Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
50. Sangat menyakitkan


__ADS_3

Aku ingin memelukmu ..... aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukanmu.


Aku ingin kamu mengandalkan ku, kamu bisa menumpahkan semua beban mu kepadaku.....Rosa


Itulah isi hati Ricky yg ingin ia katakan didepan gadis itu. Tapi kenyataanya, dia hanya mampu berdiri di tempatnya tanpa berkata sedikit pun


"Fat .... tolong ambilkan cabe di ..,.." ucap Rosa sambil menoleh kesamping.


Rosa sangat terkejut dengan adanya Ricky yg sudah berdiri di sampingnya. Pintu keluar sudah tertutup oleh tubuh Ricky, sehingga tidak ada ruang untuknya pergi dari tempat itu.


Mereka sama-sama terdiam, sibuk dengan pemikiran masing-masing. Rosa sedetik kemudian memilih memutar badannya kembali, menyibukkan dirinya tanpa mengindahkan hadirnya Ricky.


"Kapan kamu kembali??" tanya Ricky.


Rosa masih diam tidak menjawab pertanyaan Ricky.


"Kapan kamu kembali Rosa?? Kenapa kamu tidak mengabari ku??"


Semua masih tetap sama. Sunyi.....


"Rosa .... aku bertanya ke kamu....sejak kapan kamu kehilangan pendengaran?" kata Ricky sedikit ada penekanan di kalimatnya.


Dia sangat benci diabaikan, apalagi diabaikan oleh Rosa.


Rosa masih tetap pada pendiriannya.


"ROSAA....Aku bertanya ke kamu !!"


Rosa memalingkan wajahnya menatap Ricky yg sudah di selimuti emosi.


" Apakah jawaban ku penting bagimu??"


"Apa maksud mu??"

__ADS_1


"Kenapa aku harus mengabari mu? aku merasa kamu tidak membutuhkan itu. Ada atau tidaknya aku memangnya kamu perduli?? tidak kan?? Kamu pergi atau kembali pun tanpa mengabariku. Jika aku melakukannya sama dengan mu, kenapa kamu harus marah??"


"Seharusnya kamu sadar, Memangnya kamu menyadari akan hadirku saat itu?? Tidak. Aku juga sudah mengatakan keinginan ku pada suratku, seharusnya itu sudah cukup jelas buatmu".


Selesai mengatakan itu, Rosa ingin beranjak dari tempat itu. Berusaha mendorong tubuh Ricky yg menghalangi pintu.


Ricky tidak bergeming. bahkan semakin menutup akses pintu itu.


"Aku hanya ingin kamu menjawab pertanyaan ku. Setelah itu aku akan pergi" kata Ricky sambil memegang lengan Rosa yg akan menghindar darinya.


Rosa sebenarnya sudah tidak kuasa menahan segala perasaannya. Air mata nya sudah bergelantungan di kelopak matanya. Rosa pun sebenarnya tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia pun merindukan sosok di depannya.


"Baiklah....asal kamu menepati kata mu" jawab Rosa tanpa melihat Ricky.


"Kapan kamu kembali?"


"Seminggu yg lalu".


"Kenapa tidak mengabariku?"


"Kenapa kamu tidak kembali ke rumah?"


"Waktu kerja ku sudah habis disana, kenapa aku harus kembali kesana!"


"Seharusnya kamu bilang ke aku"


"Itu tidak penting!".


"Apakah kamu juga menganggap persahabatan kita tidak penting??".


"Ya...tidak penting".


"Apakah aku juga tidak penting bagimu??"

__ADS_1


Rosa terdiam beberapa saat.


"Tidak penting" jawab Rosa sambil menggenggam erat jarinya sendiri membentuk kepalan tangan yg sangat keras.


Ricky terhenyak mendengar jawaban Rosa. Tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.


"Tapi kamu sangat penting bagiku. sangat penting melebihi diriku sendiri. Aku mencarimu......aku selalu menunggu kabar darimu. Aku tidak memaksamu melakukan hal yg sama sepertiku. Seharusnya aku sadar bahwa kamu milik Samuel".


"Maafkan aku yg tidak sadar diri. Maafkan aku yg telah mengganggu waktu mu. Aku akan menjauh darimu sesuai keinginan mu. Semoga kamu bahagia Rosa.....sungguh....aku berharap kamu selalu bahagia".


Ricky melepaskan cengkeraman tangannya dari lengan Rosa. Perlahan-lahan Ricky mundur dari hadapan Rosa. Terlihat senyum terakhir yg diberikan Ricky tertuju kepada Rosa.


Ricky segera berlalu dari hadapan Rosa. Berlalu meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Rosa yg masih berdiri ditempatnya. Cairan bening itu menetes perlahan mengaliri kulit pipinya.


Sejurus kemudian air mata itu mengalir dengan deras membasahi pipinya. Rosa sudah tidak sanggup berdiri, perlahan tubuhnya terduduk dengan lemas. Menyesali akan semuanya yg barusan terjadi.


Semua sudah terjadi. Semua sudah tidak bisa diulang kembali. Hatinya hancur, semuanya tidak bisa terhindari lagi.


Fatma hanya bisa memeluk Rosa, berharap memberikan kekuatan untuk nya. Walaupun semua itu percuma. Fatma sebenarnya menyadari bahwa mereka sama-sama saling mencintai. Tetapi rasa cinta itu berubah menjadi saling menyakiti.


Cinta memang sulit dimengerti.


karna cinta datang langsung dihati


Cinta tidak bisa disalahkan.


Karna cinta datang tanpa diminta


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ❤️


__ADS_2