Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
48. Kembali ke Indonesia


__ADS_3

3 hari sejak kepergian Rosa, Ricky kembali ke Indonesia setelah memastikan keadaan nenek sudah sehat kembali.


Tanpa menunggu lama, setelah pesawat nya mendarat, Ricky segera pulang menuju tumahnya. Setelah sampai di rumah, Ricky langsung memasuki kamar yg pernah ditempati Rosa.


Tepat diatas meja kayu yg terletak disebelah ranjang tempat tidurnya tergetak sebuah ponsel yg sengaja untuk menindih lembaran kertas.


Diangkatnya ponsel yg memang telah di off kan oleh Rosa. Nampak sebuah kertas, terdapat kartu ATM yg dulu pernah diberikan Ricky ke Rosa.


To:


Ricky


Sebelumnya aku minta maaf jika aku pergi tanpa berpamitan. Menurutku keperluan mu lebih penting daripada keperluan ku, jadi aku memutuskan untuk pergi tanpa berpamitan.


Aku tinggalkan kartu ATM yg pernah kamu berikan dulu. Didalamnya masih utuh, Terima kasih atas bantuanmu. Bukannya aku tidak mau bantuan mu, tapi aku sudah banyak berhutang budi padamu.


Sesuai perjanjian kita, waktu untukku tinggal dirumah mu telah habis. Aku sudah membawa barang ku, dan aku bersumpah tidak mengambil barang dirumah mu satu pun.


Jika nanti aku kembali, mungkin kita tak bisa seperti dulu lagi. Aku sudah memiliki Samuel, setidaknya aku ingin menjaga perasaan nya. Sebaiknya kita mulai jaga jarak, maaf jika aku tidak bisa menjadi sahabat dekatmu lagi.


Jika aku tidak kembali, aku ucapkan banyak terima kasih atas kebaikan yg kamu berikan kepadaku. Maaf jika aku pernah melakukan salah atau menyakiti perasaan mu. Tetap lah semangat dan tetap menjadi Ricky yg seperti sekarang.


Rosa ^_^


Dilipatnya kembali kertas itu, lalu dimasukannya ke saku celananya. Ricky masih terdiam tanpa berkata apapun.


Pak Harun hanya melihat Ricky di depan pintu kamar Rosa.


******


Sudah seminggu Rosa pulang ke Surabaya. Tanpa ada kabar berita. Tidak ada tanda kalo Rosa kembali ke Jakarta.


Setiap hari Ricky selalu mendatangi cafe tempat Rosa bekerja. Berharap dia dapat menemukan Rosa disana. Tapi semua tetap nihil. Bahkan rekan kerjanya pun tidak ada yg mengetahui kabar Rosa.


Samuel sebenarnya paham apa yg dirasakan Ricky saat ini. Tapi Samuel tidak bisa berbuat apa-apa. Rosa telah memintanya berjanji untuk tetap berpura-pura menjadi kekasihnya.


Waktu terus berlalu, dan selama itu pula Ricky terus tanpa lelah menunggu kedatangan Rosa.


*****

__ADS_1


Dipagi yg cerah, Rosa kembali berkutat dengan pekerjaan yg biasa ia lakukan. Rosa sudah memutuskan untuk kembali ke Jakarta lagi.


Semua teman-teman nya menyambutnya dengan kerinduan yg dalam.


"Bagaimana keadaan Bapak kak?? Sudah sehatlah??" tanya Fatma disela-sela pekerjaannya.


"Alhamdulillah fat.....sudah sehat kembali. Aku harap bapak tidak kambuh lagi".


"Aamiin......Semoga selalu diberikan kesehatan ya kak".


"Aamiin.....terima kasih ya fat".


"Kak.....sudah ketemu tuan muda Ricky??"


Rosa menjawab dengan menggeleng kan kepalanya.


Rosa sedikit terkejut dengan pertanyaan Fatma barusan. Sebenarnya dia ingin berdamai sebentar tanpa memikirkan laki-laki itu.


"Dia setiap hari datang ke cafe mencari kak Rosa".


"Benarkah??"


Rosa hanya diam tanpa berkomentar. Ada rasa sedikit tak percaya dengan apa yg dikatakan Fatma. Tapi tidak mungkin juga Fatma berbohong.


"Untuk apa dia mencari ku".


"Entah lah.....kangen mungkin" jawab Fatma sambil mengangkat kedua pundaknya.


"Jangan bikin gosip".


" Looohh....serius kak. Dia mondar mandir di depan. trus sebentar kemudian masuk sampek ke dapur trus pergi ke kamar kakak. Sebentar kemudian pergi lagi tanpa berkata apa-apa".


"Biarkan saja".


"Memangnya kakak pulang tidak bilang tuan muda ya??"


"Mulai kapan sih kamu kepo gini"


"Sejak mencium bau bau kerinduan"

__ADS_1


"Jangan ngaco kamu"


"Biasanya kakak selalu cerita ke aku deh.....kenapa sekarang tertutup sih. Udah ga percaya sama aku ya??"


"Jika tidak ada apa-apa, trus aku harus cerita apa??"


"Ga mungkin ga ada apa apa....mana pernah tuan muda bertindak seperti itu kalo bukan mencari kakak. Yang dekat selama ini kan kak Rosa".


"Kita kan berteman fat....kamu kira ada apa Antara aku dengan dia"


"Bisa jadi kan kak....cinta itu bisa datang melalui pandangan".


"Aku selalu memandang kamu.....jangan-jangan kamu jatuh hati sama aku"


"Iiiiihhh....kak Rosa mesti gitu deh....ga seru".


"Trus mau mu gimana? Secara semua tidak sebanding jika kamu berpikir Ricky jatuh cinta ke aku. Mustahil fat....jadi berhenti berpikir yg aneh-aneh".


"Yaa ga gitu juga kak....kalo aku liat dari gerak gerik tuan muda nih....terlihat banget klo dia lagi jatuh cinta. Trus menurut kak Rosa, ngapain juga tuan muda tiap hari kesini mondar mandir masuk dapur".


"Tau lah....kan kamu yang lihat".


"Susah deh klo bicara sama orang yg ga peka kyak kakak".


"Ya sudah......kmu sendiri yg mulai kan. Lanjutin kerjaanya, dari tadi kamu ceriwis banget".


"Sebel deh aku sama kak Rosa".


Rosa tersenyum melihat tingkah laku Fatma.


Jika saja yg kamu ucap itu benar fat, betapa bahagianya aku melebihi apa yg kamu bayangkan. Sayangnya aku sudah mengubur perasaan ku dalam dalam. Aku harus bisa melupakannya....Harus bisa. Tetap semangat Rosa.....jangan berharap dengan sesuatu yg tidak mungkin' ......gumam Rosa dalam hati


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ❤️


__ADS_2