patah tulang di tubuhnya. Ricky hanya kehilangan banyak darah karena luka-luka ditubuhnya yang sobek. Aneh memang....entahlah.
Sedangkan mobil yang dikendarainya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Entah dibuang atau dilempar ke tempat barang rosokan.
"Tomi dimana ric?" tanya Samuel setelah sadar bahwa tidak terlihat penampakan Tomi di situ.
Ricky hanya diam, hanya mengangkat kedua pundaknya.
Samuel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkat Ricky.
Akhirnya Samuel mengeluarkan ponsel yang ada di saku celananya. Mulai mengetik ...
~kamu dimana tom?
Sebentar kemudian pesan itu telah terbaca. Si idiot itu mengetik.....
__ADS_1
~Dirumah....
~kenapa pulang. kamu harusnya menunggu kedatangan nenek. dan kenapa kamu tidak menemani Ricky...
~tanya Ricky aja deh
~tobat aku menghadapi manusia aneh kayak dia....
Tidak perlu ditanya lagi alasan kenapa Tomi memutuskan pulang. Mungkin dia capek menghadapi kelakuan Ricky.
~sampaikan salam dan maafku untuk nenek.....aku sayang nenek❤️.....
Segera aku masukkan kembali ponselku kedalam saku celanaku.
"Sam....." kata nenek
"iya nek" jawab Samuel
"Besok bawa gadis itu kesini. Aku ingin menemui nya..." kata nenek
"Baik nek".
"Buat apa sih nek. Suruh saja Samuel berikan uang ke gadis itu. selesai khaaann....."ucap Ricky
"Nenek harus menemuinya untuk berterima kasih Ric, Dia sudah banyak menolongku. Nenek berhutang nyawa ke dia" ucap nenek
Ricky hanya melengoskan wajahnya tanpa berbicara sedikit pun.
Nenek menghembuskan nafasnya dengan berat. Heran dengan tingkah laku cucunya yang masih tetap sama ga pernah berubah.
"Nek.....nenek mau makan apa??"
"Biar aku belikan. nenek istirahat disini saja ya..." kata Samuel.
"Terserah Sam, apa saja nenek mau. Terima kasih ya Sam" kata nenek sambil tersenyum.
Samuel hanya membalas dengan senyuman, lalu bergegas keluar kamar untuk mencarikan makanan untuk nenek.
.
.
.
.
__ADS_1