
Dua hari sudah berlalu sejak kejadian itu. Rosa bernafas lega karena ketakutannya tidak menjadi kenyataan. Walaupun tidak memungkiri bahwa setelah Fatma bercerita, Rosa selalu tidak tenang tiap malam. Kadang sering melihat ke arah halaman parkir, berjaga-jaga barangkali laki-laki itu tiba-tiba hadir.
Setidaknya si sombong masih berbaik hati kepadaku. Semoga tidak akan terjadi apa-apa' Doa Rossa dalam hati.
Seperti rutinitas biasanya, Rosa bersama rekan kerjanya melayani pelanggan dengan sabar dan cekatan. Karena itu cafe itu tidak pernah sepi dari pelanggan yang ingin nongkrong di cafe itu.
Beberapa saat lalu, Rosa sibuk dengan pekerjaan di dapur. Memang akhir-akhir ini pelanggan cafenya semakin ramai sehingga dia sering membantu temannya didapur untuk menyiapkan pesanan.
"Kak ..... bisa bantu di depan?" kata Fatma tiba-tiba sudah berdiri disamping Rosa.
"iya fat....sebentar ya...." sahut Rosa.
"Sebaiknya jangan menunda deh kak" ucap Fatma lagi.
"Tumben kamu ga sabaran sih" sahut Rosa tanpa melihat Fatma.
"Serius kak. Ayolah" kata Fatma lagi sambil celingak celinguk melihat kondisi di depan.
"iya...iya fat.....bentar lagi selesai" kata Rosa lagi ga mau kalah.
Rosa segera mencuci tangannya di tempat cuci piring. Tanpa menyadari hadirnya seorang laki-laki di tengah pintu.
"Sepertinya kamu suka bekerja di belakang ya...." kata laki-laki itu.
Degg...degg...degg
Tiba-tiba dada Rosa bergemuruh tanpa arah setelah mengenali suara tersebut. Rasanya ingin terbang jauh tanpa harus berhadapan dengan pemilik suara tersebut.
__ADS_1
'Matilah aku....." kata Rosa dalam hati.
"Tidak juga" sahut Rosa singkat.
Sekarang dia sudah berhadapan dengan orang yang dua hari ini selalu ia pikirkan tiap malam menjelang tidur. Seseorang yang membuat hidupnya tidak tenang.
Tidak ada suara, tidak ada pergerakan diataran dua orang tersebut. Semua masih sama, masih tetap berdiri diposisinya.
'Sepertinya aku punya ide' kata Ricky dalam hati.
"Mulai hari ini......aku menugaskan mu di bagian bersih-bersih. Tidak usah repot-repot bilang ke Samuel. Dia akan menuruti semua perkataan ku" kata Ricky lagi sambil tersenyum kecut.
"Tapi biasanya memang di rolling" jelas Rosa tidak mau kalah.
"Tidak usah protes. lebih baik kamu turuti kata-kata ku. Itu lebih baik untukmu. karena aku muak melihatmu mondar- mandir di depan!" sahut Ricky lagi.
"Baik" Jawab Rossa pelan.
"Pekerjaaan mu termasuk menyapu, mengepel, cuci piring dan semuanya. Aku tidak ingin melihatmu didepan, melayani pelanggan , di meja kasir atau yang lainnya. Paham!!!" kata Ricky.
'Gila.......
Rosa hanya bisa diam.
"Sekarang ..... buatkan aku minum. Aku tunggu didepan. Aku hanya mau kamu yang melayani ku" katanya lagi.
"Aku tidak mau menunggu lama" ucap Ricky sambil berlalu dari hadapan Rossa.
__ADS_1
Entah kenapa Rosa tidak bisa berkata sekalipun. Kedatangan laki-laki itu saja sudah membuat dia terkejut, apalagi dia tiba-tiba sudah ada di depan matanya. Padahal baru saja dia memikirkan laki-laki itu.
Dengan cepat Rosa menyiapkan permintaan laki-laki itu tadi. Lalu membawanya kedepan.
*****
*Apakah aku keterlaluan menghukum dia?? kata hati Ricky.
Tidak.....masih untung aku hanya menghukum dia untuk bersih-bersih. Toh itu juga termasuk pekerjaan dia kan....
Besok aku akan datang lagi dihadapannya. Seperti yang aku ucapkan padanya' kata hati Ricky*.
Setelah Rosa mengantar pesanan nya, Ricky segera berlalu dari cafe itu. Hari ini Ricky datang sendiri kesana tanpa sepengetahuan Samuel atau pun Tomi.
Melihat semakin siang banyak orang yang hadir disana membuat Ricky sesak nafas. Apalagi semakin banyak tatapan mata gadis yang tertuju kepadanya, malah menambah gerah Ricky untuk duduk berlama-lama disana.
Sebenarnya bukan salah mereka bila banyak yang menatap Ricky. Selain berwajah tampan, sosok Ricky sangat menonjol dan sayang untuk dilewatkan.
Mempunyai wajah tampan tetapi dingin, berkulit putih, badannya tinggi dan berotot karena dia sering berolah raga sendiri dirumah. Tidak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Semuanya diluar kebiasaannya. Dengan Rosa dia sudah sudi untuk datang sendiri. Datang kehadapan gadis itu dan berbicara dengan gadis itu. Ricky belum menyadari tentang kelakuannya. Yang dia tahu hanyalah, dia ingin membalas gadis itu..... Rosa.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤️