
"Astaga!! Apa yang kalian lakuin! Sorry, sorry kalian lanjut aja, gue gak lihat."
Suara yang berada dibalik pintu membuat dua sejoli ini melepas ciumannya. Lagi-lagi ada orang yang memergoki mereka.
"Untung Nana, bukan Rasya. Kalau Rasya pasti gue udah ditonjok lagi."
"Ih, pakai baju lo!!"
"Iya, cuma lo cewek yang boleh lihat gue." bisik Alvin sangat sensual di telinga Rili.
Rili menjadi merinding. Akhirnya dia turun dari bed lalu menghampiri Nana yang masih membalikkan badan sambil menutup matanya.
"Na,"
"Udah selesai?" Pertanyaan Nana membuat Rili tersenyum kecil.
Rili menarik tangan Nana agar duduk di kursi sedangkan Alvin sudah memakai kaosnya dan berjalan menuju pintu. "Rili, gue mau ke toilet. Lo di sini aja ya Na, temani Rili."
"Emang lo udah gak sakit? Ngapain buru-buru ke toilet?" Dengan polosnya Rili justru bertanya, untuk apa Alvin ke toilet?
Nana hanya melirik Rili. Dia memang bar-bar tapi tidak berani berkata lebih kalau sudah berhubungan soal privasi.
Tampak Alvin mengacak rambutnya. "Mau ngapain?? Lo mau ikut. Ayo, bantuin gue."
"Bantu apaan??"
Alvin hanya bedecak lalu dia keluar dari UKS.
Kata yang cukup ambigu yang membuat orang salah paham.
"Lo hot banget sih sama Alvin. Udah kayak drama-drama Korea tahu gak. Mana Alvin pas telanjang dada lagi. Aih, bikin otak orang yang lihat traveling kemana-mana. Duh, gimana Alvin gak bersolo karir coba." Pemikiran Nana memang lebih dewasa dari pada Rili. Dia tahu banyak hal tentang percintaan karena hobinya menonton Drama Korea dan Drama luar lainnya.
Rili mengerutkan dahinya. "Solo karir apaan?"
__ADS_1
Nana berdengus kesal. Percuma juga nanti dijelasin ke Rili yang terkadang kurang begitu nyambung kalau diajak bicara. "Ntar aja lo tanya Alvin sendiri. Tapi jangan mau kalau diajak praktek, oke. Udah jangan ngomongin itu lagi. Tadi kata Kak Rasya lo habis jatuh. Itu dahi lo yang luka?"
"Iya."
"Gimana bisa jatuh? Terus Alvin juga katanya luka. Kenapa sih?"
Rili menghela napas panjang. "Sebenarnya ini karena Dara."
"Loh, Dara tega lakuin ini sama lo?"
"Bukan, maksud gue sebenarnya selama ini ada hantu yang ngikutin Dara. Dia gak suka sama gue. Apalagi waktu Dara marah pasti hantu itu akan muncul dan mempengaruhi Dara buat celakai gue."
Nana tercengang mendengar cerita Rili. "Lo serius? Ini bukan cerita film kan?"
"Iya, gue serius. Gue dan Alvin jadi sasaran hantu itu."
Raut wajah Nana berubah menjadi serius. "Kok bisa ya? Hantu itu penjaganya Dara?"
Rili menggelengkan kepalanya. Dia juga tidak mengerti apa mau hantu itu sebenarnya. Apakah memang hanya ingin menjaga Dara atau ada motif lain?
"Iya, sebenarnya gue takut. Tapi ya udahlah, gue bisa apa. Hmm, Na, Kak Rasya tadi katanya mau balik ke sini tapi kok belum balik-balik."
"Habis izin, Kak Rasya langsung pergi kok. Gue kira ke sini."
"Ya, untungnya sih Kak Rasya gak cepat-cepat balik." Rili tersenyum kecil. Kalau Rasya yang masuk pasti Alvin bakal kena tonjok lagi.
"Iya, untungnya Kak Rasya gak lihat lo ciuman sama Alvin."
Rili tersenyum kecil lagi. "Lo jangan bilang sama Kak Rasya ya soal ini. Ya? Ya?"
"Iya. Iya. Tapi gak janji."
"Nana!!"
__ADS_1
...***...
"Kak Rasya!!" panggil Dara saat melihat Rasya berjalan keluar dari lapangan.
"Kenapa, Ra?"
Dara sangat ketakutan. Bahkan dia kini meremas tangannya sendiri. Dia masih terdiam sambil menautkan alisnya.
"Mau bicara?" Rasya mengajak Dara duduk di samping kelas.
"Kak, maaf. Aku gak tahu kenapa aku bisa lakuin itu sama Rili dan Alvin. Aku kayak gak sadar." Suara Dara bergetar. "Aku gak mungkin tega nyakitin mereka."
Rasya masih menatap Dara. Jadi memang benar, hantu itu yang menguasai tubuh Dara. "Yang penting kamu sekarang harus bisa ngendaliin diri kamu sendiri. Jangan mau dikuasai emosi."
Dara hanya terdiam.
"Kamu masih ada perasaan sama Alvin? Maafin Rili ya."
Dara menggelengkan kepalanya. "Mereka saling mencintai. Gak seharusnya ada aku di antara mereka. Aku hanya masa lalu aja." Dara menundukkan kepalanya.
Sedangkan Rasya, dia masih saja menatap Dara.
"Kak, tolong jaga Rili. Aku takut akan melukainya lagi. Dan seandainya aku gak sadar lagi tolong sadarkan aku. Karena entah kenapa aku cuma bisa dengar suara Kak Rasya."
Deg!!! Apa maksud Dara? Di alam bawah sadarnya, hanya suara Rasya yang mampu dia dengar.
💞💞💞
.
🤭🤭🤭
Emang bener ya, si Alvin lagi solo karir? Duh, Nana mikirnya kejauhan... 🤦🏼♀️ Solo karir kan nyanyi dalam toilet..
__ADS_1
.
Like dan komennya guys.. 😅