Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
52. Kenapa harus kamu??


__ADS_3

Entah


Aku tidak tau harus bagaimana lagi


Semuanya seperti simalakama, jika


aku datang rasanya aku wanita yg tidak punya harga diri.


Jelas saja


masih teringat jelas dipikiran ku


bagaimana dengan enteng dan mudahnya aku mengatakan bahwa aku tidak perduli dengannya.


Jika aku tidak datang, pikiran dan hatiku tidak tenang sebelum bisa melihat keadaannya.


Apalagi aku jelas melihat tidak ada kebohongan dalam kata Samuel kemarin malam.


Huuuffff......


Apa yang harus aku lakukan


Sudah berkali-kali aku memikirkan ini semua


Jenuh rasanya


kenapa aku memilih jalan yg sulit jika ada jalan yg mudah.


yaaaa......seandainya bukan kamu yang mencuri hatiku pasti semuanya lebih mudah.


Samuel


berwajah tampan, badan atletis, murah senyum


orang yg sangat baik dalam segala hal


dengan bermurah hati menyodorkan hatinya untukku


Menawarkan diri meminta aku untuk menjadi kekasihnya.....sangat mudah harusnya


Aku hanya berkata iya....semuanya pun selesai.


Dan aku.....pasti bahagia.


Aku sendiri yg membuatnya menjadi rumit.


Harus nya aku tidak usah mengenalmu.


Harusnya aku tidak perlu jatuh cinta sama kamu.


Harusnya aku tidak usah perduli dengan apa yg terjadi dengan mu.


"Kenapa kak?? kok melamun terus??" Tanya Fatma setelah menutup cafe.

__ADS_1


Memang setelah cafe tutup, Fatma tidak pernah langsung beranjak pulang.


Dia selalu menemaniku dulu di depan cafe.


Sekedar makan camilan sambil ngobrol, sambil curhat tentang keluarganya maupun percintaannya yg memang tidak mudah sepertiku.


"Haaaahhhh.......entahlah. Semuanya membuatku pusing". jawabku setelah menghembuskan nafas berat.


Berharap beban yg menimpa hatiku sedikit meluap.


"Masalah dengan Tuan muda Ricky??"


"Ya.....Dengan siapa lagi".


"Kenapa lagi kak".


"Samuel bercerita kepadaku semalam. Ricky sakit".


Akhirnya aku menceritakan semua kepada Fatma sesuai dengan yg aku dengar dari Samuel semalam.


"Apa yg akan kakak lakukan?"


"Aku tidak tau?"


"Kak....aku yakin kakak pasti mempunyai jalan keluar yg baik. Kakak harus yakin. Jangan sampai menyesal di kemudian hari".


"Itu yg aku pikirkan fat. Bagaimana jika dia memandangku sebagai wanita yg tidak punya harga diri. Jelas-jelas aku menolaknya kemarin dengan mengatakan tidak perduli dengan apapun tentangnya. Lalu tiba-tiba aku datang dan perduli dengan apa yg terjadi dengan nya".


"Cinta tidak bisa disalahkan kak, seperti yg kakak katakan dulu kepadaku. Cinta memilih jalannya sendiri, tidak semuanya berjalan sesuai keinginan kita".


"Kakak akan kerumahnya??".


"Entahlah fat, aku takut salah dengan pilihan ku".


"Semuanya tidak ada yg salah kak. Percayalah semuanya pasti akan mudah".


"Bagaimana kalo dia mengusirku?"


"Tidak akan!".


"Kamu tidak tau dia seperti apa dulu".


"Yang aku tau.....tuan muda sangat mencintai kakak. Dia pasti juga berharap kakak datang,".


"Sok tau" kata Rosa sambil menyikut lengan Fatma.


"Kakak aja yg ga peka. Masih bilang aja kalo tuan muda ga cinta kakak. hallloooo.... semua itu terlihat nyata kakakku sayang. Bagaimana kakak tidak menyadari itu".


"Dia sendiri yg bilang klo aku tuh bukan tipe dia. Cewek kampung yg ga selevel dengan dia".


"Mulut bisa berbohong kak....tapi ini ga bisa dibohongi" kata Fatma sambil menepuk dadanya.


"Anak kecil jangan sok tau".

__ADS_1


"Meskipun aku lebih muda dari kakak, tapi aku paham bagaimana ciri-ciri orang kalo jatuh cinta. Apalagi masalah kyak kakak gini mah sangat mudah bagiku".


"Lalu.....menurutmu aku harus gimana??"


"Bener nih minta pendapatku?? ga merasa harga diri jatuh tanya ke anak kecil kyak aku??" kata Fatma sedikit menyindir Rosa.


"Udah....jangan banyak omong. Bilang aja kenapa sih" kata Rosa agak malu.


"kakak lucu deh.....kakak tambah cantik dan gemesin klo tersipu malu gitu. makanya tuan muda jatuh cintrong ke kakak" goda Fatma.


"Udah ah....males aku lama-lama ngobrol Ama kamu.... pulang sana gih".


"Aaaahhhhh.....iya deh maap kakak ku cantik. jadi gak nih saran ku??"


"Cerewet banget sih nih anak" kata Rosa sambil menghujani cubitan ke perut Fatma.


"Auw...auwww.....sakit kak....ampuuuunnnn".


"Cepet bilang....kalo gak aku usir kamu dari sini".


"iya... iya.....menurutku kakak harus datang kesana. Walaupun dia nanti jaim nolak kakak, kakak harus kekeh untuk merawatnya".


"Haruskah aku seperti itu??"


"Iya lah.....walaupun dia menolak kakak, itu hanya alasan di mulut nya saja. Aku yakin seyakin yakinnya kalo dia sangat mengharapkan bisa dekat dengan kakak".


"Baiklah akan aku coba".


"Semangat ya kak. Memang hukum percintaan seperti itu. Jika laki-laki nya pasif berarti cewek yg agresif".


"Omonganmu kyak udah pakar aja fat"


"Jelas dong......pengalaman yg mengajarkan ku seperti itu" kata Fatma dengan PD nya yg tingkat tinggi.


"Udah malam fat....cepat pulang".


"Ngusir niihhh".


"Bukan gitu fat.....ini udah malam. Aku takut kamu ada apa-apa dijalan. Besok juga harus kerja lagi kan".


"Iya kak....aku tau kok. Aku cuma godain kakak aja". kata Fatma sambil membetulkan tas ranselnya dan mengenakan helm yg berada di sampingnya.


"Hati-hati dijalan ya fat".


"Iya kak.....aku pulang ya. Sampai ketemu besok" fatma menaiki motornya dengan melambaikan tangannya lalu menghilang di tikungan jalan.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ❤️


__ADS_2