Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
45. Cemburu


__ADS_3

Ricky


Wajahnya masih terlihat pucat. Tubuhnya juga masih terlihat lemah. Walaupun aku tidak bisa merawatmu secara langsung, setidaknya aku bisa mengawasi mu dari jarak jauh.


Aku sudah memberikan arahan kepada pak Harun dan Bik Mina. Tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh Rosa. Semua itu juga untuk kesehatan dia.


Aku harus pura-pura membaca koran di taman belakang sambil mengawasi Rosa yang sedang menyiram bunga kesukaannya. Dia terlihat cantik seperti bunga yang sedang bermekaran.


Terkadang aku pura-pura bertanya tentang bunga yang ditanamnya hanya untuk bisa berbincang dengannya.


Aku merindukannya.


Rindu untuk makan bersamanya.


Rindu tertawa bersama seperti dulu.


Aku ingin memeluknya, dan mengatakan kepadanya....Aku akan selalu disampingmu, aku akan selalu melindungimu.


"Heyyy.....Kamu baik-baik saja ric?? kamu melamun??" sapa Samuel tiba-tiba menghancurkan segala yang ada dipikirannya barusan.


"Hey.....sejak kapan kamu datang??"


"Barusan. Aku menyapamu dari tadi tapi kamu diam saja. Apakah kamu juga tertarik dengan kekasihku??"


"Jangan ngawur".


"Aku melihatmu memandangnya terus".


"Kamu mengira begitu?? Aku hanya tidak rela halaman ku menjadi penuh bunga seperti itu. Itu semua karena kelakuan kekasih mu".


"Dia sangat indah kan Ric?? Bagaimana bisa kamu tidak jatuh cinta kepadanya?? Padahal kamu tiap hari menatapnya??" goda Samuel tetapi matanya masih tertuju pada Rosa.


"Omong kosong apa itu" elak ku dengan segera.


" Baiklah .... aku akan menyampirinya dulu" ucap Samuel beranjak dari tempat duduknya. Lalu melangkahkan kakinya menuju Rosa berdiri.


"Kamu sangat beruntung Sam. Kamu harus menjaganya. Jika kamu menyakitinya, aku akan mengambilnya kembali"


Tentu saja Samuel tidak mendengar apa yang diucapkan Ricky barusan.

__ADS_1


*****


"Hai....bagaimana kabarmu" sapa Samuel dengan memeluk pundak Rosa.


Rosa terkaget tiba-tiba mendapatkan perlakuan seperti itu dari Samuel.


"Oh...hai. Alhamdulillah sudah sehat. Kamu membuatku kaget Sam".


"Maafkan aku....aku tidak berniat mengagetkan mu"


"Kamu sudah dari tadi?? Mau aku buatkan kopi??"


"Tidak usah. Sudah dibuatkan bik Mina"


"Oh...."


"Kita harus terlihat mesra ca....Ricky mengawasi kita dari tempat duduknya" ucap Samuel dengan berlagak menepiskan rambut Rosa ke belakang telinga.


Dari jauh terlihat Ricky sangat tidak menyukai perbuatan Samuel barusan.


"Aku yakin klo Ricky juga cinta ke kamu ca".


"Tidak Sam. Dia tidak mencintaiku. Aku sangat tahu itu".


"Tidak .... aku tidak berani".


"Bagaimana kalo aku yang berusaha membuatmu mencintaiku".


"Sudah lah....jangan bicara yang aneh-aneh".


"Apakah aneh jika aku melakukan itu ca?"


"Ya.....kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dariku Sam. Aku yakin itu. Tapi bukan aku".


"Jika aku maunya kamu, gimana??"


"Aaa....aakuu....."


Samuel tertawa melihat tingkah Rosa yang gelagapan karena nya.

__ADS_1


"Kamu lucu ca.....ayo masuk. Bunga itu bisa tenggelam kalo kamu siram terus".


"Lebih baik aku menyiram kamu saja ya" kata Rosa sambil mengacungkan selang airnya kearah Samuel. Dan hendak menyiramnya.


Samuel berlari menghindar. Rosa mengejar Samuel yang berlari menghindarinya. Akhirnya terjadilah kejar mengejar diantara dua orang tersebut.


Ricky melihat tingkah dua orang tersebut dengan jelas. Cemburu?? jelas. Seharusnya dia yang ada disana. Bahagia bersama Rosa.


Terdengar hembusan nafas yang berat pada Ricky. Dia harus belajar menerimanya. Ini sudah keputusannya.


Drtttt ......drtttt.......


Terdengar bunyi dari ponsel Ricky yang ada di saku celana. Ditatapnya layar ponsel itu. Terpampang dengan jelas sebuah nama disana. Jenny.....Penjaga nenek di Australia.


"Hallo....Jen"


"Hallo Ric. Apakah kamu sibuk?"


"Tidak....aku sedang santai dirumah".


"Oohh...aku harap kamu segera terbang kesini. Nenek sakit. Sekarang ada di Rumah sakit".


"Apa???? Kamu tidak bercanda kan Jen??" kata Ricky dengan spontan berdiri.


" Kapan aku pernah bercanda. Cepatlah kesini. Nenek menunggu kedatanganku"


"Okay..... aku akan segera kesitu. Tolong jaga nenek Jen".


"Pasti Ric"


"Terima kasih Jen"


Akhirnya panggilan itu tertutup.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ❤️


__ADS_2