Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
29. Tiba saatnya


__ADS_3

"Pak Harun"


"Iya Tuan muda".


" Sudah aku bilang berkali-kali....jangan panggil Tuan muda, panggil aku Ricky".


"Tapi Tuan...."


" Ga ada tapi-tapian. Bik Mina juga, panggil aku nak atau panggil Ricky aja".


"Apa nanti ga dimarahi Nyonya tuan??.


"Nenek tidak akan marah. Bilang saja aku yang nyuruh.


"Ricky bik.....Nak Ricky.....ingat itu".


"Iya nak Ricky"


"Nanti ada temanku datang. Biar aku yang bukakan pintu".


"Teman??"


"Iya....Pak Harun dan bibik istirahat saja. Aku sudah memesan makanan jadi bibik tidak perlu masak buatku" ucap Ricky sambil tersenyum.


" Iya...baiklah tuan ..eeehh nak Ricky". ucap bibik.


"Kalo begitu kita pamit ke kamar nak Ricky" kata pak Harun.


"iya pak....selamat beristirahat".


Pak Harun dan Bik Mina segera berlalu dari hadapan Ricky dengan membawa tanda tanya yang besar. Seperti halnya saat tadi mereka mendengar seorang yang tertawa dengan keras.


Tanpa berpikir mereka berdua langsung bergegas menuju asal suara itu. Dan ternyata.....


Melihat Tuan muda mereka yang bertindak lain itu sangat membuat bingung mereka. Walaupun begitu mereka tidak berani bertanya pada Ricky.


****


Rosa masih berdiri diluar pagar yang menjulang tinggi.


"Sebenarnya klo liat alamatnya benar ini sih, tapi kok kyaknya sepi tidak berpenghuni. Atau yang order itu arwah penasaran ya....." kata hati Rosa merinding sendiri dengan argumen hatinya.

__ADS_1


Tapi Rosa masih celingak celinguk mencari seseorang yang mungkin bisa dia tanya atau mungkin aja ada bel yang bisa di pencet olehnya.


"Siapa disana??" akhirnya ada suara yang keluar melalui kotak putih kecil yang berada nempel disudut pagar .


"Saya mau mengantar pesanan makanan atas nama Harun. apakah benar disini rumahnya??"


"Benar .... masuklah".


Rosa hanya menurut saja, sejenak kemudian pintu gerbang itu terbuka. Rosa juga tidak tahu kalau yang punya suara tadi adalah Ricky.


Rosa berjalan memasuki halaman rumah tersebut. Sambil mengamati sekitar, nampak ada meja dan kursi melingkar di halaman depan dengan bangunan gazebo di sebelahnya.


Halaman itu terlihat luas, namun sepi apalagi ditambah gelapnya malam.


Semoga tidak terjadi apa-apa.....lindungilah aku Tuhan.....Doa Rosa dalam hati.


tok...tok....tok


Rosa akhirnya sampai di depan pintu lalu mengetuknya.


Sedetik kemudian pintu itu terbuka, dan nampak seorang laki-laki berdiri dibalik pintu.


"Ricky"


"Kamu.....ternyata ini....." Rosa tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Bingung, marah, kaget, n rindu......


Ya.....Rosa sebenarnya rindu dengan wajah Ricky. sudah beberapa hari setelah kejadian itu, dia tidak pernah datang ke cafe.


"Masuklah". kata Ricky sambil membuka pintu dengan lebar.


"Tidak....terima kasih. Ini makanan yang kamu pesan. Dan ini uang kembaliannya". Rosa hendak menyerahkan tas yang berisi makanan dan amplop putih yang berisi uang.


"Jangan pergi....aku ingin bicara dengan mu" ucap Ricky.


"Ini sudah malam....maaf".


"Sebentar saja"


"Maaf .... aku tidak bisa" . ucap Rosa dengan tegas.


"Aku takkan membiarkan kamu pergi. Ikutlah dengan ku" ucap Ricky sambil meraih pergelangan tangan Rosa.

__ADS_1


Pintu itu sudah tertutup. Rosa semakin bingung apa yang harus ia perbuat. Rumah itu terlihat sepi tanpa penghuni.


Rosa hanya menurut saja mengikuti langkah Ricky memasuki rumah, lalu menaiki tangga dan menuju balkon yang ada di lantai atas.


Sebenarnya rumah itu sangat luas dan bersih. Terlihat kalau terawat dengan sempurna.


Dengan tembok yang bercat putih.


pilar-pilar besar terlihat berdiri dengan kokoh.


Kemudian Ricky berhenti di tempat duduk yang besar seukuran ranjang yang tergantung dengan kuat di tiang penyangga. Di iringi dengan angin yang berhembus menambah suasana damai dan sejuk.


"Duduklah..." ucap Ricky seraya ikut meletakkan tubuhnya pada tempat duduk itu.


Rosa mengikuti perintah Ricky. Duduk sambil terayun dengan pelan-pelan. Didepannya nampak pemandangan kota dengan kerlap kerlip lampu yang terlihat terang.


"Kamu sendirian disini?" tanya Rosa.


Ricky menoleh menatap Rosa yang masih terlihat bingung.


'Sudah berapa lama aku tidak bertemu dengan wajah ini.


wajah yang selalu datang dalam mataku saat aku sendiri.


wajah yang selalu membuatku tenang',


wajah yang selalu membuatku terombang ambing tak menentu beberapa hari ini....


batin ricky.


"Maaf jika pertanyaanku salah". ucap Rosa membuyarkan lamunan Ricky.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ❤️


__ADS_2