
Rili membulatkan matanya saat melihat Dara mengambil balok kayu dan kini bersiap untuk memukulnya. "Dara, lo mau apa?!!" Suara Rili bergetar karena takut. Apa yang harus dia lakukan? Dia sudah tidak sanggup untuk berdiri. "Dara jangan!!" Rili hanya mampu menutup kepalanya saat Dara melayangkan kayu itu.
"Braakkk!!!" Pukulan kayu itu cukup keras.
Alvin berhasil melindungi tubuh Rili di detik terakhir meski punggung kirinya kini terasa sangat sakit karena terkena pukulan kayu itu.
"Alvin." Rili membuka tangannya. Dia kini berada dalam dekapan Alvin.
"Dara mau lo apa? Lo jangan terpengaruh sama hasutan setan itu!!" Alvin masih saja mendekap Rili. Dia kini menatap Dara yang diselimuti aura jahat.
"Kalian berdua harus menanggung sakit hatinya!!"
Alvin dan Rili bergidik mendengar suara seram Dara.
Dara masih terus mendekat dan bersiap melayangkan kayu itu tapi kali ini Rasya datang dan menahan tangan Dara.
"Dara!!! Sadar!! Apa yang kamu lakuin?!" Suara keras Rasya yang berada di dekat telinga Dara mampu menyadarkannya.
Dara melepaskan kayu itu dari tangannya. Dia kini menatap Rasya. Lalu dia beralih menatap Rili dengan dahi yang terluka dan Alvin yang sedang memegang bahunya sambil meringis kesakitan.
"Apa yang udah gue lakuin?" Dara kembali menatap Rasya lagi yang masih memegang lengannya. "Kenapa bisa..." Dara menggelengkan kepalanya lalu dia masuk ke dalam toilet mengambil seragamnya lalu berlari meninggalkan mereka bertiga.
"Rili, dahi kamu luka." Rasya kini meraih tubuh Rili hingga terlepas dari dekapan Alvin. "Kita ke UKS ya." Rasya membantu Rili berdiri lalu menuntunnya.
__ADS_1
Alvin juga berdiri sambil memegangi bahunya. Rasa sakit di bahu belakangnya masih sangat terasa.
Rasya menoleh Alvin yang masih saja berdiri tanpa mengikuti mereka. "Alvin, lo ikut juga."
Alvin berjalan pelan di belakang mereka. Alvin juga masih tidak percaya dengan kejadian itu. Untung saja dia tidak terlambat menolong Rili. Sedetik saja dia terlambat, dia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Rili.
"Kamu duduk dulu ya..." Rasya menuju kotak P3K. "Bu Rita gak masuk, jadi gak ada yang jaga UKS." Rasya membawa kotak P3K mengambil kapas yang sudah diberi cairan rivanol untuk membersihkan luka Rili. "Untung lukanya gak terlalu lebar."
Rasya membersihkan luka Rili dengan lembut dan telaten. Setelah itu Rasya menempelkan plester untuk menutup luka Rili.
"Gak sakit kan?" tanya Alvin yang sebenarnya sedari tadi tidak tega melihat Rili terluka walau hanya sedikit.
"Sedikit." jawab Rili sambil mengusap pelan di sekitar luka. "Lo gak papa kan?"
"Coba lihat!" Rasya membalik tubuh Alvin lalu menaikkan kaos Alvin. "Udah membiru. Ini kalau tulang belikat lo nanti tambah sakit atau bengkak lo periksa aja ke dokter. Takutnya ada yang retak."
"Hah!! Jangan nakut-nakutin lo. Emang pukulan Dara tadi sangat kuat. Hantu itu udah merasuki Dara."
"Iya, ini serius. Ya, semoga sih gak kenapa-napa. Buka baju lo. Biar gue oles minyak urut, biar agak reda. Pasti sakit kan itu."
Rasya beralih mengambil minyak urut. Sedangkan Alvin kini membuka kaosnya dan sengaja memamerkan tubuhnya pada Rili.
"Alvin!! Mata gue jadi kotor." Rili menutup matanya tapi memang Rili sempat melihatnya. Tubuh yang lumayan bagus, dengan dada bidang yang mungkin sangat nyaman untuk dibuat bersandar dan perut yang sedikit sixpack. Sepertinya Alvin cukup rajin berolahraga.
__ADS_1
"Heh, lo hadap sana." Rasya membalik badan Alvin lalu dia mulai mengoles minyak di area tulang belikat Alvin. Memijatnya perlahan yang membuat Alvin kesakitan.
"Rasya, bisa gak pelan-pelan. Sakit woy!!"
"Kalau nanti gak sakit lagi gak usah ke dokter." Rasya menyudahi tindakannya.
"Lo emang bakat jadi tukang pijit."
Alvin kini duduk sambil menutup badan depannya dengan kaos tanpa memakainya. Dia memejamkan matanya sesaat merasakan sakit yang masih menjalar.
"Rili, aku izinin kamu dulu ya buat gak ikut olahraga." Rasya melangkahkan kakinya menuju pintu. "Lo juga. Tunggu sini. Tapi inget, jangan sentuh Rili sedikit pun. Bentar lagi gue balik." Pesan Rasya pada Alvin.
"Hemm."
Rasya keluar dari UKS yang membuat Alvin kini membuka matanya. Dia berdiri lalu menutup pintu UKS walau tanpa dia kunci. Dia tersenyum pada Rili yang sedang duduk di atas bed UKS sambil melamun. Alvin berjalan mendekati Rili dan duduk di sampingnya. Memang Alvin tidak akan melewatkan kesempatan yang ada...
💞💞💞
😁😁😁
Tolong Papi Rizal calon mantunya dikondisikan, dia lebih nakal daripada kamu waktu muda.. 😅
Awas Rili nanti diterkam buaya loh...
__ADS_1