Rili (Tak Ingin Melihatmu, Lagi!)

Rili (Tak Ingin Melihatmu, Lagi!)
Kepastian Perasaan


__ADS_3

Alvin berjalan mendekati Rili dan duduk di sampingnya. Memang Alvin tidak akan melewatkan kesempatan yang ada. Bahkan kaosnya saja masih belum dia pakai.


"Udah, jangan terlalu dipikirin."


Perkataan Alvin membuat Rili terkejut, dia menoleh ke sampingnya ada Alvin yang sudah duduk di sebelahnya. "Kaos lo pakai dulu. Horor gue lihat lo." Rili kembali membuang pandangannya. Tapi tidak bisa dipungkiri, aroma tubuh Alvin begitu menggoda imannya walau bercampur dengan minyak tapi wangi Alvin tetap paling dominan. Seperti ada zat kimia yang meracuni otaknya untuk bertraveling.


Alvin hanya terkekeh. Dia tak mengindahkan perkataan Rili.


"Vin, hantu itu kenapa bisa masuk dalam tubuh Dara? Sebenarnya gue takut, mungkin tadi kalau gak ada lo badan gue udah remuk. Makasih ya." Rili menghela napas panjang.


Alvin seketika berhenti tersenyum. Dia tahu betul, Rili sedang dalam bahaya. "Iya. Lo hati-hati ya. Gue gak bisa berbuat banyak. Kenapa lo gak cerita aja sama orang tua lo? Gue yakin, mereka bisa bantu lo."


Rili terdiam beberapa saat. "Gue gak mau merusak kebahagiaan mereka. Gue kemarin sempat pancing soal masa lalu Papi. Ternyata Dewi memang mantan Papi."


"Rili..." Alvin meraih tangan Rili dan menggenggamnya untuk memberinya kekuatan dan ketenangan. "Gue tahu lo cewek yang kuat. Tapi, lo gak bisa lawan hantu itu sendiri. Lo harus cari tahu masalah yang sebenarnya. Dan intinya itu pada kedua orang tua lo."


Rili terdiam.


"Apa perlu gue yang tanya sama Papi lo?"

__ADS_1


Pertanyaan Alvin membuat mata Rili kini menatapnya.


"Gue gak mau lo terluka lagi kayak gini. Gue takut, gue gak bisa lindungi lo." Tangan kanan Alvin yang tadinya menggenggam tangan Rili kini beralih ke pipi Rili dan mengusapnya lembut.


Mereka saling bertatapan. Ada satu hal yang sebenarnya sangat Rili ingin tahu tentang Alvin. Apa Alvin memang mencintainya? Jangan sampai dia terlanjur terlena tapi ternyata Alvin tidak mempunyai perasaan cinta itu.


"Vin, lo sebenarnya..." Rili menghentikan perkataannya. Rili jangan tanya soal cinta, bisa saja hal itu membuat Alvin besar kepala. Dia menundukkan pandangannya dan mengurungkan niatnya untuk bertanya.


Alvin tersenyum miring. Dia mengerti apa yang sebenarnya ingin Rili katakan. Dia seperti bisa membaca bahasa hati Rili. "Iya, gue cinta sama lo..."


Seketika Rili mendongak. Dia tidak salah dengar kan Alvin bilang cinta?


Rili hanya bisa menatap kedua mata Alvin yang terlihat sangat jelas keseriusan dan ketulusan itu.


"Lo sendiri, gimana perasaan lo sama gue?"


Pertanyaan Alvin membuat Rili terpaku. Dia terdiam. Seolah bibirnya tidak sanggup berkata-kata. Dadanya berdebar. Tangannya mulai berkeringat. Padahal seharusnya cuma cukup bilang, iya gue juga cinta. Hal mudah tapi terasa sangat susah.


"Hmmm, gue.. Gue itu..." Tatapan mata Alvin semakin membuat Rili canggung.

__ADS_1


Tangan Alvin perlahan pindah ke tengkuk leher Rili. "Ya udah. Kalau gak bisa jawab cukup lakuin ini." Alvin mendekatkan wajahnya dan sedikit miring.


Lagi, lagi, Rili seolah ingin menahan napasnya. Jantungnya semakin memompa dengan cepat. Dia tidak bisa mengelak, karena tangan kanan Alvin sudah menahan tengkuk leher Rili sedangkan tangan kirinya menangkup pipi Rili.


Di detik berikutnya bibir Alvin sudah menempel di bibir Rili. Rili hanya bisa memejamkan matanya. Dia sudah tidak sekaku kemarin walau masih tetap saja dirinya kini terasa ringan dan bagai terbang ke awan. Dia biarkan Alvin bermain dalam bibirnya dengan sesekali hisapan kecil di bibir bawah Rili. Sangat hangat dan lembut. Sungguh Rili sudah dibuat mabuk kepayang. Kini dorongan untuk membalas ciuman itu semakin kuat.


Merasa mendapat balasan dari Rili, Alvin semakin memperdalam ciumannya. Bahkan tangan Rili kini sudah berpindah ke pinggang Alvin yang belum tertutup kain dan berhasil membuat jiwa lelaki Alvin semakin membara.


"Astaga!! Apa yang kalian lakuin! Sorry, sorry kalian lanjut aja, gue gak lihat."


Suara yang berada dibalik pintu membuat dua sejoli ini melepas ciumannya. Lagi-lagi ada orang yang memergoki mereka.


💞💞💞


🤤🤤


Alvin yang cium Rili, pikiran author yang traveling. Gak sabar nunggu Alvin dewasa.. Eh,... 😅 😅


Tinggalkan jejak kawan..

__ADS_1


👣👣👣👣


__ADS_2