
Samuel dan Rosa telah sampai disebuah tempat yang sangat indah. Rumah yang indah di perbukitan. Dengan berdiri diluar balkon, dapat melihat lampu kota yang sangat indah dari jarak jauh.
Terlihat pohon-pohon yang tumbuh tinggi menjulang. Suara burung yang berada diantara para ranting. Angin yang berhembus dengan beriringan memberikan kesejukan yang hakiki.
Disana telah siap dua kursi dan 1 meja bundar dihiasi lilin yang sangat indah. Makanan sudah tersaji dengan lengkap, entah minuman apa itu yang ada diatas meja. memanginuman itu terlihat asing bagi orang seperti Rosa.
Ruangan yang terhias dengan sangat indah dan sangat romantis. Samuel ternyata sudah menyiapkan segalanya dengan sempurna.
Namun semua itu semakin membuat Rosa tidak nyaman. Dia tidak pernah merasakan momen seperti ini selama perjalanan hidupnya.
"Duduklah ca"
" Eh....iya"
Samuel berada di belakang Rosa dan sudah bersiap menarik kursi dan mempersilahkan Rosa untuk duduk.
"Bagaimana menurutmu dengan tempat ini??"
" Sangat indah, nyaman dan Tenang".
"Ini rumah yang aku beli dengan usaha ku sendiri. Aku berharap nanti bisa hidup bahagia disini dengan orang-orang yang aku cintai dan aku sayangi".
" Betapa beruntungnya orang itu yang bisa memilikimu Sam".
"Sungguh??".
"Iya. Kamu laki-laki yang baik, bertanggung jawab, penyayang.....tidak ada yang kurang dari diri kamu Sam".
Samuel tersenyum dengan indah saat mendengar pujian yang keluar dari bibir Rosa.
"Kamu terlalu berlebihan ca".
"Tapi itulah kenyataannya".
Terlihat Samuel terdiam namun senyum itu masih menempel di bibirnya yang merah merona.
"Makanlah ca....kamu berangkat tadi belum makan kan??".
"Iya".
Mereka bersama menikmati makan malam dengan suasana romantis.
Samuel dengan jantung yang berdebar, terus memanjatkan doa dalam hati. Berdoa agar diberi kelancaran sampai semuanya berhasil.
__ADS_1
Sedangkan Rosa....
Terlalu banyak hal yang dipikirkan oleh Rosa. Melihat semua persiapan yang dilakukan Samuel, membuat Rosa semakin tidak berdaya untuk menolak perasaan Samuel kepadanya.
Setelah acara makan malam selesai. Samuel mengajak Rosa berkeliling menyusuri taman yang terlihat indah dan terang benderang.
Berkali-kali Samuel mencoba meraih jemari Rosa saat tangan mereka bergesekan. Namun rosa sekalu berusaha untuk menghindarinya.
"Ca..."
"Heeemmm"
"Aku mau bicara"
"Bicaralah"
Mereka sampai pada tempat duduk yang berada ditengah-tengah taman tersebut.
"Duduklah ca"
"Terima kasih Sam"
Rosa pun mengikuti Samuel yang tengah duduk dikursi tersebut.
Rosa terdiam
"Aku ingin menyatakan perasaan ku Ca...aku mencintaimu dengan segenap jiwa ragaku. Aku berharap bisa menghabiskan waktu hidup kita bersama disini seperti yang kamu katakan tadi. Aku ingin kamulah wanita yang beruntung itu ca. Wanita yang akan menemaniku hingga nanti menua bersamaku".
"Aku sangat percaya, aku tidak akan salah dengan memberikan cintaku ke kamu. Betapa bahagianya jika kita bisa menikmati suasana ini setiap hari".
Gejolak hati Rosa semakin tak menentu. Bagaimana bisa Rosa membayangkan jika saja Ricky yang berkata demikian.
Tapi kenyataannya, Samuel lah yang berada disisinya saat ini.
Bibir Rosa bergetar
air mata mulai menetes secara perlahan-lahan
Rosa tidak sanggup mengutarakan isi hatinya.
Rosa tidak sanggup menyakiti perasaan Samuel yang sangat mencintainya.
"Maafkan aku Sam".
__ADS_1
Rosa menghentikan kata-katanya. mencoba mengatur nafas dan hatinya yang bergejolak.
"Maafkan aku jika aku tidak bisa menerima perasaan mu Sam. Aku tidak bisa menyakitimu dengan pura-pura mencintaimu dan menerima perasaanmu. Kamu sangat baik Sam....sangat baik. Bukan hanya kepadaku saja, dengan orang lain pun kamu sangat baik. Aku rasa kamu telah salah jika memberikan cintamu kepadaku".
"Maafkan aku yang tidak bisa menemanimu disini menghabiskan hari. Maaf kan aku jika aku tidak bisa menjadi wanita yang paling beruntung itu. Smoga kelak kamu akan mendapatkan wanita yang lebih baik daripada aku Sam".
" Apakah semua ini karena adanya Ricky ca?? Apakah kamu mencintainya?"
" Entahlah......aku sendiri tidak yakin".
" Tapi aku merasa yang aku pikirkan benar. Kalian sebenarnya saling mencintai".
"Dia tidak mencintaiku Sam".
" Kamu yakin?"
Rosa menggeleng kan kepalanya dengan tatapan kosong.
Terdengar Samuel menarik nafas yang dalam kemudian memhembuskannya ke udara dengan sangat berat.
"Kamu tidak usah kuatirkan aku ca...Sebelum aku mengambil keputusan ini, aku sudah mempersiap kan diri ku dengan sebaik-baiknya jika semua tidak sesuai dengan harapanku".
"Aku kecewa? iya.....namun aku akan lebih kecewa jika kamu menerima cintaku hanya karena kasihan terhadapku".
"Sekali lagi maafkan aku Sam".
"It's okay ca....aku sangat mengagumi kejujuran mu".
"Sam... bolehkah aku minta 1 permintaan??"
"Apa itu??"
"Aku ingin kamu berpura-pura dihadapan ricky bahwa aku menerima cintamu".
.
.
.
.
Happy reading❤️
__ADS_1