
Jika harus melepaskan, maka lepaskanlah
Jika terasa berat, maka ringan kan lah
Otak kita hanya segenggam
Biarkan semua berjalan dengan semestinya
Sesuai apa yang telah ditulisNya.....
***
Rosa
Dua bulan tak terasa telah berlalu, semua pun berjalan seperti biasanya
Termasuk laki-laki itu. Ricky....
Dia sering datang ke cafe dengan tiba-tiba, pergi pun dengan tiba-tiba.
Duduk dimeja ujung sambil mengedarkan pandangan ke arah luar. tanpa bicara, tanpa ada obrolan walaupun sepatah kata.
Aku.....jelas aku selalu menemaninya duduk diseberang tempatnya duduk. Hanya diam dan mengikuti arah pandangannya. Dengan sesekali aku mendengar helaan nafas beratnya.
Sering aku mencuri pandang memandangnya. Wajahnya yang putih terkesan dingin. Mata yang menatap tajam namun tersirat luka yang dalam.
Seperti saat ini yang tengah aku lakukan.
Duduk terdiam tanpa berbicara.
"Apakah kamu jenuh?" tanya dia dengan tiba-tiba.
" Apa? tidak !" jawabku cepat dengan sedikit terkejut. Karna tidak seperti biasanya dia mengajakku bicara.
"Apakah kamu bosan duduk disini bersamaku??" tanya dia lagi tanpa berpaling.
"Harusnya aku yang berkata demikian. Apakah kamu tidak bosan denganku??" jawab ku
Tidak ada jawaban
__ADS_1
hanya terdengar hembusan nafas yang berat.
"Kenapa mereka terlihat bahagia??" katanya lagi.
Aku hanya diam sambil mengikuti arah pandangnya. Agak bingung aku harus jawab apa.
"Apakah mereka tidak pernah bersedih?? apakah mereka tidak pernah punya masalah?? padahal mereka sangat susah untuk mencari uang??" tanya nya lagi.
" Setiap manusia pasti mempunyai masalah, dan permasalahannya pun berbeda-beda. Semua itu tergantung bagaimana kita menyelesaikan masalah itu" jawabku.
"Bersedih pun pasti, tapi mereka tidak mempunyai waktu untuk terus menerus larut dalam kesedihan. Waktu terus berjalan.....manusia pun terus berganti. Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ada kehidupan juga ada kematian" jawabku dengan pelan-pelan takut ada kata-kata ku yang membuat dia salah paham.
sedetik kemudian suasana kembali hening.
Sepertinya dia kembali dengan pikirannya.
"Lalu bagaimana denganku?"
"Apakah yang aku lakukan selama ini salah??" tanya dia lagi
"Sangat salah" kataku dengan cepat
Entahlah..... tiba-tiba kata itu langsung terucap dari mulutku. Setidaknya aku ingin membantu meringankan bebannya, jika terjadi sesuatu biarlah terjadi. Hanya itu yang ada di pikiranku.
"yaa......apa yang kamu lakukan adalah salah. Kamu bukan saja menghukum dirimu sendiri, tapi kamu juga menghukum orang-orang yang sayang padamu. Itu sama juga dengan kamu tidak mempercayai Tuhan yang menciptakan kita, menciptakan semua yang ada di semesta ini. Dengan tindakanmu seperti ini, apakah kamu mengira orang tuamu bahagia Ric??....
Tidak....mereka juga sedih. Disaat mereka harus tenang dialam sana, mereka menjadi terbebani dengan dirimu yang seperti ini."
Aku terdiam sesaat....
"Tuhan mu dengan Tuhanku sama, Allah. Dia maha tahu apa yang terbaik buat kita. Dia maha tahu yang bisa dan yang tak bisa kita lalui. Jika kamu harus melepaskan, maka lepaskanlah. Jika terasa berat, maka ringankanlah. Otakmu hanya sekepalan tangan, takkan mampu menyelesaikan semua yang ada di dunia. Kamu tidak sendiri. Banyak orang yang mencintai dan menyanyangimu. Jika kamu bahagia, orang tuamu disana juga bahagia Ric....." ucapku dengan panjang lebar.
Seketika kata-kata itu keluar dengan tanpa terencana, padahal aku juga terkejut dengan semua kata yang sudah aku ucapkan.
Aku hanya bisa melihat dia terdiam sambil menundukkan kepalanya. Meremas tangannya sendiri yang basah oleh keringat.
Tanpa kusadari, tangan ku telah terulur dengan sendirinya. Mengelus punggung telapak tangannya yang tergenggam di atas meja.
"Kamu pasti bisa melakukannya. Jika kamu butuh bicara, aku tetap disini siap menemanimu" ucapku lagi.
__ADS_1
Dia masih terdiam, sambil memandang tanganku yang tanpa ijinnya telah berani memegang tangannya. Seketika juga aku telah tersadar dengan kesalahan ku. Aku tarik tanganku dengan cepat.
"Maaf" ucapku segera.
Keadaan hening kembali.
Pandangan nya pun kembali ke tempatnya semula.
"Jika memang Tuhan baik kepadaku, kenapa Dia mengambil orangtuaku??"
"Apakah kamu masih meragukannya?? Kenapa kamu masih mempertanyakannya.....Apa yang menjadi miliknya, akan kembali kepadanya. Apa yang Dia ingin terjadi, maka terjadilah. Tidak ada yang mampu menolaknya, tidak ada yang mampu mencegahnya. Lanjutkan lah hidupmu dengan semestinya, jangan siksa dirimu lagi dengan kejadian yang telah berlalu. Tanpa kamu ucap pun, orang tuamu tahu kalau kamu sangat mencintainya" kata ku lagi.
" Kamu masih diberi segalanya olehNya. Lihatlah orang-orang yang ada disekitarmu. Masih banyak anak yang hidup sebatang kara. Tanpa orang tua, tanpa harta. Bergelut dengan kerasnya dunia seorang diri hanya untuk bertahan hidup. Yang harusnya kamu lakukan bukanlah menghukum dirimu seperti apa yang telah kamu lakukan selama ini. Seharusnya gunakan yang kamu miliki untuk membantu mereka. Ringankanlah beban mereka walaupun sedikit. Hadirkan senyuman diwajah mereka lagi, agar mereka mempunyai semangat untuk menjalani hidupnya" kata ku
Sudah satu jam dia terduduk disini seperti yang biasa ia lakukan.
Setidaknya saat ini sudah ada obrolan diantara kita.
akhirnya dia beranjak dari duduknya, berdiri hendak meninggalkan tempatnya. Biasanya dia segera berlalu meninggalkan cafe untuk menuju mobilnya.
"Terima kasih" ucapnya tanpa menoleh kearahku.
Tanpa mendengar balasanku dia sudah pergi dari hadapanku.
Tumben dia berkata terima kasih. Sepertinya aku harus menyiapkan makanan untuk mengabadikan momen hari ini. Hari dimana aku mendengar dia bicara dengan baik kepadaku. momen dimana dia mengucapkan kata terima kasih.
Dia terlihat menggemas kan saat bicara dengan lembut seperti itu, walaupun Balok es itu masih kokoh berdiri di tempatnya. Setidaknya balok es itu ada cairan sedikit.
Aku tidak perlu berlama-lama melamunkan kejadian hari ini. segera aku pun beranjak dari tempat dudukku untuk segera kembali dengan pekerjaan ku yang telah aku tinggalkan tadi.
Smoga kamu berubah Ric, semoga kamu bahagia lagi. Jika kamu membutuhkan ku, aku akan siap membantumu.
Doa Rosa dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤️