Rili (Tak Ingin Melihatmu, Lagi!)

Rili (Tak Ingin Melihatmu, Lagi!)
Dalam Bahaya 2


__ADS_3

Suara derap langkah terdengar semakin dekat memasuki ruangan dimana ada seorang ibu dan anak sedang bercengkerama. Mereka baru menyadari saat langkah kaki itu sudah semakin mendekat.


"Papi sudah pu...." Perkataan Rili terhenti. Netranya melebar saat melihat Dara yang tiba-tiba sudah berada di dalam rumahnya. Bukan Dara, melainkan Dewi yang ada dalam tubuh Dara. "Dara, lo ngapain ke sini!" Rili segera menarik Maminya agar berdiri dan berjalan menghindar saat Dara semakin mendekatkan langkahnya.


"Dara ada di sini?" tanya Lisa. Dia bisa menangkap suara panik Rili. "Ada apa Dara?" Lisa berusaha untuk tenang walau sebenarnya dia sangat was-was.


Dara semakin melangkah maju. Tatapannya begitu tajam ingin menikam.


Rili menarik Maminya agar mengikutinya berjalan memutari meja untuk menjauh dari Dara. Rili ambil ponsel yang ada di sakunya, dia harus cepat menghubungi seseorang. Membuka kontak dan langsung mendial kontak teratas.


Hallo..


"Hallo, kamu dimana cepat ke sini..."


Belum selesai berbicara dia sangat terkejut saat tiba-tiba Dara sudah berada di dekatnya. Dia ambil paksa ponsel yang ada di genggaman Rili.


"Dara lo mau apa? Lo pergi!!" terjadi saling tarik ponsel itu hingga akhirnya ponsel itu terlempar.


Sedangkan seseorang di ujung sana sudah panik setengah mati mendengar kegaduhan itu. Rili aku akan segera datang..


Rili semakin terhimpit dengan satu tangannya merengkuh tubuh Maminya. Dia berusaha mencari celah.


"Ra, kamu sadar... Kamu jangan dengarkan bisikan itu."


"Mami, ayo!!" Rili menarik tangan Maminya lagi agar berjalan mengikutinya tapi satu tangan lagi ditahan oleh Dara. Sangat kuat hingga membuat Lisa meringis kesakitan.


"Lepasin Mami gue!!" Rili berusaha melepas tangan Dara tapi justru Dara mendorong tubuh Rili hingga terjatuh.

__ADS_1


Mendengar suara jeritan Rili, Lisa terkejut. Dia harus bisa melindungi putrinya. "Lepasin!" Lisa berusaha melepas cekalan tangan Dara yang terasa semakin sangat kuat. "Kamu mau apa Dewi? Jangan pernah ganggu keluarga aku!!"


Terdengar tawa pilu dari Dara. "Sudah cukup kamu merasakan kebahagiaan kamu!!"


"Kamu udah mati!! Harusnya kamu kembali ke alam kamu!!" Suara Lisa bergetar. Dia harus berbuat apa?


Prakkk!!! Rili mengambil buku tebal lalu memukul Dara dengan buku itu di punggungnya. Dia tidak peduli jika raga yang digunakan Dewi adalah milik Dara. Yang terpenting dia harus bisa menyelematkan Maminya.


Mendapat celah, Rili segera menarik tangan Maminya menuju dapur dimana ada pintu belakang untuk keluar. Rili berusaha membuka pintu itu. Sial!! Tidak bisa dibuka.


Sedangkan Dara kini semakin berjalan mendekat bahkan tangan kanannya berhasil meraih sebuah pisau.


Rili memekik tertahan saat melihat Dara semakin mendekat dengan pisau yang ada di tangannya. Apa hidupnya akan segera berakhir.


"Dara!!!" Dengan cepat Rili menarik Maminya saat Dara mengayunkan pisau itu. Mereka kini terjebak di pojok dapur.


"Dewi, jangan sakiti Rili. Kalau kamu mau ambil kebahagiaan aku, ambil saja! Sekalipun itu hidup aku!!"


"No, Mami!!" Rili kini merengkuh tubuh Maminya dan menahan langkahnya saat Maminya akan menantang Dara lebih dekat.


Dara masih terus berjalan mendekat. Dia tersenyum miring menatap Lisa dan Rili yang kini semakin beringsut ke lantai.


Rili memeluk tubuh Maminya. Mungkinkah ini akhir dari segalanya saat melihat Dara mengayunkan tangannya lagi dengan mata pisau yang mengarah ke arahnya.


"Stop!!!" Rizal datang dia langsung menahan tangan Dara. Tapi kekuatan yang memang bukan dirinya sendiri itu lebih besar.


Dara menepis tangan Rizal dengan kasar. Dia kini membalikkan badannya dan tersenyum miring pada Rizal. "Akhirnya aku bertemu sama kamu."

__ADS_1


Detak jantung Rizal semakin berdetak tak beraturan. Baru kali ini dia benar-benar percaya, Dewi kembali lagi dengan sisi yang berbeda. Dia jahat, tak seperti yang dia kenal dulu. "Siapa kamu? Kalau kamu Dewi, kamu gak mungkin ngelakuin ini semua! Pergi dan jangan ganggu lagi keluarga aku!!"


Dara mengangkat sebelah bibirnya. Dia menatap tajam netra Rizal. "Aku Dewi. Aku kembali hanya ingin kamu... " Dara semakin mendekati Rizal walau Rizal terus melangkah mundur. "Pakaikan cincin itu untuk aku. Bukan dijari anak kamu."


"Kamu udah mati!! Gak mungkin lagi pakai cincin itu. Cincin itu juga belum bisa lepas di jari Rili!!"


"Ouw, itu karena kesalahan anak kamu sendiri. Itu bukan sembarang cincin yang bisa dipakai begitu saja. Atau, kamu mau ikut pergi bersama aku."


Rizal melebarkan matanya saat Dara semakin mengintimidasi dirinya. Dengan cepat Rizal menghindar saat Dara melayangkan mata pisau itu lagi. Dia melangkah lebar lalu menarik tangan istri dan putrinya. "Kita cepat pergi dari sini."


Mereka bertiga melangkah cepat.


"Aku gak akan biarkan kalian lepas!!" Dara menarik tangan Rili tepat di jari yang memakai cincin itu. "Aku akan potong jari ini agar cincin ini terlepas." Dengan kuat Dara menahan tangan Rili dan semakin mendekatkan pisau itu pada jari Rili.


"Tidaaakkk!! Papii.."


"Aku gak akan biarin kamu sakiti Rili." Rizal menahan pisau itu dengan genggamannya sampai darah segar mengucur dari telapak tangan Rizal.


💞💞💞


.


.


.


🤧🤧

__ADS_1


Lagi flu, kayak berasa scene ini amburadul.. 🤦🏼‍♀️


__ADS_2