Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
13. Keras kepala


__ADS_3

"Kamu keterlaluan Ric. Kenapa kamu bicara seperti itu didepan Rosa" ucap nenek.


"Apa nenek juga kena kebohongan dia?" balas Ricky.


"Kebohongan apa Ric, sampai kapan kamu seperti ini ric....".


"Jangan kamu berprasangka buruk terus sayang, semua sudah berlalu. Jangan semua orang kamu sama ratakan" ucap nenek lagi.


Ricky hanya diam, tetap acuh dengan kata neneknya.


"Mereka sudah mendapatkan hukuman nya sayang. Lupakan semua yang terjadi. Orang tuamu sudah bahagia disana" ucap nenek dengan tetesan air mata.


"Bagaimana aku bisa melupakan semuanya nek. Semua terjadi karena penghianat itu. Semua terjadi karena uang. Uang telah membutakan segalanya. Uang telah merenggut orang tuaku nek. Mereka penipu semuanya" teriak Ricky dengan emosi.


"Mereka telah merenggut orang tuaku. Mereka merampas kebahagiaan ku. Mereka menghancurkan keluargaku. Begitu juga gadis itu nek. Dia telah merencanakan semua. Seperti kecelakaan yang dialami orang tuaku dulu" tambahnya lagi.


Nenek sudah tidak bisa berkata lagi. Trauma yang dialami Ricky sangatlah berat. Rasa kehilangan dia teramat sangat hingga dia tak mampu melupakan semua yang telah terjadi.


Dipeluknya cucu kesayangan itu didadanya. Direngkuhnya tubuh Ricky yang bergetar hebat.


"Nenek sangat menyayangimu nak, sangat menyayangimu. Jangan kamu sakiti hati dan pikiran mu terus menerus sayangku. Masih banyak orang yang sayang sama kamu" dibelainya kepala Ricky dengan lembut, berharap emosi yang dirasakan Ricky mereda.


"Istirahatlah dulu nak, tidurlah. Kamu harus banyak istirahat" ucap nenek.


Ricky menuruti perkataan nenek. Direbahkan tubuhnya dengan lemah. Nenek menyelimuti tubuh Ricky harga tenang kembali.


*Kasihan kamu nak, sampai kapan kamu akan seperti ini. Aku juga sayang dengan orang tuamu. Sayang dengan mu. Kapan kamu bisa sembuh dan melupakan semuanya nak. Nenek terus berdoa untuk kebahagiaan mu nak. Kamu pantas untuk bahagia.

__ADS_1


Ya Allah......sembuhkanlah cucuku. Berikan petunjukMu untuk cucuku. Berikanlah mukjizat untuk cucuku. Aku mohon ya Allah ya Tuhanku. aamiin*.


Nenek terus membelai kepala Ricky dengan lembut. Nenek tetap senantiasa berada disamping cucu kesayangannya. Menjaganya hingga Ricky tertidur kembali.


***


2 Minggu telah berlalu, akhirnya Ricky diperboleh kan untuk pulang. Samuel sudah mengurus segala pembayaran perawatan Ricky selama di rawat di Rumah sakit itu.


Terlihat perawat berhati-hati melepas jarum infus yang menancap ditangan Ricky. Bukan tidak bisa atau kerja lambat, tetapi mereka takut menyakiti tangan Ricky. Mereka tak ingin nendengar amukan Ricky lagi .


Tomi memasukkan pakaian ganti Ricky kedalam tas besar yang tadi dibawanya dari rumah. Memastikan lagi bahwa tidak ada barang berharga Ricky yang tertinggal.


"Akhirnya kamu pulang sayangku" ucap nenek sambil mencium kening Ricky.


"Aku sudah besar nek, jangan perlakukan aku seperti anak kecil" protes Ricky.


Ricky hanya melengos mendengar kata nenek.


"Semua sudah siap Tom??" tanya Samuel yang tiba-tiba sudah muncul dibalik pintu kamar.


"Sudah beres " tandas Tomi.


"Kamu sudah siap Ric??" tanya Samuel kepada Ricky.


"Heemmmm" sahut Ricky.


"Apa perlu aku bawakan kursi roda bayi imut ku" kata Tomi meledek.

__ADS_1


"Kamu mau mati Tom??" kata Ricky singkat.


Tomi terdiam kaget mendengar kata Ricky barusan. Namun Tomi dengan cepat menguasai dirinya. Bukan Tomi kalau dengan begitu saja membuatnya kapok.


"Aku bercanda Ric, santai aja broooo" kata Tomi lagi.


Walaupun mereka sering bertengkar, namun mereka sudah memahami sifat masing-masing. Tomi sudah siap menenteng tas yang berisi pakaian Ricky.


Samuel membantu Ricky untuk turun dari tempat tidurnya.


"Hey......aku bukan orang lumpuh. Jauhkan tangan mu..."kata Ricky kembali.


"Terserah kamu lah...." ucap Samuel.


Dengan tertatih-tatih Ricky berusaha untuk jalan sendiri. Mungkin malu jika dia harus minta tolong, setelah tadi ngotot tidak mau naik kursi roda.


Akhirnya mereka masuk kedalam mobil lagi. Bersiap-siap segera meluncur kejalan raya.


.


.


.


.


Happy reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2