
"Gak boleh!!" jawab Rizal secara tegas saat Alvin meminta izin untuk mengajak putrinya ke rumah kakeknya yang berada di Desa Donomulyo dekat Pantai Ngliyep.
Malam itu, Alvin memang sengaja ke rumah Rili ingin berbicara dengan Papi Rizal tentang rencana penutupan six sense yang sudah disepakati dengan Rili. Tentunya semakin cepat akan semakin baik.
"Papi kok gak boleh sih? Papi mau kalau Rili terus ketakutan tiap dapat mimpi buruk itu?" Rili memanyunkan bibirnya saat mendengar kata larangan dari Papinya.
"Rili, Papi gak izinin kamu berangkat cuma berdua sama Alvin. Desa itu lumayan jauh bisa sampai dua jam perjalanannya. Apalagi setelah apa yang kalian lakukan kemarin, hubungan kalian masih dalam pengawasan. Papi masih belum bisa percaya sama Alvin."
Alvin kini terdiam. Dia sampai menelan salivanya beberapa kali. Iya, apa yang dilakukannya bersama Rili sudah merusak kepercayaan itu.
"Lalu mau Papi gimana?"
"Biar Papi antar kalian. Dekat pantai kan? Sekalian kita refreshing ya, Mi?"
Mami Lisa kini ikut duduk di sebelah suaminya. "Wah, udah lama kan kita gak ke pantai. Kita sekalian liburan bareng ya. Sama Rasya juga."
"Baik kalau begitu biar saya bilang sama kakek kalau Minggu ini kita mau ke sana."
"Ya sudah, berangkat setelah Shubuh ya. Kamu ke sini."
"Iya, Om."
Setelah itu kedua orang tua Rili masuk ke dalam meninggalkan Alvin dan Rili di ruang tamu.
__ADS_1
Mereka hanya saling menatap sambil tersenyum simpul tanpa bicara apapun. Sepertinya mereka sedang berbicara dari hati ke hati.
...*********...
Waktu berjalan begitu cepat. Sebuah proses telah dilalui mereka untuk mengakhiri kisah misteri ini. Kini mereka menautkan kedua tangan mereka sambil menatap laut biru yang seolah tak berbatas.
"Semua misteri kita telah usai." Kata Rili sambil menyipitkan matanya menatap ombak yang sesekali berkejaran.
"Iya, kini saatnya aku menata masa depan bersama kamu." Alvin menatap lekat Rili.
"Jalan kita masih panjang. Masih banyak yang harus kita lalui." Rili kini membalas tatapan Alvin. Mereka saling menatap lalu sedetik kemudian mereka terduduk di atas pasir.
"Yang terpenting aku akan tetap cinta sama kamu. Always loving you until later."
Mereka saling melempar senyum. Sedetik kemudian mereka saling mendekat. Menyatukan diri dengan lembut dan penuh perasaan.
"Aduh," Dari kejauhan nampak Rasya berjalan cepat mendekati mereka. "Gak tahu tempat banget!!" Belum juga mereka bertaut terlalu dalam, Rasya mendorong tubuh Alvin hingga dia melepaskan pagutannya dan sedikit menjauh.
"Ingat dosa!!" Rasya kini duduk di antara mereka berdua.
Alvin kian merutuki Rasya. Baru juga merasakan hal melenakan itu sudah dilepas paksa sama calon kakak ipar yang tidak tahu diri. "Dasar jones!! Bisanya cuma ganggu kesenangan aja!" Alvin berdiri lalu berjalan di belakang Rasya dan kembali duduk di samping Rili.
"Daripada ganggu Mami sama Papi lebih baik ganggu kalian biar gak berbuat dosa."
__ADS_1
Alvin hanya mencibir. "Sayang, jalan-jalan yuk? Udah biarin bang Rasya di sini. Siapa tahu ntar ada yang ngajak kenalan." Alvin berdiri lalu menarik tangan Rili agar berdiri dan berjalan bersama menyusuri pantai pasir panjang.
Rasya kini hanya menatap mereka berdua yang berjalan sambil berpegangan tangan yang sesekali terdengar suara tawa mereka. Beberapa saat kemudian terlihat mereka sedang bermain air di pinggir pantai.
"Hemm.." Rasya menghembuskan napas dalam lalu merebahkan dirinya di atas pasir sambil memejamkan matanya.
I wish, I could find you again in my next life.....
..._SELESAI_...
💞💞💞
.
.
.
Sampai jumpa lagi di season selanjutnya. Masih tetap akan bertemu dengan Rili, Alvin, Rasya, dan ...... ðŸ¤
.
Tetap jadikan favorit ya. Masih banyak bonchapnya.. 😘😘😘
__ADS_1