Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
34. Samuel.


__ADS_3

Samuel masih terbayang-bayang dengan perkataan nenek barusan yang menghubunginya melalui sambungan telepon.


"Sam....."


"Iya nek"


"Bagaimana kabarmu??"


"Baik nek... bagaimana dengan nenek??".


"Baik nak"


"Apakah kamu sibuk hari ini".


"Tidak.....kenapa nek?"


"Ada yang ingin nenek bicarakan dengan mu??"


"Katakan nek....ada apa??"


"Mungkin besok Ricky akan bicara dengan mu untuk meminta ijin".


"ijin.....ijin apa nek".


"pak harun dan Bik Mina akan pulang kampung. Anaknya akan menikah. Rosa akan tinggal di rumah bersama Ricky untuk 1 bulan kedepan, untuk menggantikan bik Mina. Kamu tidak keberatan kan??"


Seperti itulah permintaan nenek tadi siang, dan Samuel tak kan bisa menolaknya.


Perkataan itu seakan membuat hati Samuel tidak nyaman. Bagaimana tidak, Samuel sangat mencintai Rosa walaupun dia belum berani menyatakannya.


Samuel sudah lama tahu tentang kedekatan Rosa dan Ricky. Tapi Samuel tak pernah ambil pusing dengan beranggapan Ricky takkan jatuh cinta pada Rosa.


Namun semakin lama, perasaan Samuel semakin tidak karuan melihat Ricky yang sangat berbeda saat mulai dekat dengan Rosa. Dan semua itu tidak membohongi dirinya bahwa Samuel senang melihat perubahan pada diri Ricky.


Vanya....Samuel sudah memutuskan pertunangannya saat mengetahui bahwa dia hanya menginginkan uang Samuel. Awalnya Vanya menolak untuk putus hubungan dengan Samuel. Tetapi saat Samuel memergokinya selingkuh dengan laki-laki lain, Vanya tidak bisa berkutik dan menyetujui nya.

__ADS_1


Seharusnya Samuel merasa lega karena sudah tidak ada halangan untuk mencintai Rosa. Tetapi semua diluar jangkauan Samuel. Dulu Samuel mengira Rosa bukanlah tipe Ricky.


Apalagi saat awal perkenalan mereka, Ricky sangat menbenci Rosa. Samuel melupakan sebuah hal, bahwa benci bisa berubah menjadi cinta.


Dadanya semakin sesak saat Ricky meneleponnya


"Rosa akan tinggal dirumahku 1 bulan untuk menggantikan bik Mina sementara waktu. Nanti malam aku menjemputnya. Aku harap kamu mengijinkannya tanpa ada kesulitan apapun...."


Tanpa sadar Samuel meraih sebuah bolpoint yang tergeletak di atas buku. Dengan dituntun oleh hatinya yang galau memikirkan semua, tergores sebuah kata diatas buku untuk menggantikan suara hatinya


*Aku tak pernah menyalahkan waktu


Aku pun tak pernah menyesali waktu


waktu saat aku bertemu dengan mu


waktu saat aku ingin selalu dekat denganmu


Suara hati seakan terbelenggu


jika ada waktu yang akan kembali


akan kubenamkan cintaku dalam hatimu


Rosa*......


Samuel tak sanggup memikirkan semuanya. Apa yang harus dilakukannya nanti. Kebaikan keluarga Ricky terhadap keluarganya takkan bisa terbalas oleh apapun.


*****


"Kamu sudah siap? tidak ada yang tertinggal kan??"


"Sudah. kunci cafe juga sudah aku titipkan ke Fatma".


"Ya sudah....sini tas mu aku bawakan"

__ADS_1


" Gak papa....ringan kok".


"Jangan banyak protes" kata Samuel langsung menyambar tas yang dibawa Rosa.


"Jangan lupakan aku ya kak. Jaga kesehatan kakak" . ucap Fatma yang sengaja belum pulang untuk ikut mengantar Rosa berangkat.


"Hey .... dia hanya 1 bulan dirumah ku. Memangnya dia mau aku siksa dirumahku??". kata Ricky sambil menggoda Fatma yang kelihatan tidak ikhlas ditinggal Rosa


"Jangan jahat-jahat". sergah Rosa mendengar perkataan Ricky yang ditujukan ke Fatma.


"Ayo berangkat".


" Kamu juga jaga diri dan jaga kesehatan. Jangan genit" ucap Rosa sambil memeluk Fatma.


"Hati-hati ya kak..kakak juga jaga diri. Kalo ada apa-apa kakak telpon polisi, tau kan nomer kantor polisi??" ucap Fatma setengah berbisik ke telinga Rosa saat membalas pelukan Rosa.


Rosa tersenyum mendengar ucapan Fatma.


"Ya sudah aku berangkat ya. bye Fatma..... Assalamu'alaikum".


" Walaikum salam".


Rosa dan Ricky memasuki mobilnya setelah meletakkan tas ransel Rosa ke tempat duduk belakang.


Dengan cepat Ricky melajukan mobilnya meninggalkan Fatma berdiri seorang diri di halaman parkir cafe.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤️


__ADS_2