
"Jaga diri baik-baik Ric....." ucap nenek sambil memeluk tubuh Ricky dengan erat, seakan tidak ingin meninggalkan cucu kesayangannya itu.
"iya nek" jawab Ricky.
" Jangan lupa kabari nenek ya. Dan jangan lupa dengan permintaan nenek yang kemarin" kata nenek setelah melepas kan pelukannya. Didekapnya wajah Ricky dalam kedua telapak tangannya.
"iya" jawab Ricky pendek.
Setelah memeluk cucunya, nenek berpindah memeluk Samuel dan Tomi. Mereka pun turut serta mengantar nenek ke Bandara.
"Jaga diri kalian baik-baik ya, dan jaga cucu nenek. Jangan biarkan dia larut dengan kesedihan, hibur dia" pesan nenek.
"Iya nek" jawab mereka serempak.
"Nenek juga baik-baik disana" pesan Samuel.
Nenek menjawab dengan tersenyum.
Nenek segera masuk ke jalur penumpang. Dan mulai memasuki lorong. Tidak lupa nenek menoleh dan melambaikan tangannya.
Setelah nenek hilang dari pandangan mereka bertiga, akhirnya mereka pun beranjak dari tempatnya berdiri. Berjalan dengan keheningan menuju pintu keluar Bandara.
Hari ini tidak nampak seperti biasanya Ricky. Kejadian yang sangat langka. Seakan Tomi ingin mengabadikan momen seperti ini dalam kamusnya. Ricky ikut nebeng dalam mobil Samuel, padahal tidak pernah Ricky lepas dari mobilnya.
Begitu juga Tomi. Setelah pagi tadi dia secara tiba-tiba mendapat telpon dari Ricky yang melarang Tomi membawa mobilnya. Aneh kan???
Seorang Ricky, dengan tiba-tiba ingin berada 1 mobil rame-rame.......mimpi apa dia semalam... ataukah dia kesurupan setan mungkin??...
'batin Tomi.
Ricky tetap melangkah dengan diam seribu bahasa. Walaupun dia juga paham dengan kebingungan dua orang disebelahnya.
Setelah sampai ditempat parkir, Ricky sengaja lsngsung duduk di bangku belakang dan menyuruh Tomi duduk didepan dengan Samuel.
"Aku antar kamu pulang dulu Ric??" ucap Samuel.
__ADS_1
"Tidak" jawab Ricky.
"Kamu mau kemana??" tanya Samuel kembali.
Ricky masih diam namun tetap memandang kedepan dengan sorotan mata yang sangat mengherankan.
"Ayo kita makan" balas Ricky.
"Dirumah??" tanya Samuel dengan heran.
"Tidak" ucap Ricky singkat.
Tadi tidak mau pulang. sekarang mau makan....klo tidak makan dirumah, trus mau makan dimana?? suara batin Tomi.
Tidak aneh jika mereka merasa heran dengan kata yang diucapkan Ricky barusan. Mereka hafal benar apa yang disukai dan yang tidak disukai oleh seorang Ricky.
Ricky tidak pernah sekalipun mau makan di luar selain dirumahnya. Seenak apapun makanannya, semewah apapun restaurannya....dia tidak akan mau. Itu saja masih jarang dia mengajak mereka makan bersama. Biasanya walaupun Samuel dan Tomi datang kerumah, Ricky lebih sering menyuruh pak Mun mengantar makanannya ke kamarnya dibanding makan bersama mereka.
"Lalu kamu mau makan dimana??" tanya Samuel bertambah heran.
"Dicafemu" Jawab Ricky.
Duuuuaaarrrrrr.......seakan ada bom yang menghantam kepala mereka berdua saat mendengar ucapan Ricky.
"What?? Benarkah???" ucap Tomi dengan setengah berteriak saking kagetnya mendengar ucapan Ricky tadi.
" Kamu yakin???" kata Samuel.
"Kenapa??? apakah kamu keberatan kalau aku mampir makan di cafemu???" sindir Ricky.
Perasaan Samuel semakin tidak enak.
Rencana apa *yang akan diperbuat Ricky disana?? membalas Rosa kah?? bagaimana jika Ricky membuat keributan disana, lalu berencana agar Rosa pergi dari sana??
Tidak....jika itu rencananya tidak akan aku biarkan Ricky berhasil. Tidak akan.......'pikiran Samuel
__ADS_1
OMG.......apa yang akan dilakukan nya disana.....apakah dia masih dendam dengan Rosa??? kasihan kan klo gadis itu mendapat kan kekasaran Ricky lagi....'pikiran Tomi*.
Ternyata pikiran mereka tidak jauh beda. pasti tujuan Ricky adalah gadis itu, karena seorang Ricky tak kan dengan mudahnya melepaskan mangsanya begitu saja. Tanpa ada kecuali.
"kenapa kalian diam saja. Sampai kapan kita disini!" seru Ricky yang membuyarkan lamunan dua laki-laki didepannya.
Samuel dan Tomi sama-sama menoleh saling bertatap mata. Kemudian.....
"Bagaimana kalau kita coba restauran ***** . Restauran itu baru buka Ric, dan masakan disana uuueennaakkk.....kamu pasti ketagihan kalau makan disitu" bujuk Tomi.
"iya.....betul kata Tomi. Kita meluncur kesana ya...." sahut Samuel menyetujui usulan Tomi barusan.
Tumben idiot ini pintar....pikir Samuel.
"T I D A K"
" Aku mau di cafemu.....jangan cari alasan" ucap Ricky agak sedikit emosi.
"Tapi Ric....." kata Tomi.
"Sejak kapan kamu berani melawan kata-kataku?? cepat berangkat!!" sahut Ricky cepat.
Tomi langsung terdiam tanpa berani membantah lagi. Sedangkan Samuel, masih ragu-ragu untuk segera menjalankan laju mobilnya.
Perang sepertinya tidak akan bisa terhindari. Keringat dingin sudah membasahi kaos yang dipakai Tomi.
Akhirnya mobil yang ditumpangi mereka keluar dari area parkir dan melewati pintu keluar Bandara.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤️