Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
37. Luka yang dalam


__ADS_3

"Hay bro" sapa Tomi


Ricky membalasnya dengan tepukan di pundaknya.


"Apakah tidurmu nyenyak?" tanya Samuel.


'Nyenyak sekali".


"Tumben kalian kemari, apa kalian sudah lupa dengan peraturanku??"


Samuel dan Tomi saling bertatap mata. Bingung.


Mereka mengira kalau Ricky sudah berubah dan pastinya peraturan itu juga sudah berubah. Tapi kenyataannya.....


"Apakah peraturan itu masih berlaku??" tanya Samuel.


"Menurutmu??"


"Kemana Rosa kok aq ga liat dia?" tanya Tomi celingukan.


"Mungkin ada di taman belakang". kata Ricky sambil beranjak dari tempat duduknya menuju ke lemari es yang terletak di ujung ruangan.


Tak berapa lama Rosa muncul dihadapan mereka.


" Hay Sam....Hay Tom....." sapa Rosa saat melihat mereka berdua.


"Hai Ca...." balas mereka bersamaan.


Tetap ditempatnya Ricky menatap interaksi diantara mereka. Terlebih Samuel.


Tatapan matanya selalu menatap Rosa dengan lembut.


Mereka sangat serasi....Rosa pasti bahagia bersama samuel' .....suara hati Ricky


"Tunggu sebentar ya....aku buatkan minum dulu".


"Makasih ca" ucap Samuel.


"Biasa aja...." kata Rosa sambil berlalu dari hadapan mereka.


Tomi menyenggol lengan Samuel sambil tatapan menggoda. Mungkin Tomi tahu kalo kakaknya ada rasa pada Rosa.


Ricky kembali ke tempat duduknya. Mencoba menata hati yang sedikit berantakan karena kejadian tadi.


"Besok kalian ada acara?" tanya Ricky.


" Pasti lah.....aku kerumah Silvi".


"Siapa?? Silvi?? bukannya cewek mu bernam Mona??" kata Samuel heran.

__ADS_1


" Mona itu masa lalu. Silvi itu gebetan baruku".


" Dasar monyet". kata Samuel


" kalau kamu Sam??" tanya Ricky.


" Aku?? aku masih belum tau".


" Memangnya ga ada cewek yang kamu taksir??". kata Ricky setengah memancing.


"Sebenarnya ada Ric....cuma dia masih belum berani mengatakannya". balas Tomi.


"Siapa??".


"Masak kamu ga tau Ric?? Ga salah sih....karena kamu ga peka".


" Hei.....kamu berani menghinaku".


"Secara kamu dekat sama gadis itu. Kamu membuat Samuel cemburu tau".


"Tooommm...."


" Apakah Rosa yang kamu maksud??"


"Siapa lagi?".


" Ooouuwww.....".


"Apa??"


" Apakah kamu ada perasaan ke Rosa??".


"Whaaatt......Apakah kamu sudah tidak mengenalku Sam??".


" Maksudmu??".


" Apakah menurutmu Rosa itu cewek tipeku??"


Tomi dan Samuel saling terdiam.


"Ambil lah kalo kamu mau. Aku hanya butuh dia sebagai teman. Tipe cewekku bukan seperti Rosa. Dia juga banyak membantu ku kan, aku hanya ingin balas Budi ke dia".


"Sungguh??".


"Apakah aku harus bersumpah di depan mu Sam?".


" Jika aku menyatakan cinta ke Rosa, apakah kamu tidak keberatan Ric?".


"Kenapa kamu harus bertanya kepada ku.....Toh aku tidak ada perasaan sedikit pun ke dia. Lakukan saja...".

__ADS_1


Andaikan mereka tahu, hati Ricky terasa sangat sakit mengatakan semua itu.


Dia hanya menahan perasaan nya. Dia hanya ingin Samuel dan Rosa bahagia. Hanya itu...


Semua percakapan itu tertangkap dengan jelas di telinga Rosa yang tepat berdiri disamping tembok. Tangannya bergetar seraya menahan nampan yang berisi minuman pesanan mereka.


Dunianya seakan runtuh. Kenyataan ini sangat lah kejam bagi Rosa.


Kecewa


Marah


Sedih


Dia merasa seperti sebuah benda mati yang hanya dibuat mainan oleh mereka.


Rosa merasa sudah tidak punya harga diri lagi.


Terlebih lagi saat mendengar perkataan Ricky. Hanya seperti itu yang dirasakan Ricky atas kedekatan mereka.


Selayaknya diri Rosa telah terhempas dari tempat yang sangat tinggi. Hancur berkeping-keping.


Pak Harun yang berada di samping Rosa ikut merasakan bagaimana sakit yang dirasakan Rosa saat ini.


Pak Harun juga tidak percaya dengan apa yang di dengarnya tadi. Padahal pak Harun dengan percaya sekali kalau tuan mudanya mempunyai perasaan yang dalam terhadap gadis yang ada dihadapannya ini.


Jika tidak, kenapa Ricky berusaha mengatur sedemikian rupa untuk bisa terus dekat dengan gadis ini. Bagaimana gigihnya tuan mudanya meminta bantuan dia untuk membuat gadis itu tinggal di rumahnya.


Semuanya terasa aneh....sangat aneh. Tidak mungkin tuan muda Ricky tidak punya perasaan terhadap nak Rosa. Aku sangat yakin tentang perasaan tuan muda. Tolong....jangan percaya dengan ucapan tuan muda tadi...... batin pak Harun.


Ingin rasanya pak Harun mengatakan semua itu kepada gadis yang ada di hadapannya sekarang. Tapi itu tidak mungkin lagi. Melihat keadaan gadis itu saat ini, sudah terlihat jelas kenyataan itu telah menghancurkan perasaannya.


"Biar saya saja yang mengantarkannya nak". ucap pak Harun sambil ikut menahan nampan itu agar tidak jatuh.


"Tidak apa-apa pak. saya bisa melakukannya".


" Nak Rosa......yang sabar ya....jangan percaya dengan apa yang diucapkan nak Ricky....pasti itu ha...."


"Saya baik-baik saja pak. Bapak ga usah kuatir kan saya. Memangnya apa yang harus aku kuatirkan, kenyataannya memang tidak ada apapun antara saya dan Ricky. Terima kasih ya pak...." ucap Rosa dengan melangkahkan kakinya menuju tempat mereka.


Diletakkannya minuman itu dimeja dengan hati-hati oleh Rosa. Semua tertangkap jelas Dimata Ricky, saat melihat tangan itu bergetar saat meletakkan minuman di meja.


Dengan yakin, Ricky berpikir bahwa Rosa sudah mendengar semuanya. Dan Ricky tidak perlu susah payah untuk menjelaskan kepada gadis itu.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤️


__ADS_2