
Memang cinta tidak bisa dipaksa, walaupun kita terus berusaha namun cinta tak mendukung itupun hanya usaha yg sia-sia
Sedemikian rupa kesimpulan yg dihasilkan oleh pemikiran Rosa. Dia sangat yakin bahwa Ricky tidak pernah punya rasa kepadanya seperti apa yg dikatakan Samuel ataupun yg lainnya.
Mungkin mereka semua telah salah mengartikan perhatian Ricky terhadap nya. Walaupun sesaat lalu Rosa pun juga berpikiran sama dengan mereka. Tetapi kenyataannya.....
Kedekatan Ricky dengannya hanya karena kenyamanan diantara mereka. Apalagi Ricky sering berinteraksi dengan Rosa. Sehingga lama kelamaan Ricky menjadi terbiasa dengan kehadiran Rosa disampingnya seperti halnya Samuel dan Tomi yg selalu ada disampingnya.....tidak lebih.
Ricky tidak pernah bergaul dengan sembarang orang dengan mudah. Kedekatannya dengan Ricky pun butuh waktu yg lama, apalagi awal perkenalan mereka dilandasi oleh kebencian.
Jika sekarang Rosa berharap tumbuh cinta di hati Ricky itu sangat lah mustahil. Ditambah lagi tampang Rosa yg hanya pas-pas an, bukan anak orang kaya, pendidikan hanya sampai SMU, dan tidak ada keahlian apapun yg dimilikinya.
"huuuuuuhhhh.......kenapa malam ini rasanya sangat dingin ya fat" ucap Rosa sambil menggosok kedua telapak tangannya mencoba untuk menghangatkan tubuhnya.
Sudah 2 hari ini Rosa kembali ke cafe dan tinggal disana lagi setelah perdebatannya dengan Ricky.
Jika Ricky memang ada rasa terhadap Rosa, kemungkinan Ricky pasti akan menghalangi Rosa untuk kembali ke cafe. Kenyataannya tidak.....
Bahkan untuk berterima kasih pun tidak pernah diucapkan oleh Ricky saat Rosa berpamitan kepadanya.
Ricky hanya diam sibuk dengan laptop yg ada diatas mejanya. Mengalihkan pandangan pun tidak, apalagi mengucapkan terima kasih.
"Sepertinya tubuh kakak yg bermasalah....aku tidak merasakan dingin sedikitpun" balas Fatma
mereka berdua sengaja duduk di ujung cafe setelah mereka menutup cafe.
Lama mereka tidak saling bicara karena Rosa merawat Ricky di rumah mewahnya.
"Fat.....bagaimana menurutmu jika aku menerima Samuel menjadi kekasihku?"
"Whaaatttt........? Kakak baik-baik saja kan??" ucap Fatma dengan melototkan matanya.
"Sudah aku bilang kan, badan kakak pasti bermasalah" kata Fatma lagi dengan mengulurkan tangannya hendak memeriksa kening Rosa. Setidaknya dia yakin bahwa Rosa sedang tidak enak badan.....demam mungkin.
"Kamu mau apa??" sambil menghindar dari tangan fatma yg mencoba memegang keningnya.
__ADS_1
"Untuk memastikan kalo kakak baik-baik saja"
"Ga usah ngaco.....jelas aku baik-baik saja".
"Trus.....kenapa tadi tiba-tiba bicara seperti itu?"
"Kan aku tanya pendapatmu....kalau...aku bilang kalau....."
"Menurutku apakah itu tidak menyakitkan untuk kalian. Kakak tidak mencintai Tuan Sam...dan Tuan Sam orang yg baik, bahkan sangat baik.....apakah kakak tega melakukan itu kepadanya??"
"Tapi cinta akan datang sendirinya fat".
"Jika datang.....kalau tidak?? Apakah kakak akan menjadikan tuan Sam tempat pelarian rasa. itu sama saja kakak menyiksa diri sendiri".
"Entahlah fat.....aku kadang merasa kasihan melihat Sam yg terus menungguku. Dia orang yg baik, karna itu aku tidak tega jika menolaknya terus".
"Kak......percayalah kepadaku. Apapun jika diawali dengan kebohongan tidak akan menjadi baik. Jika kakak menerima cinta tuan Sam, apakah kakak yakin akan bisa mencintai Tuan Sam?? jika nanti hubungan ini tidak berlanjut, apakah tuan Sam akan tetap baik kepada kakak?? jangan sampai kakak kehilangan orang sebaik tuan Sam".
"Kamu benar fat......entahlah....aku semakin bingung memikirkan semuanya".
"Kamu seperti orang tua aja fat.....tumben kamu bijak hari ini"
"Bukan karena aku bijak....cuma karena saat ini kakak lagi oleng aja...jd ga bisa mikir"
"Bisa aja kamu....kyak kapal aja pke oleng segala".
"Loohh...kakak ku yg cantik....sebenarnya adikmu ini dulunya pinter....trus kerja disini ketemu Ama mereka bertiga....jadi bodoh aku" kata Fatma sambil menirukan gaya Enzi.
"Huussssttt....ga boleh ngatain diri sendiri ataupun orang lain bodoh".
"iya kakak....maafin adikmu ini".
Waktu semakin cepat berlalu, malam semakin sunyi. Lalu lalang kendaraan pun semakin berkurang.
1 jam tadi Fatma pamit untuk pulang. Sebenarnya dia masih belum mau pulang, hanya saja Rosa yg menyuruhnya untuk cepat pulang. Rosa takut jika Fatma harus pulang larut malam dengan mengendarai motornya sendiri.
__ADS_1
Rosa masih terduduk di salah satu kursi yg ada didalam cafe. duduk sendiri sambil menerawang jauh.
Menimbang nimbang kata yg diucapkan Fatma tadi. Memikirkan semua yg terjadi dalam hidupnya.
Jika saja aku bisa mencintainya, Jika saja rasa ini untuknya....aku tidak perlu susah untuk menimbang rasa dan meletakkan rasa ini.
Memang salah jika aku harus memaksa meletakkan rasa tidak pada tempatnya, tapi jika kata orang cinta dapat tumbuh dengan sendirinya .... apakah aku masih salah jika harus meletakkan rasa itu untuknya??
Kenapa aku harus mengenal rasa ini. Kenapa aku harus mengalami perasaan yg membuatku menjadi serba salah.
aku bukan siapa-siapa...memang benar. bahkan aku hanya lah manusia kecil baginya. bila dia tidak melihatku....wajar. jika dia tidak menganggap ku ada....wajar karena memang aku tidak ada arti apapun untuknya....lalu kenapa aku harus berharap dan selalu berharap kalau dia akan mempunyai rasa yg sama sepertiku. berharap dimatanya ada aku.
Mustahil Rosa....kamu sudah menyakininya bahwa semua itu mustahil. Kamu berharap terlalu besar...sangat besar.
Kamu harus sadar dengan secepatnya.....sadarlah kamu itu siapa...sadarlah bahwa kamu tidak pantas memiliki perasaan itu.
Buang.
buang yg jauh
jangan pernah mengambil rasa itu lagi
ingat Rosa.....
kamu bukanlah siapa-siapa*.
.
.
.
.
. Happy reading ❤️
__ADS_1