Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
14. Bimbang


__ADS_3

Rosa


Sudah sebulan aku bekerja disini. Melewati hari demi hari dengan teman kerjaku. Bukan hanya sebagai teman, seringnya kita bersama sehingga perasaan kita terikat seperti saudara. Walaupun usia mereka lebih muda dariku.


Mereka banyak membantuku tanpa perhitungan untung atau rugi. Membantuku juga membelikan aku ponsel yang bisa kugunakan untuk bertanya kabar dengan keluarga ku disana.


Aku sudah menerima gaji pertamaku, senang nya hatiku. Walau aku masih baru, Samuel tidak membedakan antara aku dengan mereka. Samuel orang yang baik dan banyak membantuku. Memang aku agak bingung dengan kebaikan Samuel terhadapku. Aku juga tidak pernah berpikir bahwa Samuel ada perasaan terhadapku seperti yang dikatakan Fatma. Dan aku pun tak pernah mengharapkan nya, karna itu tidak mungkin.


Aku sudah menganggap Samuel seperti kakakku sendiri. Bagiku dia adalah laki-laki yang dewasa, lembut, baik, dan pelindungku. Aku merasa aman didekatnya berbeda dengan saudara nya yang sombong itu. Huuuuh.....


Memang sih laki-laki itu juga tampan, tapi sifat sombongnya tinggi banget melebihi gunung. Jika mengingat kejadian lalu rasanya bikin emosi jiwa. Kenapa kok ada manusia yg angkuh seperti dia. Cara bicaranya jauh dibanding dengan Tomi maupun Samuel.


Tapi jika mengingat semua yang diceritakan Samuel, sebenarnya kasihan juga nasibnya. Tidak salah juga kalau dia berhati-hati dengan orang lain tapi kan ya ga terlalu kayak gitu juga.


Entahlah, saat aku melihat si sombong itu ingin sebenarnya berbagi cerita. memangnya dia mau??? ga mungkin laaahh. Darahku yg masuk ditubuhnya untuk menolong nyawanya aja ga dihargai, apalagi bisa dekat saling curhat.....Mimpi kali.


Jangankan curhat, bisa bisa aku dibunuh si sombong itu. Jika tidak ingat ada neneknya disana, ingin rasanya kulempar sandalku ke wajahnya. Aaaarrrgggggg.......


Siapa sih nama laki-laki itu????


eeeemmmmmmm........Ricky ya???


sepertinya benar Ricky kan.......


"Dooorrrr.....melamun apa hayooo" kata Fatma membuyarkan lamunanku.


"Apa sih.....aku lagi mikir keluargaku. aku kangen mereka" bohongku.


"Bener niiiiihhhh.......ga bohong??......suwerrrr" kata Fatma menggoda ku.


"Suweerrrr......." kataku lagi untuk meyakinkan Fatma.


"Iya deh....aku percaya. kita kan juga keluarga mu kak. Jangan sedih ya.....kita semua harus semangat" kata Fatma .

__ADS_1


"ayo kak sarapan dulu.....biar tambah semangat"


"oke".....


Lalu aku mengikuti Fatma keruangan belakang untuk sarapan bareng.


*****


Di rumah yang sangat megah, terlihat Ricky bersama neneknya sedang duduk di meja makan. Sambil menunggu semua tertata, Ricky masih sibuk dengan dunia fantasi game di ponselnya.


"Bener sudah ga ada yang sakit Ricky???" tanya nenek.


"Heeemmmmmm" sahut Ricky tanpa mengalihkan kesibukannya.


"Sungguh??" tanya nenek lagi.


"Hemmmmm" sahut Ricky lagi.


"Kamu sudah ga sayang nenek Ric???" nenek bertanya lagi.


"Baiklah .... besok nenek kembali ke Australia" ucap nenek.


Ricky terkejut lalu menghentikan kesibukan jarinya pada gamenya.


Ditatapnya wajah nenek kesayangannya.


"Serius Nenek balik ke Australia??" tanya Ricky.


Nenek hanya mengangguk saja.


"Kenapa???" tanya Ricky lagi.


"Apa nenek harus memberi alasan lagi sayang??" balas nenek dengan tersenyum.

__ADS_1


Ricky diam seribu bahasa. Tidak ada lagi kata yang diucapkannya. Kembali dia memandangi ponsel yang ada ditangannya. Dengan rasa yang masih berkecamuk, Ricky tetap melanjutkan permainan game nya.


"Sayang......"


Ricky menoleh kearah neneknya duduk.


"Kamu sayang nenek??"


"ya..." jawabnya singkat.


" Nenek juga sangat menyayangimu. Melebihi apapun".


Ricky tetap diam sambil tetap menatap wajah nenek.


"Nenek minta 1 permintaan sebelum nenek kembali ke Australia".


"Apa??" tanya Ricky.


"Nenek ingin kamu meminta maaf ke Rosa, gadis yang menolongmu".


"Nenek ingin kamu bisa berubah sepwrti dulu. Bahagia lah sayang. Jika kamu menemukan bahagia, nenek merasa lega. Hanya itu....."ucap nenek dengan mata yang senduh.


Tetap tidak ada kata yang terucap dari bibir Ricky.


Akhirnya mereka menyantap makanan yang sudah disajikan di meja makan. Hanya bila ada nenek saja Ricky mau makan di sana. Biasanya setiap hari Ricky hanya menyendiri dikamarnya. Berdiri di depan jendela besar yang berada di kamarnya. Membuka jendela dengan lebar, membiarkan angin berhembus memasuki kamarnya.


Menatap awan yang biru hingga berubah menjadi gelap. menatap burung yang terbang bebas. menatap kerlap kerlip lampu. Menatap apapun yang ingin dia tatap. Sendiri......ya sendiri. Untuk saat ini, Ricky ingin berdamai dengan dirinya sendiri. Berdamai dengan hari hingga ia mampu melangkah melawan kesendirian yang menyelimutinya.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤️


__ADS_2