Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
32. Pernyataan


__ADS_3

Pukul 8 Ricky sudah siap didepan kaca ruang gantinya. Dengan baju yang rapi walaupun dia tidak memakai setelan jas, namun Ricky tetap terlihat tampan.


Dia tersenyum menatap wajahnya sendiri di cermin.


Rencananya, sebelum berangkat kekantor dia ingin mendatangi Rosa ditempat kerjanya terlebih dahulu. Dia ingin memberikan sebuah kejutan untuk Rosa.


Bergegas Ricky mengambil tas kecil yang ada di atas meja. Segera dibukanya pintu kamarnya dan menuruni anak tangga.


Ricky sudah siap duduk di meja makan. Bik Mina sudah menyiapkan sarapannya di meja.


Tanpa menunggu lama, Ricky menyantap sarapannya dengan perlahan-lahan. Setelah selesai dia segera menuju mobilnya dan meninggalkan halaman rumahnya.


*****


"Kak....." panggil Ryo


"Ya...."


"Ada Tuan muda Ricky didepan".


"Ricky??"


"iya....cepat kak".


"Iya...sebentar".


Rosa segera mencuci tangannya di wastafel.


"Yaaa....ampun kak......kenapa tuan muda ricky semakin hari semakin cakep aja ya sih. Gantengnya kyak bintang pop Korea" pekik Fatma dengan gaya centilnya.


"Husss.....kamu bikin berisik aja".


"Memangnya kakak ga jatuh cinta ya hampir tiap hari berhadapan dengan orang yang gantengnya ga ketulungan kyak dia".


"Sudah ah....nanti dia malah marah kalo aku kelamaan". kata Rosa sedikit beralasan agar segera menghindar dari interogasi Fatma.


Dihampirinya Ricky yang sudah duduk di luar.


"Maaf ya lama".


"Gak papa".


"Tumben pagi-pagi udah datang".


"Aku mau kekantor jadi mampir dulu kesini".


"Ooohh.... kalo kamu mau pesen makanan maaf belum siap. Aku juga belum belanja".


"Enggak.....aku sudah sarapan kok".


"Ooohh....".


" Ini buatmu. Jangan dibuka disini, kamu buka dikamar aja".


kata Ricky sambil menyodorkan tas kecil ke tangan Rosa.


"Apa ini".

__ADS_1


"Sudah jangan banyak tanya".


"Terima kasih ya"


"Aku yang berterima kasih ke kamu. Boleh aku minta sesuatu??".


"Apa??"


"Jangan pernah pergi dariku. Aku harap kamu tidak pernah bosan ada disamping ku"


Rosa tidak tahu harus berbuat apa. Mulutnya terkunci tanpa bisa berkata apapun. Dadanya bergetar hebat saat Ricky mengatakan itu dihadapannya.


Apakah ini .....apakah Ricky menyatakan perasaannya ke aku???' batin Rosa bergejolak.


Ricky tersenyum sambil tangannya terulur mengelus pipi kiri Rosa dengan lembut.


"Aku pergi dulu ya....smoga harimu indah. Ingat....jangan telat makan"


pesan Ricky lalu beranjak pergi meninggalkan Rosa yang masih terpaku ditempatnya.


Tubuh Rosa seakan melayang di udara.


"ya Allah......apakah aku sedang bermimpi"


Dicubit pipinya dengan keras.


"Aaauuuwww....sakit. Berarti ini nyata". Rosa tersenyum-senyum sendiri.


*****


Dibukanya tas kecil pemberian Ricky tadi pagi dengan perlahan-lahan.


Isinya sebuah ponsel lengkap dengan kerdusnya yang menandakan bahwa ponsel itu baru. Dan sebuah amplop putih.


Perlahan-lahan dibukanya amplop itu. Ternyata berisi uang 10 juta dan sebuah kertas dengan tulisan tangan.


Rosa


Aku harap kamu tidak menolak pemberianku ini. Khusus aku membelinya sendiri untukmu. Ponsel itu sudah beserta nomernya, dan nomerku sudah aku masukkan di situ. Smoga dengan ponsel itu lebih mempermudah komunikasi mu dengan keluargamu di Surabaya.


Uang itu semoga bisa membantu memenuhi keperluan mu. Jika butuh apapun kamu bisa hubungi aku. Aku ingin kita bisa sama-sama bahagia.


Aku tidak tau nomer rekening mu jadi aku beri tunai.


from


Ricky si sombong :)


Tak terasa tetesan air bening mengalir dari kelopak matanya.


Drttttt.....drtttttt......drtttt


"Hallo.... Assalamu'alaikum".


"Walaikum salam".


"Berarti kamu sudah membuka hadiahku"

__ADS_1


"Iya".


"Kamu suka??".


"Sangat".


Rosa sudah tidak bisa membendung deras airmata yang keluar.


Rosa tidak bisa berkata apapun lagi.


"Hey.....kenapa kamu menangis??"


Hanya suara tangisan Rosa yang terdengar.


"Rosa.....pliss jangan nangis. Apa aku sudah membuatmu bersedih??".


Keadaanya masih sama. Hanya terdengar suara tangisan Rosa.


"Rosa....maafkan aku jika aku membuatmu bersedih. Tapi aku tidak punya niatan seperti itu. Aku hanya ingin melihat mu bahagia. Maafkan aku...."


"Kamu tidak salah Ric. Kamu malah sangat baik padaku. Aku tidak tau harus berkata apa".


"Aku hanya ingin membantumu. Apa yang kamu lakukan selama ini kepadaku tidak bisa diganti dengan apapun".


Rosa terdiam.


"Rosa .... jangan bersedih lagi ya. Aku akan selalu ada di sampingmu".


" Ya....terima kasih banyak Ric"


" Kamu tidak perlu berkata seperti itu. Cepatlah istirahat...jangan tidur malam-malam ya biar kamu ga sakit".


" Iya....terima kasih Ric".


"Sama-sama"


" Assalamualaikum"


"Walaikum salam".


Hari ini takkan terlupakan oleh Rosa. Bebannya sedikit berkurang dengan bantuan uang dari Ricky. Tapi Rossa masih belum berani memakai uang itu untuk mengirimkan ke orang tuanya.


Rosa memutuskan menyimpan uang itu di tabungannya besok.


Malam ini memang Rosa merasakan tubuhnya sangat letih. Dia segera membaringkan tubuhnya untuk segera beristirahat dan tidur.


.


.


.


.


.


Happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2