Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
15. Ricky


__ADS_3

Ricky


Aku tak pernah menginginkan ini semua. Jika aku bisa meminta, aku ingin kebahagiaanku kembali. Aku ingin bersama dengan orang-orang yang aku sayangi. Bukan harta melimpah tapi tidak ada kebahagiaan.


Sayangnya aku tidak bisa memiliki keinginan itu. Semua sudah terjadi. Aku sendiri menikmati hidup ku, menikmati kesendirianku, menikmati kemalangan ku.


Aku juga tak ingin menjadi seperti ini. Mereka lah yang membuatku seperti ini. Aku tak pernah menyangka, paman dan bibi yang selalu aku sayangi. Yang selalu ada di setiap hari-hariku, telah merencanakan semua ini.


Mereka telah mengambil semua kebahagiaanku hanya untuk harta. Membunuh orang yang aku sayangi. Kenapa mereka melakukan itu. kenapa......itu yang selalu aku pertanyakan.


Apa yang kurang dari orang tuaku. Orang tuaku sangat sayang dengan mereka. Sangat mempercayai mereka. Bahkan pak Mun mencium kecurigaan terhadap mereka, papa selalu menyangkalnya. Karena apa....karena sangat mempercayai mereka.


Aku yang secara langsung melihat mobil orangtuaku meledak dengan mataku sendiri. Tanpa ada pesan, tanpa ada kata-kata terakhir dari mereka.


Keberuntungan memihakku karena aku ikut mobil yang ditumpangi Samuel dan Tomi. Sehingga aku tidak ikut tewas dengan orang tuaku.


Kenapa aku tidak ikut orang tuaku, agar aku tetap bersama mereka dialam sana. Jika saja aku disana, aku tidak akan merasa sendiri seperti ini. Tidak merasakan perasaan bersalah seperti ini.

__ADS_1


Disaat aku akan menyusul orang tuaku, kenapa gadis itu menolongku. Kenapa dia menyelamatkan nyawaku. Aku sangat membencinya. Jika saja aku meninggal dalam kecelakaan itu, setidaknya aku tidak berdosa. Karna aku tidak membunuh diriku sendiri.


Sebenarnya aku sedikit kagum dengannya. Dengan tubuh sekecil itu, dia mampu membawaku ke Rumah sakit. Terlebih lagi, dia berani melawan kata-kataku.


Aku merasa sedikit bersalah dengan menghina gadis itu kemarin. Sedikit saja, setelah aku mendengar cerita yang disampaikan Samuel kepada ku. Kenapa rasanya aku tidak asing dengan wajahnya?? Apakah dia gadis yang ada di mimpiku??


Gadis yang menggandeng tanganku di hamparan rumput yang luas. Membawaku berteduh di bawah pohon yang rindang. Pohon yang hanya ada satu disana. Dengan angin yang sayup-sayup, dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Tanpa ada kata-kata, hanya senyum yang melekat di bibirnya.


Itu hanya mimpi. Mimpi yang tidak jelas. karna mimpi adalah bunga tidur, bukanlah kenyataan.


Kenapa aku harus repot-repot memikirkan gadis itu. Tapi mengingat permintaan nenek pagi itu sungguh menyiksa pikiran ku. Bagaimana bisa nenek memintaku minta maaf pada gadis itu. Mustahil......


Apa yang akan terjadi jika aku tiba-tiba datang dihadapannya lalu minta maaf. Bisa besar kepala dia. Memangnya dia siapa?? Toh aku juga belum menyelidiki apa niat dan motifnya dengan begitu mudahnya langsung menolongku.


Dia dengan berani mengatakan aku sombong. Apa peduli dia jika aku sombong. Apalagi dengan minta maaf dihadapannya.....tentu dia yang akan semakin sombong. Tapi nenek yang memintaku seperti itu, bagaimana aku bisa menolaknya.


Biarlah semua berjalan dengan semestinya. Maaf kan aku nek, jika tidak berjanji apakah bisa mengabulkan permintaan mu. Jangan berharap banyak kepadaku nek. Aku tidak yakin apakah mampu melakukannya.....

__ADS_1


Setelah sekian lama Ricky sibuk dengan pemikirannya. Akhirnya dia berjalan mendekati tempat tidurnya dengan tetap membiarkan jendela itu terbuka. Direbahkan tubuh lelahnya dengan menatap nanar keatap kamarnya.


Kapan-kapan aku akan mencoba bertemu gadis itu. Tapi aku melihat dulu bagaimana reaksi dia jika bertemu aku. Seperti nya seru juga.....


Ricky tersenyum.....belum apa-apa dia sudah membayangkan reaksi gadis itu kalo marah. Mungkin kalau gadis itu marah, setidaknya Ricky menpunyai alasan juga untuk membalas gadis itu.


Ditariknya selimut menutupi hingga separuh badannya. Tidak lupa diraihnya ponsel yang ada diatas meja kecil di sebelah tempat tidurnya. Menyetel alarm, agar besok dia tidak telat bangun untuk mengantar nenek ke bandara.


.


.


.


.


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2