Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
33. Pindah tempat


__ADS_3

"Permisi nak Ricky dan mbk Rosa maaf mengganggu".


kata bik Mina tiba-tiba.


"Nak ricky.....pak Harun dan Bik Mina mau bicara sebentar".


"Iya bik...katakan ada apa??"


"Seminggu lagi anak saya Novi akan menikah di Bandung. Saya dan bapak mau ijin pulang kebandung".


"Oh ya.....kenapa baru kasih tau bik".


"Saya dan bapak bingung ngomongnya...."


"Kapan Bik Mina dan pak Harun pulkam?".


"Rencananya besok nak Ricky.....kalo nak Ricky tidak keberatan" ucap pak Harun.


"Tidak pak ... saya tidak keberatan. Itu juga kan tanggung jawab bapak dan Bik Mina sebagai orang tua".


"Iya nak Ricky.....tapiii......" ucap bik Mina dengan ragu-ragu.


"Kenapa bik?? apa ada masalah??".


"Itu nak Ricky....." ucap bik Mina lagi dengan menoleh ke suaminya.


"Bik Mina ada masalah keuangan?? bilang saja bik".


"Tidak nak Ricky.....gaji yang nak Ricky berikan untuk kami sangat lebih dari kata cukup. Namun yang jadi pikiran kami .... Bagaimana nak Ricky tinggal sendirian disini??".


tik....tok.....tik....tok......


Suasana tiba-tiba menjadi sunyi.


"Bukannya aku sudah terbiasa sendiri bik....kenapa harus bingung memikirkan itu". kata Ricky pelan.


"Nak Ricky......bagaimana klo bik Mina saja yg pulang. Bapak biar disini saja".


"Tidak .... tidak .... tidak usah". ucap Ricky cepat.


"Pernikahan adalah acara yang sakral tidak mungkin kalian melewati momen itu. percayalah.....saya akan baik-baik saja".


Rosa hanya ikut mendengarkan perbincangan mereka tanpa berkata sekalipun karena dia merasa bukan orang yang ikut andil didalam permasalahan itu.


"Bagaimana kalau nak Rosa tinggal disini sementara waktu, selama kita pulang kampung".


"Uuhuukkk....uuhuukkk" tiba-tiba Rosa tersedak minumannya saat mendengar bik Mina berkata demikian.


"Apa yang kamu lakukan?" kata Ricky segera menepuk punggung Rosa. lalu menyodorkan tisyu ke bibir Rosa.


"Terima kasih" kata Rosa.


"Benar kata istri saya nak Rosa. Kalo nak Rosa disini, nak Ricky tidak sendirian".

__ADS_1


"Iya....hanya sementara saja nak Rosa".


'Sebentar......pikiran ku rasanya lagi loading mendengar ucapan mereka. Aku diminta tinggal disini menemani Ricky.....berdua saja. Whaattt.....'pikiran Rosa berlarian tidak karuan.


Rosa tidak mampu memberi jawaban apapun.


"Jangan memaksanya......percayalah....aku tidak apa-apa".


Bik Mina menatap Rosa dengan tatapan memohon. Berharap Rosa menyetujui keinginan mereka.


"Berapa lama??" Rosa bertanya.


"Klo istri saya sekitar 2-3 Minggu nak, klo bapak mungkin hanya 1 Minggu saja".


"Nak Ricky kan pasti suka masakan nak Rosa".


"Hey....kamu ga usah memaksa diri. Klo kamu ga bisa katakan saja, jangan berpikir kasihan sama aku" kata Ricky sambil menyenggol lengan Rosa.


"Siapa juga yang kasihan sama kamu. Aku bekerja disini juga dapat gaji kan??" kata Rosa bercanda.


"Memangnya kamu mau kerja sukarela disini??"


" Gajiku mahal loh".


"Kamu takut aku tidak bisa memberikan gaji sesuai keinginan mu??"


"Hemmmm......sombongnya keluar".


" Lalu bagaimana kerjaku di cafe?"


" Nti aku yang mengurus semuanya, Samuel takkan bisa menolak nya". ucap Ricky dengan senyum licik.


" Baik lah kalo gitu.....1 bulan ya".


" Beneran kamu mau?" kata Ricky setengah tidak percaya.


" Kalo kamu menolak juga ga papa. Gak masalah". kata Rosa


"Sapa yang nolak".


" Kamu!"


" Kapan aku bilang?"


" Barusan....".


"Aku ga pernah bilang".


"Terserah kamu".


"Jadikan kamu pindah kesini??"


"iya.....iya.....bawel banget. Asal kamu yg bilang ke Samuel".

__ADS_1


"Siap boss".


Bik Mina dan pak Harun sangat senang dan lega mendengar perdebatan antara Rosa dan Ricky.


Mereka yakin, Ricky pasti senang jika ada Rosa disampingnya. Sebelumnya mereka sudah ijin kepada nenek Ricky melalui telepon tanpa sepengetahuan Ricky. Dan nenek lah yang memberikan ide untuk menyuruh Rosa tinggal di rumah itu.


Sesuai dengan kata nenek, Ricky pasti menyukai gadis itu. Jika tidak, dia tak kan menyetujui keputusan itu. Jangan kan untuk 1 bulan, sehari saja pasti dia sudah menolaknya.


Setelah urusan selesai, bik Mina dan pak Harun meninggalkan mereka dan kembali kepekerjaan mereka.


"Rosa..."


"Hemmm"


"Jika kita serumah....anggap saja kita belajar menjalani mahligai Rumah tangga" kata Ricky menggoda Rosa.


"Hey.....jangan sembarangan ya....."


ucap Rosa tak mampu menyembunyikan rona merah di pipinya.


"Kapan kamu pindah?".


"Besok".


"Kenapa harus besok?".


"Hey....mereka kan baru bilang ijinnya. Dan kamu juga belum bilang ke Samuel kan".


"Nti pulang dari sini, kamu siapkan pakaian secukupnya aja. Kalo udah siap, aku akan menjemputmu".


"siaappp boosss".


"Kamu gemesin ca" ucap Ricky sambil mencubit kedua pipi Rosa yang merona.


"Sakit tau".....


Rosa sangat senang melihat Ricky yang sekarang. Tertawa lepas tanpa ada beban di hatinya


Sebenarnya Rosa masih belum yakin apakah Ricky juga mencintainya seperti dia telah jatuh hati pada Ricky. Sampai saat ini, Ricky belum pernah menyatakan kepada Rosa tentang rasa cintanya.


Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.


.


.


.


.


.


Happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2