
Setelah kejadian kemarin, Ricky tidak menampakkan batang hidungnya seminggu di cafe. Hilang tiada kabar seperti ditelan bumi. Mobilnya pun tidak pernah nampak terparkir di halaman cafe.
Memang butuh waktu untuk bisa ikhlas menerima semua yang terjadi. Apalagi kebahagiaan yang direnggut secara tiba-tiba. Tentunya semua itu tidak semudah membalikkan tangan. lima belas tahun adalah waktu yang sangat lama jika harus terus menerus dalam rasa kehilangan
Seharusnya, disaat anak yang seusia Ricky saat itu. Dia takkan semudah itu mengenal rasa luka dan kehilangan. Tetapi buktinya, luka itu melekat sangat dalam di hati dan pikirannya. Bayangan kebahagiaan dimasa lalu yang telah dia lewati masih membekas dihatinya, diganti dengan kedukaan yang tak bisa terlupakan.
Ditempat yang berbeda, Ricky mencoba terus meresapi apa yang sudah dikatakan oleh Rosa. Beban dihati yang harus dia lepas.
Sendiri
luka
bahagia
Apakah aku masih pantas untuk bahagia??
Dengan siapa dan untuk apa aku harus bahagia??
Aku butuh seseorang disampingku, menemaniku tanpa lelah.
Bukan karena hartaku, bukan karena kasihan melihat masa laluku.
Perang yang ada dipikiran ricky saat ini
Diambilnya ponsel yang ada diatas meja sebelah ranjangnya. Ditempelkan jarinya mencari sebuah nama, lalu terdengar nada sambung.
"tuuuuutt......ttuuutttt"
Dengan menunggu telpon diterima, Ricky menempatkan dirinya diatas ranjang.
"Hallo sayang ku" kata wanita diseberang.
"Tumben kamu inisiatif menelpon nenek duluan??" kata nenek.
"Nek....." kata Ricky pendek penuh dengan keraguan.
"Ada apa sayang......kamu sakit??"cemas nenek.
"Tidak nek....aku sehat" balas Ricky cepat.
__ADS_1
"Lalu?? Apa yang terjadi sayang.....jangan buat nenek takut" sahut nenek.
"Apakah nenek tersiksa dengan melihat keadaan ku??" tanya Ricky.
"Apa maksudmu sayang.....nenek tidak paham" ucap nenek.
"Ada seseorang yang berkata kepadaku. Jika aku masih seperti ini, sama juga aku menyiksa semua orang yang mencintai dan menyayangiku? benarkah nek??" tanya Ricky.
"Benar sayang......nenek ingin melihatmu bahagia" kata nenek tanpa terasa mendung sudah berada di kelopak matanya.
"Apakah aku masih pantas bahagia nek??" tanya Ricky lagi.
"Dari awal kamu tidak bersalah sama sekali sayang.....kamu sangat pantas bahagia" ucap nenek.
Ricky terdiam sesaat
nenek masih setia diseberang menunggu cucu kesayangannya bicara.
"Dia berkata kalau aku seperti ini, apakah mama papa juga sedih disana nek??" tanya Ricky lagi setelah berdiam lama.
"Iya sayang......jika kamu bahagia, mereka juga bahagia disana" jawab nenek dengan berlinang air mata.
"Maafkan Ricky nek....yang telah lama membuat nenek bersedih" ucap Ricky sambil tertunduk.
"Terima kasih nek.....aku sayang nenek....bye....." ucap Ricky dengan mengakhiri panggilannya.
Diseberang sana nenek dipenuhi dengan tanda tanya. Kenapa cucunya tiba-tiba menelpon dan berkata seperti itu.
Dia.....siapa dia?? siapa orang yang telah mampu menggoyahkan hati cucunya yang telah beku. siapa yang telah menghancurkan dinding keras yang ada dihati cucunya. siapakah dia yang dimaksud . Perempuan ataukah laki-laki???
Pertanyaan yang ada dihati nenek teramat banyak untuk mencari jawabannya.
Sebenarnya nenek tidak mau membiarkan Ricky kembali ke Indonesia. Dia takut trauma itu masih berkobar di hati dan pikirannya. Namun Ricky sangat keras kepala untuk dibantah keinginannya.
Ingin selalu bisa menjenguk makam orang tuanya. Itulah alasan yang dibuat Ricky untuk bisa diijinkan untuk kembali ke Indonesia.
Melihat tekad yang ada dimatanya, membuat nenek tidak bisa berkutik untuk menahan ricky.
Ricky masih terdiam di atas ranjangnya. merebahkan badannya dengan kaki yang masih menjuntai di samping ranjang. Berkelana mencari jawaban yang pasti.
__ADS_1
Lalu ditekan lagi nama yang ada dilayar ponselnya.
Tuuuttt....tuuuuttt..........tuuuttt.....
"Hallo...." jawab laki-laki diseberang.
"Sam...." ucap Ricky.
"Tumben kamu menelponku Ric. Ada apa??"
"Ayo kita kumpul di cafemu besok"
"Kumpul??Besok???"
" ya.....aku tunggu kamu dan Tomi besok dicafe pukul 9 pagi. Jangan terlambat!!" ucap Ricky tegas.
turut...turut...turut
Sambungan telpon sudah terputus. Menyisakan tanda tanya besar di hati Samuel.
Apa yang telah terjadi dengan anak itu? tiba-tiba menelpon ngajak ketemu di cafe. Masih waras kan pikirannya
Samuel semakin bingung memikirkan tingkah Ricky. Perbedaan besar telah terjadi, seakan-akan terjadi ledakan yang hebat di hadapannya.
Ricky menaruh kembali ponselnya disebelah temapatnya berbaring. Pikiran menerawang jauh..... batin ricky
Semua akan terjawab besok....ya besok.
Tiba-tiba pikiran Ricky menangkap wajah Rosa di kelopak matanya. Dan segera ditepisnya.
Hei.....kenapa ada wajah gadis itu.....sepertinya aku telah terlalu lama memberikan waktu istirahat untuk dia. Bersiaplah Rosa....besok aku akan hadir di depanmu......ucap Ricky dalam hati.
Ricky tersenyum tipis. Tak terasa matanya perlahan-lahan tertutup dan mulai terbang kealam mimpi.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤️