
Pagi menjelang
Semua berjalan seperti biasanya.
Kecuali Rosa.
Matanya bengkak sebagai tanda seberapa lama mata itu mengeluarkan air matanya.
Setelah Adzan subuh tadi, Rosa kedapur dengan sembunyi-sembunyi untuk mengambil es batu di lemari es untuk mengompres matanya.
Setelah 1 jam proses pengompresan, alhasil mata bengkaknya sudah sedikit berkurang setidaknya tidak parah seperti bangun tidur tadi.
Selesai mandi dan ganti baju, Rosa menghampiri pak Harun yang sedang mencuci mobil Ricky di halaman samping.
"Pagi pak" sapa Rosa dengan menundukkan kepalanya. Berharap pak Harun tidak dapat melihatnya.
"Pagi" jawab pak Harun singkat. Dengan sangat jelas pak Harun melihat mata kodok Rosa.
Kenapa dibilang mata kodok? karena mata Rosa bengkak seperti mata kodok, padahal itu sudah berkurang. Bayangkan bagaimana kondisinya saat bangun tadi.
"Mau aku buatkan kopi pak".
"Tidak usah bak Rosa....bapak tadi sudah membuatnya sendiri".
"Oohh....baiklah. Aku tinggal kedapur dulu ya pak". pamit Rosa
"Silahkan". jawab pak Harun dengan sopan.
Akhirnya Rosa melangkah juga kearah dapur. Sekilas dilihatnya makanan yang masih ada diatas meja.
Rosa mendekati meja makan. Dibukanya kerudung yang menutupi makanan itu.
__ADS_1
Semua masih utuh, tidak ada bekas tanda makanan itu telah terjamah sedikit pun.
Berarti Ricky tidak makan semalam.....batin Rosa.
Rosa segera membersihkan makanan itu. Membuangnya ketempat sampah. Lalu mulai pekerjaan rutinnya dipagi hari. Membuatkan sarapan untuk Ricky.
Nasi putih, sayur sup, perkedel kentang dan ayam goreng sudah siap diatas meja. Tidak lupa segelas air putih dan segelas susu sudah tersedia di atas meja. Tinggal menunggu sang tuan muda turun untuk menyantapnya.
Setelah menyiapkan semua, Rosa segera berlalu dari sana menuju taman belakang. Tidak mungkin juga Rosa menemani Ricky makan, bagaimana jika Ricky mengetahui mata bengkak Rosa?
Diraihnya selang air yang tergulung diujung taman dan mulai menyiram tanaman yg tumbuh subur disana.
Kenapa Rosa menyiram taman belakang terlebih dahulu. Karena Rosa ingin menghindari Ricky, itulah alasannya. Biasanya Ricky setelah sarapan langsung mencari Rosa untuk berpamitan dan pergi naik mobilnya menuju kantor.
Hari ini Rosa ingin menghindari laki-laki itu. Dia tidak tahu apakah mampu untuk menatap wajah laki-laki itu lagi. Dia sudah memutuskan untuk melupakan rasa itu pelan-pelan.
Tidak lama kemudian terlihat Ricky keluar dari rumah menuju mobilnya. Tanpa basa basi Ricky segera pergi membawa mobilnya keluar dari halaman rumahnya.
Rosa menghentikan pekerjaannya dan segera mematikan keran air. Dia masuk kerumah menuju meja makan.
Benar saja, makanan itu nampak utuh tidak berkurang sedikit pun. Begitu juga susu itu tetap utuh digelasnya. Rosa terdiam, tetesan air mata kembali meluncur dipipinya.
****
"Pak Harun". panggil Rosa lalu ikut duduk disamping pak Harun yang beristirahat di teras belakang rumah.
"Iya nak Rosa".
"Bahan makanan sudah menipis di kulkas. Sudah waktunya belanja".
"Kenapa tidak langsung kasih tau nak Ricky
__ADS_1
Biasanya nak Rosa belanja bareng dengannya kan".
"Aku....aku tidak berani".
"Nak Rosa bertengkar dengan nak Ricky?"
"Tidak pak".
"Lalu??".
"Ada batasan yang harus aku jaga dengan ricky pak. Saya minta bantuan pak Harun untuk menyampaikan nya ke Ricky nanti ya pak".
"Iya nak Rosa".
"Sebentar lagi bik Mina balik pak. Pak Harun sudah tidak kesepian, Ricky juga sudah ada yang masakin. Dan saya juga akan kembali bekerja di cafe. Mungkin Ricky sudah ga cocok sama masakanku pak, dia rindu masakan bik Mina".
"Ah...tidak nak Rosa. Nak Ricky sangat menyukai masakan nak Rosa. Dia bilang sendiri kalo masakan nak Rosa enak, mengingatkan dia ke neneknya".
"Tidak pak....mulai kemaren dan pagi ini Ricky tidak makan masakanku. Semua masih utuh dimeja. Jika pak harun tidak suka jangan dimakan pak, nanti biar saya yang membuangnya sendiri. Permisi pak". kata Rosa dengan beranjak dari duduknya.
Ada rasa perih dihati Rosa saat mengatakan itu ke pak Harun. Sakit yang teramat sangat. Mungkin memang dia harus segera pergi dari sini.
.
.
.
.
Happy reading ❤️
__ADS_1