Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
2. Kenyataan


__ADS_3

Rosa


Bagaimana aku bisa terdampar disini. Ditempat yang serba putih. melihat perawat-perawat berlalu lalang membawa alat medis, entah itu alat apa aku tidak tahu. Dengan bau obat-obat yang menyengat. Rasanya perutku mual ingin muntah. Apa karena perutku keroncongan lalu ditambah dengan bau disini yang menyebabkan kepala ku pusing dan ingin muntah saja.



Tidak ada yang aku kenal, dan tidak ada yang bisa aku ajak bicara. bagaimana nasibku sekarang. jika terjadi apa-apa dengan laki-laki itu bagaimana nasibku nanti. apakah aku akan dipenjara?? jika orang itu tertolong, berapa biaya perawatannya?? apakah aku yang harus menanggungnya??? jika aku tidak bisa membayar bagaimana ???



Aaaarrggg.....tambah pusing kepalaku. Ya Tuhan kenapa semua menjadi seperti ini....aku nekad ke kota ingin mencari pekerjaan untuk mencari uang agar aku bisa membantu membayar hutang biaya perawatan bapakku yg terkena stroke.



Badanku semakin lemas, aku menghampiri tempat duduk yang sudah disediakan disitu. Dengan pikiran kalut ku dudukan pantatku yg sudah lelah melewati kejadian hari ini. Ku peluk erat tas yang hanya berisi beberapa pakaian ku.



Sebentar kemudian datang 2 orang laki-laki yang terbilang ketampanannya seperti artis yang aku lihat di televisi. berkulit putih, bersih, dan kelihatan kalo mereka adalah orang yang kaya. Apakah mereka keluarga dari orang laki-laki tadi ???



Aku hanya melihat mereka berbicara dengan seorang dokter disana. sejenak aku melihat mereka serempak menoleh melihat ku....duuaarrr.....apakah aku melakukan kesalahan??? aku kan hanya ingin menolong. kalo tahu kejadiannya menjadi seperti ini mending tadi aku pura-pura tidak tau atau aku lari saja tadi.



Hatiku semakin berdebar kencang saat aku melihat mereka berdua secara perlahan mengayunkan kakinya untuk menghampiriku. ya Tuhan.....bantulah aku.....kumohon.


"hai.....namaku Samuel, apakah kamu yang menolong dan membawa Ricky ke sini??" dengan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Duuaarrr.....mati lah aku. apa yang harus aku lakukan. tapi kenapa aku harus takut. aku sudah membantu apa aku salah....


"iya....." hanya itu yang bisa aku ucapkan. walaupun sesungguhnya aku ingin menjelaskan bahwa aku tidak bersalah apapun. aku hanya menolongnya, hanya itu. tapi kenyataan nya aku hanya bisa berkata itu saja, tanpa menyambut tangannya.


"hai....kenalkan aku Tomi. kamu jangan takut dengan kami. terima kasih kamu sudah menolongnya dan membawa Ricky ke Rumah Sakit ini".


"Siapa namamu??"......tanya Samuel


"Aku Rosa....biasa dipanggil oca". jawabku tanpa menyambut tangannya.


Mereka berdua tersenyum


" Dokter sudah menjelaskan pada kami tentang semuanya, kamu tidak usah takut. tidak akan terjadi apa-apa dengan kamu. Ricky sudah melewati masa kritisnya, sebentar lagi dia akan dipindah ke ruangan". kata Samuel


"Ini semua berkat pertolonganmu, jika kamu tidak secepatnya memberikan pertolongan dan secara sukarela memberikan darah mu, mungkin saudara kami tidak akan tertolong" kata Tomi


Aku bingung harus berkata apalagi. kecemasan hatiku agak berkurang setelah mendengar kata mereka. kelihatannya mereka orang yang ramah dan baik, sehingga aku tidak perlu cemas kalo akan terjadi apa-apa seperti yang aku cemaskan tadi.


"Dimana rumahmu, kita akan mengantarmu pulang". kata Samuel


" rumah.....rumah ku........". aku hanya terdiam tidak bisa melanjutkan kata-kataku.


"kruuucuuukk....kruuuccuuukkkk....." astaga perutku tidak bisa aku ajak kompromi. mungkin memang perutku sudah tidak bisa lagi menahan rasa laparnya.


mereka tersenyum


" kamu lapar???" ucap Samuel dengan tersenyum.


" kenapa sih kamu daritadi tersenyum, yang membuat wajahmu semakin tampan. kata ku dalam hati.

__ADS_1


"iya......".


" Baiklah, ayo kita ke kantin untuk makan. kenapa kamu tidak bilang klo lapar". kata Samuel


" Tom.....aku akan pergi ke kantin dengan oca. kamu disini saja, tunggu sampai Ricky dipindah ke kamar. nanti kamu beritahu aku klo perlu apa-apa ya....". kata Samuel


"Siaaapp bos......laksanakan. kamu jangan bikin nangis oca ya.....dia sudah ketakutan tuh...". kata Tomi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan ngawur kata-kata mu Tom, malah bikin oca tambah takut".


" Tapi .... kalian benar-benar ga akan ngelakuin apa-apa ke aku kan???. tanya ku


" Tidak lah oca.....percayalah.....kita orang baik, kamu ga perlu takut." kata Tomi


" Ayo kita ke kantin sebelum kamu pingsan disini". kata samuel


" Bye Sam..." kata Tomi


Akhirnya Samuel mengajak ku beranjak dari tempat itu menuju kantin yang diucapkan tadi.


.


.


.


.


Terima kasih sudah membaca novelku, maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun kata-kata ku.

__ADS_1


__ADS_2