Rili (Tak Ingin Melihatmu, Lagi!)

Rili (Tak Ingin Melihatmu, Lagi!)
BonChap 1


__ADS_3

"Selamat untuk kelulusan terbaik dan peraih nilai tertinggi UNBK tahun ini, Rasya Aditya dan yang kedua diraih oleh Alvin Elvaro. Mereka hanya selisih satu soal saja. Selamat juga kepada mereka berdua telah berhasil masuk ke salah satu universitas di Amerika. Kepada mereka berdua dipersilahkan untuk naik ke atas panggung. Mungkin ada sepatah atau kata yang ingin disampaikan."


"Kebetulan sekali ya, mereka akan jadi kakak dan adik ipar." Gelak tawa terdengar dari Pak Soni dan Mas Rudi sebagai MC di acara pelepasan sekaligus pensi di akhir tahun itu.


"Wah, iya. Harusnya temanya bertajuk Rivalku adalah Iparku."


"Tapi keren loh mereka persaingannya sehat. Tidak saling menjatuhkan."


Mereka berdua tersenyum saat naik ke atas panggung. Apalagi saat mendengar celotehan kedua MC itu.


"Terima kasih sudah memberikan waktu kepada kami untuk berdiri di atas panggung ...... "


Saat mereka berdua melakukan sambutan, kedua mata Rili tak berhentinya menatap dua orang kesayangannya itu. Sangat bangga dengan kehebatan mereka berdua.


"Hebat ya mereka berdua. Masa depan mereka pasti cerah." kata Nana yang juga ikut bangga melihat kakak dan pacar Rili itu.


"Kamu tahu apa cita-cita mereka?" tanya Rili sambil tersenyum dengan mata yang masih terus menatap duo kebanggaannya di atas panggung.


"Apa? Presiden atau ilmuwan hebat?"


"Bukan. Mungkin banyak orang mengira kuliah di luar negeri pasti ingin bisa buat pesawat atau mungkin merakit roket. Atau jadi menteri atau juga pejabat-pejabat negara lainnya. Bukan seperti itu. Cita-cita mereka justru simple. Kak Rasya ingin mengembangkan perusahaan properti Papi yang Papi bangun dari bawah. Sedangkan Alvin ingin buka restoran sendiri. Mereka tidak mau digaji dari negara. Mereka ingin hidup lebih bermanfaat dan membuka lowongan kerja untuk mereka yang membutuhkan. Aku yakin sih, niat baik mereka pasti akan mengantarkan mereka menuju kesuksesan." Cerita Rili dengan mata berkaca-kaca karena terharu mengingat cerita mereka tentang cita-citanya.


"Sweat banget sih mereka."


Setelah mereka turun dari panggung, Rili masih saja menunggu Alvin yang katanya akan menemuinya di deretan penonton.


"Alvin mana ya? Sampai acara hiburan belum juga datang."


"Tunggu aja di sini. Pengen berduaan aja maunya. Tuh, ada penampilan band dari kelas XII."


"Loh, Kak Rasya tumben ikut jadi gitaris."


"Eh, iya loh. Kakak lo ternyata bisa main gitar?"


"Ya, bisalah. Tapi yang nyanyi siapa ya?"


Kau jaga selalu hatimu saat jauh dariku


Tunggu aku kembali


Suara nyanyian itu begitu dekat di telinga Rili yang diiringi sorakan seluruh penonton.


"Alvin.." Rili sangat terkejut dengan surprise lagu yang dinyanyikan Alvin. Hatinya berdebar tak karuan saat melihat tangan kiri Alvin memegang mic sambil bernyanyi dan tangan kanannya terulur untuk menggenggam tangan Rili.


'Ku mencintaimu selalu


Menyayangimu sampai akhir menutup mata


Rili menggapai tangan Alvin lalu membalas genggaman tangannya. Penonton semakin ramai bersorak melihat adegan romantis itu yang membuat Rili tersipu malu.


Alvin menuntun Rili untuk mengikutinya naik ke atas panggung.


Mencintaimu aku tenang

__ADS_1


Memilikimu aku ada


Di setiap engkau membuka mata


Alvin melanjutkan nyanyiannya saat berada di atas panggung. Menggenggam mesra tangan Rili sambil menatap lekat kedua netra yang berbinar itu.


Merindukanmu selalu 'ku rasakan


Selalu memelukmu penuh cinta


Itu yang selalu aku inginkan


Kau mampu membuatku tersenyum dan


Kau bisa membuat nafasku lebih berarti


Alvin menghentikan lagunya sesaat dan melepas tangan Rili. "Pak Soni minta durasi satu pelukan. Jangan dipanggil ke ruang BK ya.."


Pak Soni hanya tersenyum sambil menunjukkan tiga jarinya. Berarti hanya diberi tiga detik saja.


Di atas panggung itu dan disaksikan banyak penonton, Alvin memeluk Rili dengan erat.


"Al, malu diliat banyak orang." bisik Rili di telinga Alvin.


"Biar semua orang tahu kalau aku cinta sama kamu.


Perkataan Alvin berhasil membuat Rili membalas pelukannya.


"I love you too..."


"Jaga selalu hatimu ya.."


"Kamu juga..."


Setelah itu Alvin melepas pelukannya dan kembali menautkan jari jemari di tangan Rili. Lalu kembali melanjutkan nyanyiannya


Kau jaga selalu hatimu saat jauh dariku


Tunggu aku kembali


'Ku mencintaimu selalu


Menyayangimu sampai akhir menutup mata


Alvin mendekatkan mic pada Rili agar dia ikut bernyanyi. Awalnya Rili malu-malu tapi karena dia hobi bernyanyi dan juga hafal lagu itu walau dengan dada yang semakin berdebar dia menunjukkan suaranya.


Kau mampu membuatku tersenyum dan


Kau bisa membuat nafasku lebih berarti (oooh)


Alvin tersenyum, jadilah ini momen duet maut mereka berdua. Dengan tangan yang saling bergandeng mesra dan tatapan cinta yang sesekali terpaut. Membuat envy seluruh penonton waktu itu.


Kau jaga selalu hatimu saat jauh dariku

__ADS_1


Tunggu aku kembali


'Ku mencintaimu selalu


Menyayangimu sampai akhir menutup mata


Oh, kau jaga selalu hatimu saat jauh dariku


Tunggu aku kembali


'Ku mencintaimu selalu


Menyayangimu sampai akhir menutup mata


(Jaga Slalu Hatimu by Seventeen)


Lagu itu diakhiri dengan tepuk meriah dari para penonton dan suitan-suitan.


"Itu dia pertunjukkan dari best couple sekolah kita tahun ini." Pak Soni dan Mas Rudi naik ke atas panggung.


"Sumpah envy banget lihat mereka berdua."


"Kalau aku sih gak envy bro. Udah punya istri. Hahaha."


"Oke. Jangan putus di tengah jalan. Kami semua menunggu undangan dari kalian berdua."


"Siap. Siap. Terima kasih Pak Soni dan Mas Rudi atas waktunya yang sangat berharga."


"Wah, pastinya. Sesuai tema pensi kita hari ini. Romantic Love."


Kedua MC itu lanjut berbicara di atas panggung sedangkan Alvin dan Rili turun dari panggung dengan tangan yang masih saja terpaut.


"Aduh, aduh, baper gue. Bisa juga lo romantis kayak gitu."


"Ini nih gue udah rekamin spesial buat kalian. Siapa tahu nanti lo mau tunjukin ke anak cucu kalian nanti."


"Langsung kirim ke WA saja." jawab Alvin singkat. Dia tidak membalas lagi selorohan dari teman-temannya. Dia justru mengajak Rili ke suatu tempat. Tempat yang tidak terjangkau oleh orang lain dan hanya ada mereka berdua.


Surely, you know what they will do...


(Pastinya, kamu tahu apa yang akan mereka lakukan...)


💞💞💞


.


.


.


🤧🤧🤧


Alvin jangan buat author jatuh cinta.. Tolong.. Karena author orangnya susah move on.. 🤭

__ADS_1


__ADS_2