Rili (Tak Ingin Melihatmu, Lagi!)

Rili (Tak Ingin Melihatmu, Lagi!)
First Kiss Spesial


__ADS_3

"Yakin? Apa mau gue tunjukin sebenarnya perasaan lo?" Alvin semakin mendekatkan wajahnya. Bahkan hembusan napas Alvin mulai terasa menyeka hidung Rili.


"Alvin, mau ngapain lo?" Rili ingin mendorong tubuh Alvin tapi kedua tangannya dicekal dengan kuat oleh Alvin.


"Biar lo yakin perasaan lo sama gue. Kali ini, biar bahasa tubuh yang bicara."


Mata Rili membulat. Dadanya berdebar hebat saat melihat wajah Alvin semakin dekat dan sedikit miring. "Alvin ini gak bener."


"Sekali aja kita lakuin hal yang gak bener." Alvin tak ragu lagi melakukan aksinya. Bibir merah alami Rili menjadi sasarannya. Entah ada dorongan apa Alvin berani melakukan itu pada Rili. Apa hanya ingin menggoda Rili atau memang karena dorongan dari jiwa lelakinya.


"Al..." Rili tak bisa berkata lagi saat bibirnya berhasil dibungkam oleh bibir Alvin. Seketika Rili menutup bibirnya dengan rapat dan memejamkan matanya. Dia tidak memberi akses Alvin untuk bermain di rongga mulutnya. Bibirnya kini sudah terasa basah dan hangat yang mendorong keinginan alami dari tubuhnya untuk membalas ciuman Alvin segera.


Alvin... Ada sepasang mata nanar yang melihat adegan sepasang remaja itu. Seketika Dara mengurungkan niatnya untuk bertemu Alvin dan dia kini berlari keluar dari perpustakaan. Tanpa sengaja dia menabrak Rasya di depan pintu perpustakaan.


"Dara..." Rasya bisa melihat bulir bening yang mengalir di pipi Dara.


Dara hanya menoleh Rasya sesaat lalu dia berlari pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Dara nangis? Ini pasti karena Rili sama Alvin. Berita Rili dan Alvin dihukum sudah tersebar di kelas Rili maupun Alvin yang sampai terdengar ke telinga Rasya.


Rasya masuk ke dalam perpustakaan, seperti tidak berpenghuni. Lalu dia beralih ke balik rak yang berada di pojok.


Tepat sekali dugaannya. Rasya mengepalkan tangannya melihat apa yang dilakukan Alvin pada Rili. Dia berjalan cepat dan dengan cukup kuat menarik Alvin menjauh dari Rili. "Apa yang lo lakuin!!" satu tonjokan keras dilayangkan Rasya ke pipi Alvin.


"Rili, ayo pergi!!" Rasya menarik Rili agar berdiri.


Sebelum berdiri Rili mengambil ponselnya lalu pasrah begitu saja mengikuti langkah Kakaknya.


Alvin mengusap sebelah bibirnya yang terkena pukulan Rasya. "Memang ciuman pertama yang spesial. Spesial pake tonjok."


Rili tak menjawab. Ya, dia sekarang juga merasa bodoh kenapa juga imannya sangat lemah di depan Alvin. Bahkan tanpa sadar dia sempat membalas ciuman itu.


"Rili, mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat lagi sama Alvin. Dia bawa pengaruh buruk sama kamu! Jangan mau kamu dipermainkan sama Alvin!!" Rasya masih saja mengomeli Rili hingga telinga Rili terasa panas. "Kamu tahu kan, Alvin pacaran sama Dara. Bisa-bisanya kamu mau main belakang kayak gini!!"


"Kak Rasya, stop!! Kak Rasya itu jangan asal tuduh. Oke, aku salah tapi ini gak kayak yang Kak Rasya pikirkan."

__ADS_1


Mereka berhenti di dekat kelas Rili. "Aku lihat sendiri loh kamu sama Alvin. Terus aku harus mikirnya kayak gimana?"


Rili terdiam. Dia menggigit bibir bawahnya sendiri. Dia tahu, ini salah.


"Ya udah, mulai sekarang jangan dekat-dekat sama Alvin dan jangan ulangi hal kayak tadi."


"Kak, jangan lapor sama Mami dan Papi ya." Rili menatap penuh harap pada Rasya.


"Iya, asal jangan kamu ulangi lagi." Rasya mengusap rambut Rili.


"Iya Kak." Tapi gak janji.


"Ya udah, aku mau ke ruang OSIS dulu."


Rasya membalikkan badannya dan berjalan pelan. Dia masih saja memikirkan masalah Rili, Alvin, dan Dara. Bagaimana bisa adiknya terjerat cinta Alvin. Dia sangat takut jika Alvin hanya ingin mempermainkan Rili.


Langkah Rasya terhenti. Meski cukup jauh tapi dia bisa melihat Dara sedang duduk sendiri di kursi taman belakang.

__ADS_1


Rasya sempat ragu tapi akhirnya Rasya berjalan mendekat.


"Dara..."


__ADS_2