Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
44. Penyesalan dalam diam


__ADS_3

Setelah berendam dalam air hangat, Rosa merasa tubuhnya sudah agak mendingan. Dibaringkannya tubuhnya yang lelah diatas ranjang. Pak Harun menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang tebal.


Karena terharu dengan perhatian pak Harun, membuat Rosa menitikkan air mata.


"Terima kasih ya pak".


"Tidurlah......istirahatlah nak.....nanti biar Bapak yang menjelaskan ke nak Ricky". Ucap pak Harun sambil mengusap ujung kepala Rosa.


Pak Harun segera berlalu dari kamar Rosa. Segera menuju dapur untuk merapikan barang belanjaan Rosa yang tergelak tadi.


Terdengar suara derap sepatu yang keras sekali memasuki rumah.


"Pak....apakah Rosa sudah pulang?? Aku sudah berputar-putar disana, aku tidak menemukan dia pak. Bagaimana kalo terjadi apa-apa padanya? .....Aku akan lapor polisi, biar mereka ikut membantu mencari Rosa". ujar Ricky dengan kecemasan yang sangat tinggi. Terlihat sekali dia sangat mengkhawatirkan Rosa.


"Nak Ricky...tenanglah. Nak Rosa sudah pulang. Dia sudah berbaring di kamarnya".


"Apaaa.....?? ...Benarkah....?? Dia baik-baik saja kan pak ?? Dia tidak apa-apa kan pak??..Tanya Ricky sambil mengguncang tubuh pak Harun.


"Iya nak....nak Rosa baik-baik saja walaupun tadi dia terlihat sangat kedinginan".


"Ya Tuhan......Bodohnya aku. Ini salahku pak. Aku akan melihat kondisinya".


Ricky berlari menuju kamar Rosa yang berada dipojokan.


Di tempelkan ya telapak tangannya ada kening Rosa. Panas. Dia demam.


Ricky segera membuka selimut Rosa dan berniat menggendong tubuh Rosa.


"Kamu apa sih?" Seru Rosa Serengan berteriak. Rosa marah, merasa tidurnya telah terganggu.


"Aku akan membawa mu ke dokter!"


"Tidak perlu" ucap Rosa lemah sambil kembali menarik selimutnya.

__ADS_1


Ricky tidak mau kalah. Dihempaskannya selimut itu lagi dari tubuh Rosa.


"Badan mu panas. Kamu harus segera ke dokter".


"Tidak....tidak usah".


"Jangan keras kepala. Kamu itu demam".


Ditepisnya tangan Ricky oleh rosa saat akan menggendong tubuhnya.


"Apa pedulimu??Aku tidak ingin menambah hutang Budi ke kamu. Aku hanya ingin tidur".


"Terserah apa katamu.....yang penting sekarang kamu harus ke dokter". ucap Ricky tetap ada pendiriannya.


"Aaaaakkhhhh......apa kamu benar-benar ingin menyiksa ku....ha. Tolong...biarkan aku tidur. Aku hanya ingin tidur" Rosa mencoba berontak tetapi itu tidak mungkin lagi. Keadaanya semakin lemah.


"Karena aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu. Karena aku sangat menyayangimu ca..." ucap Ricky dalam hati.


Tangan Rosa masih menempel ke dada bidang Ricky dengan lemah. Badannya limbung, dan akhirnya pingsan.


Ricky menangis


Dia takut bila terjadi apa-apa pada Rosa.


"Nak....tenanglah....nak Rosa hanya pingsan. Saya sudah memanggil dokter kemari. Sabarlah...." ujar pak Harun sambil mengusap pundak Ricky pelan.


" Ini salahku pak. Ini semua salahku. Jika saja aku mengantarnya, dia tidak mungkin mengalami seperti ini pak". ucap Ricky sambil memeluk tubuh Rosa.


Dia sangat takut. Takut kehilangan lagi orang yang sangat berarti baginya.


"Bagaimana kamu masih menyangkal kalo kamu sangat mencintainya nak Ricky. Hatimu sudah terpaut dengannya" ucap pak Harun dalam hati.


*****

__ADS_1


Ricky menjaga Rosa semalaman dikamar Rosa. Dia tidak meninggalkannya sedetikpun.


Terus terjaga, tiada letih terus mengompres kening Rosa dengan sapu tangan handuk.


"Nak....ini bubur untuk nak Rosa" ucap bik Mina sambil membawa semangkuk bubur ditangannya.


" Kapan Bik Mina datang? kok saya tidak tau?"


"Semalam nak, saat dokter itu pulang setelah memeriksa nak Rosa".


"Ooohh.....tolong jaga nak Rosa sebentar ya bik. Aku mau mandi dulu".


"Iya nak"


Sesaat Ricky akan beranjak dari kamar rosa.


"Bik....jika dia sudah sadar. Jangan bilang kalo aku menjaganya disini. Bilang saja kalo bibik yang menjaganya".


"Tapi nak...."


"Tolong lakukan saja, jangan membantah bik".


Ricky segera berlalu dari kamar Rosa, meninggalkan bibik dengan tanda tanya yang besar di pikirannya.


"Maafkan aku, bencilah aku sesukamu. Semakin kamu membenciku, semakin mudah aku melepasmu. Aku hanya ingin kamu meraih bahagia"......ucap Ricky dalam hati.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ❤️


__ADS_2