
Kondisi cafe masih senggang saat ini, masih ada waktu sedikit untuk mereka beristirahat setelah melakukan rutinitas pagi ini.
Jadwal hari ini untuk bagian order adalah Rosa, karena kemarin jadwal dia dikasir. Memang untuk bagian ini, Rosa masih belum seberapa berani melakukannya. Bukan karena takut, melainkan dia memang jarang dengan mudah bicara dengan orang yang belum dia kenal.
Tapi bukan Rosa kalau dia mudah patah arang untuk terus belajar. Dia harus semangat belajar agar semakin banyak pengalaman yang dia dapat. Toh tidak semua tempat kerja mempunyai rekan yang baik dan juga bos yang pengertian pula. Itulah yang ditekankan Rosa dalam dirinya, untuk berjaga-jaga seandainya dia harus out dari pekerjaan itu.
Dengan diselingi canda mereka menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Tak seberapa lama kemudian muncul mobil Samuel memasuki pelataran lahan parkir yang ada disamping.
Mereka santai saja saat Samuel keluar dari mobilnya, karena mereka sudah terbiasa dengan kedatangan bosnya.
Tapi yang membuat semua pekerja disitu terkejut adalah, saat mereka melihat dengan kesadaran tingkat tinggi melihat tubuh Ricky keluar dari mobil Samuel dengan memakai kaos dan celana pendek hitam lalu diluar kaos dia memakai jaket yg biasanya ia pakai.
Yang lebih terkejut lagi adalah Rosa. Karena dia tidak pernah sekalipun berharap untuk bertemu dengan laki-laki sombong itu lagi. Apalagi hari ini adalah jadwal dia bagian order yang menempatkan Rosa mau ataupun tidak mau dia harus menemui si sombong itu.
Rosa masih berdiri dengan mata yang tetap tertuju pada tiga laki-laki tampan yang sedang berjalan menuju pintu masuk. Tiga orang laki-laki yang penampilannya sangat mencolok seakan ada artis yang sedang melakukan peragaan busana disana.
Setelah mereka masuk. Mereka langsung duduk dimeja yang ada dipojok ruangan. Meja favorit pelanggan.
Ricky memilih duduk disebelah kaca dengan memandang jalan raya dan juga tempat karaoke yang tepat ada di seberang cafe. Ricky dengan curi-curi pandang mencari keberadaan gadis itu diantara pelayan lainnya. Sedang kan Rosa sendiri, karena kikuknya dia cepat-cepat bersembunyi dibelakang meja kasir yang merupakan tempat aman untuk bersembunyi.
Mau apa sih si sombong itu datang kesini..batin Rosa.
Sambil menelangkupkan kedua tangannya pada dadanya yang dia sendiri tak tahu kenapa dadanya bergetar.
Dengan perasaan bercampur aduk, Rosa tetap menjalankan tugas nya. Dilangkahkan kakinya dengan perlahan. Dengan pena di jarinya dan juga buku untuk mencatat pesanan pelanggan ,Rosa mengobarkan semangat untuk terus melangkah menghadapi si sombong itu dimeja ujung.
"Hai Sam.....hai Tom" sapa Rosa.
Keduanya menoleh selain Ricky tentunya.
"Hai Ca....gimana kabarmu hari ini?" balas Tomi.
__ADS_1
"Baik....terima kasih Tom" kata Rosa lagi.
"Semuanya baik-baik saja kan ca??" kata Samuel dengan tatapan dan senyuman yang mengisyaratkan pada Rosa bahwa semua akan baik-baik saja.
"Iya Sam.... semua baik-baik saja" kata Rosa.
"aku kangen kamu Ca, lama kita ga ketemu kan??.....aku lihat-lihat kamu makin cantik aja" gombalan Tomi akhirnya meluncur juga.
"Aku juga kangen tom, terima kasih pujiannya" kata Rosa dengan tersenyum.
"Kamu itu bekerja atau ngobrol sih. bukannya tanya pesan apa malah ngobrol sembarangan" celetuk Ricky tiba-tiba.
Tomi tergegap dengan segera menutup mulutnya. Rosa diam saja melihat tingkah laku si sombong ini.
"Mau pesen apa Tuan??" tanya Rosa dengan posisi siap mencatat pesanan tamunya.
" Tanya itu yang baik logat bahasamu.....dengan senyum juga" balas Ricky.
"Klo pelayanan dia seperti ini, bisa-bisa Cafe mu tutup dalam jangka 1 bulan saja Sam" wanti-wanti Ricky ke arah Samuel.
"Maafkan saya tuan jika kata-kata saya kurang berkenan. Terima kasih kritik yang anda berikan. Saya akan belajar lebih baik lagi" sindir Rosa.
Sebenarnya mau nya apa sih Si sombong ini. kelakuan mu aja kyak gitu sok kasih tau aku gimana bersikap baik.......cuuiihhh......'batin Rosa.
"Aku pesen kopi ya Ca, seperti biasanya. kamu tahu kan???" jawab Samuel untuk menetralisir keadaan.
"Aku es jeruk manis kyak kamu ya Ca..." timpal Tomi.
"Anda pesen apa Tuan??" tanya Rosa ke Ricky
Diam.....tak berkata apapun dan juga tanpa menoleh.
__ADS_1
"Anda pesan apa Tuan?" tanya Rosa mengulang pertanyaan nya lagi dengan suara agak keras.
sapa tau telinganya tiba-tiba error ga bisa dengar.....'batin Rosa .
"Cerewet amat sih......aku ga tuli tau. dasar gadis kampungan!" kata Ricky dengan tatapannya yang tajam.
Aku ini kenapa sih, bukannya aku kesini untuk menuruti permintaan nenek. Kenapa malah jadi seperti ini...'batin Ricky.
"Kirain aja ga denger" balas Rosa pelan.
"Apa kamu bilang??" sergah Ricky.
"Mau pesen apa Tuan?" tanya Rosa untuk ketiga kalinya.
"Tidak....kamu tidak bilang itu !!" balas Ricky tidak terima.
"Trus kamu minta aku bilang apa??" kata Rosa semakin jengkel dengan kelakuan si sombong ini.
"Kamu makin berani ya..." kata Ricky
"Ric.....sudahlah. Kenapa kamu emosi sih,dia kan sudah tanya baik-baik ke kamu. Kamu pesan apa heemmm" sergah Samuel.
"Oooooh......jadi kamu juga menyalahkan aku Sam
Kamu membela gadis itu ya??" Ricky semakin meradang.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤️