
Sepulang sekolah, Rili berjalan di belakang Nana yang sedang fokus dengan ponselnya. Rili masih saja mengobrak-abrik tasnya mencari buku yang sepertinya tertinggal.
"Buku gue kayaknya beneran ketinggalan di kelas." Rili menghentikan langkahnya. "Na, gue ambil buku dulu ya di kelas." Meski tanpa jawaban dari Nana, Rili membalikkan badannya dan berjalan cepat menuju kelas.
Rili menghentikan langkah kakinya di ambang pintu saat melihat ada Dara yang berdiri di depan kelas. Rupanya dia baru saja akan keluar.
Ada Dara? Semoga gak ada apa-apa...
Rili memberanikan diri untuk masuk ke dalam kelas. Dia mengambil bukunya yang tertinggal di laci meja. Setelah memasukkannya ke dalam tas, dia mulai melangkahkan kakinya untuk keluar kelas.
Tiba-tiba, "Bbrraakkk!!" Seperti ada angin yang tertiup dengan kencang yang membuat pintu tertutup.
Rili melebarkan matanya melihat Dara masih saja berdiri mematung. Jantungnya sudah berdegub dengan kencang. Dia telan salivanya untuk membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba mengering. Rasa was-was kembali muncul. Rili melangkah lebar menuju pintu kelas.
Dua daun pintu itu tertutup rapat. Rili menarik gagang pintu, terasa sangat berat bahkan tidak bisa dia buka.
Ayo, buka...
Rili terus berusaha membuka pintu. Pintu itu seolah terkunci rapat. Dia membalikkan badannya dan melihat Dara yang dipenuhi asap hitam.
Rili menggelengkan kepalanya sambil bersandar pada pintu. Lututnya bergetar saat melihat Dara berjalan dan menatap tajam ke arahnya.
"Apa mau lo?!" Suara Rili bergetar. Dia kumpulkan seluruh keberaniannya. "Apa lo mau cincin ini. Ambil saja!!" Rili kembali berusaha melepas cincin itu tapi tidak bisa.
Dara masih saja menatapnya tajam dan menyeringai. "Bukan hanya cincin itu. Aku akan mengambil semuanya dari kamu!!"
__ADS_1
Rili merasa sangat ketakutan. Dia membalikkan badannya dan menggedor pintu cukup keras. Berharap ada seseorang yang akan membantunya.
Dara semakin berjalan mendekat. Dia arahkan tangannya ke leher Rili.
"Dara sadar!! Lepasin gue!!" Rili merasakan tangan Dara mencengkeram belakang lehernya dengan kuat. "Dara!!" Rili berusaha melepaskannya. Dia sikut perut Dara hingga membuat Dara mundur satu langkah. Ini kesempatan Rili untuk berpindah tempat.
"Kamu gak akan bisa lepas!!" Dengan cepat Dara memegang kedua pundak Rili. Mengangkatnya dan dengan tenaga kuat Dara melempar tubuh Rili hingga tubuhnya terbentur tembok dan terpental.
Rili hanya bisa bertumpu dengan tangannya di atas lantai. Badannya terasa remuk dan terasa sakit di sekujur tubuh. Dia sudah tidak ada kekuatan untuk berdiri. Dia hanya mampu melihat kaki Dara yang terus mendekat ke arahnya.
Alvin... Kak Rasya... Tolong aku....
...***...
"Na, Rili dimana?" tanya Rasya yang melihat Nana berjalan sendiri saat melewati tempat parkir.
"Jangan-jangan sama Alvin." Terka Rasya. Tapi rasa khawatir kini menyelimutinya saat melihat Alvin berjalan ke tempat parkir sendirian. "Alvin, Rili gak sama lo?"
"Nggak!! Jangan-jangan...."
Dua cowok ini segera berlari meninggalkan tempat parkir. Tempat pertama yang mereka tuju adalah kelas. Semoga saja Rili memang berada di sana.
Dengan cepat Alvin dan Rasya sampai di depan pintu kelas Rili. Mereka menggedor pintu kelas yang tertutup itu.
"Rili kamu ada di dalam??"
__ADS_1
Alvin berjinjit melihat ke dalam kelas melalui jendela. "Rili!!" Matanya membulat saat melihat Rili sudah tidak berdaya di lantai. "Sya, Rili dalam bahaya."
"Rili!!"
Mereka berdua berusaha mendobrak pintu kelas. Sampai dua kali dobrakan pintu tidak juga berhasil dibuka.
"Dara!! Sadar!! Lepasin Rili.. Dara!!!" Rasya berteriak di depan pintu.
Sedangkan di dalam kelas, Dara semakin mendekati Rili. Dia kini berjongkok dan mendongakkan kepala Rili agar menatapnya dengan jempol dan telunjuk yang mengapit dagunya. Menekannya cukup keras hingga membuat Rili meringis kesakitan.
"Apa yang lo mau?" pertanyaan Rili hampir tidak terdengar karena sulitnya dia menggerakkan rahangnya di sisa tenaganya.
"Rizal dan cincin yang kamu pakai!! Cincin itu bukan milik kamu!!"
Mata Rili membulat. Dia sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Dewi yang kini merasuki Dara. Ini gak mungkin!!! Rili mengalihkan pandangannya agar dia tidak menatap sorot mata tajam yang penuh amarah itu.
Rili berusaha melepas tangan Dara. "Gue gak akan biarin lo ngerusak kebahagiaan Mami sama Papi gue!!"
"Kalau begitu kamu yang akan menanggungnya karena kamu juga telah merusak kebahagiaan Dara!!" Dara kembali menyergap Rili.
"Bbbrrruuakkk!!!" Pintu berhasil didobrak kedua pria ini.
"Dara lepasin Rili!!!"
💞💞💞
__ADS_1
Menuju konflik utama.. 😤 author jadi deg-deg an sendiri.. 😅
Dewi kenapa bisa jahat ya.. 🤭 nanti tunggu aja pov nya Dara.. 😁